Sabtu, 11 September 2010

Aku Curhat padamu Kota Ku

Enjoy this post

LOMBA BLOG DEPOK 17 Juli-17 September 2010

Entahlah apa yang ingin saya tuliskan, sedikit curhat semoga berarti.

Malam itu ubun-ubun saya hampir pecah, celang-celinguk tanpa kerjaan jelas di batas dinding ruangan berukuran 3 m x 4 m, ruangan kecil yang hampir satu tahun menemani saya menyusuri kehidupan baru sebagai anak rantau yang belajar mengais ilmu jauh dari peradaban kesenangan, ya orang biasa menyebutnya ANAK KOST.

Saya mengekost di daerah asri di belakang kampus tercinta yang terletak di sebuah kota kecil namun megah menurut saya.  Depok! Ya itulah jawaban atas mimpi saya nanti.  Kota ini menjadi rumah kedua bagi saya, Depok, tak pernah terlintas saya akan menghuni kota ini untuk beberapa tahun.

Hiruk pikuk saya temui di kota ini, kesederhanaan, loyalitas, kerjakeras semua tergambar bak etalase hampir di sepenjuru kota kecil ini.  Tak banyak memang daerah yang pernah saya lalui, bukan karena saya ikut kontes blog kota ini saya jadi begitu mengagunkannya, tapi sejak pertama kali saya menginjakkan kaki di kot ini satu kata yan terlintas adalah AMAZING!!

Teringat saat pertama saya mengikui orientasi kampus, pagi buta saya harus berjuang menyusuri jalan besar Margonda.  Tak banyak yang saya lihat di setiap pagi yang saya lewati, selain kendaraan bermotor dan kendaraan bermotor.  Tapi setiap pagi mata saya tertuju pada beberapa lelaki yang bertugas diperempatan tiap jalan di Kota ini, ya Pak Polisi.  Banyak kendaraan yang saya lihat, tapi begitu tertib lalu lintas berbeda dengan kota tempat tinggal saya sebelumnya.

Tiap pagi  satu tahun yang lalu mungkin paru-paru saya menari gembira.  Udara yang seju dan bersih memasuki celah sist pernafasan.  Otak kembali mencair dengan pasokan O2 yang dihasilkan dari stomata hijau daun yang mengelilingi kota ini.  Embun membasahi hentakan roda sepeda motor yang dilajui para tukang ojek, dan pengguna jalan lainya.  Benar-benar kota sehat pikirku kali ini.  Dan itu bisa saya rasakan sampai saat ini.

Semakin lama hidup di kota ini, semakin banyak kisah yang tertorehkan.  Sesekali menuliskannya, atau sesekali menjadi santapan perbincangan di kalangan teman kampus.  Saya sangat menyukai kekonsistenan Pemerintah Kota Depok dalam hal peluasan jalan.  Saya ingat sekali, saat mobil yang ayah saya kendarai harus tergores pengendara motor di jalan Margonda setahun yang lalu.  Saya rasa dulu jalannya terlalu kecil, padahal fakta membuktikan untuk ukuran jalan kota Margonda sudah punya jalan yang luas, hanya saja kendaraan mengerat bak tikus, tak terkendali!! Tapi apa? saya melihat pelan tapi pasti merayap meter demi meter jalan Margonda kini lebih luas, konsisten! satu sikap yang tidak saya temui di kota saya ataupun di kota tetangga.

Depok memberikan warna baru dalam kehidupan saya, mulai dari keramahan penduduknya, gotong royong yang sering saya lihat ketika melintasi pasar Depok Baru, Kedisiplinan Berkendara, sampai pengamen kecil yang wara-wari hinggap dari satu angkot ke angkot lain. Depok menjadi lebaran baru dalam inspirasi cerita di kamus kehidupan banyak orang, tidak hanya aku, mereka, kami, kalian, tetapi juga anda!

Depok, Mimpiku Tergantung di Jantung mu
Jadikan Aku Pemimpi besar, seperti engkau bermimpi memakmurkan pendudukmu Depok!!

0 comments:

Poskan Komentar

Please leave a comment if you have critics for me

 

Template by Best Web Hosting