Selasa, 03 Agustus 2010

Sistem Kompensasi Untuk Wakil Rakyat

selamat membaca

LOMBA BLOG DEPOK 17 Juli-17 September 2010

Belakangan ini telinga wakil rakyat di Senayan cukup panas.  Pasalnya media belakangan ini sering menyoroti mereka mengenai kehadiran mereka dalam sidang.  Bukan kali pertama memang, tapi nyatanya justru ini menjadi satu hal yang dianggap biasa saja oleh wakil rakyat, malah saking kesalnya salah satu artis senior rela naik ke atas kubah istana para wakil rakyat dengan menuliskan kata-kata JUJUR, ADIL, TEGAS. 

Sore tadi say melihat tayangan salah satu ifotaiment yang sedang membahas masalah mangkirnya anggota DPR dari sidang.  Dalam tayangan tersebut yang paling disorot jelas dari kalangan selebritis yang sejak beberapa bulan ini menjadi bapak ibu dewan terhormat namun masih eksis di dunia keartisan.

Saya sering melihat beberapa artis yang namanya tadi disinggung, justru artis yang disinggung tadi kebanyakan adalah artis yang saat berkampanye berkata akan mundur dari dunia keartisan dan fokus membela rakyat.  Ckckck ironis sekali mereka :^o .  Tidak hanya itu, beberapa artis yang menjadi wakil rakyat saat ini juga minim sekali pengetahuannay, jadi ingat episode JOHN PANTAU beberapa bulan yang lalu membahas mengenai perilaku anggota DPR
:-0
, ternyata beberapa artis yang menjabat sebagai anggota DPR tidak bisa menjawab pertanyaan yang sangat mudah dari host acara tersebut.  Kontan di situs jejaring sosial seperti twitter dan facebook langsung dibanjari komentar-komentar yang cukup pedas untuk anggota DPR.

[-(

Tidak hanya dari kalangan artis, dari kalangan non artis pun ternyata banyak yang mangkir dari sidang.  Alasan mereka, karena terkadang mereka sibuk dan bentrok dengan urusan bisnis sampingan mereka.  Hadeeh bapak ibu, mau jadi wakil rakyat apa pengusaha sih sebenarnya, gak profesional!!
#:-s

Semakin disorot oleh media ternyata bisa juga membuat mereka merasa tidak nyaman :)) kemarin saya baca di status twitter rekan saya bahwa ada anggota DPR yang risih dan berpendapat bahwa media sudah terlalu ikut campur.  Hadeeh Pak Bu, kalo gak dari media dari mana kita tahu kalo bapak sama ibu sering mangkir
:-?
.

Nah saya iseng-iseng berpikir
:-?
mengapa anggota DPR tidak dilakukan sistem absensi ONLINE dan KOMPENSASI.

Sistem online ditunjukan agar masyarakat bisa dengan leluasa mengontrol absensi para anggota.  Kalo sistem kompensasi bagaimana?

Sebenarnya sistem kompensasi adalah sistem absensi yang berlaku di kampus saya untuk para mahasiswa
8-}.  Peraturannya adalah setiap mahasiswa yang bolos, maka akan diberi poin.  Poin dihitung dengan satuan menit untuk setiap jam mata kuliah yang tidak dihadiri.  Selama satu semester/ 6 bulan, semua poin diakumulasikan, dan dikalikan 10 rupiah, selain itu poin akumulasi tadi juga harus dibayar dengan kompen fisik dimana mahasiswa harus bekerja sesuai jumlah akumulasi poinnya.

Lantas bagaimana untuk DPR?

Gaji DPR kan besar
:))
, apalagi jadi poin tadi jangan dikalikan 10 rupiah tetapi 1.000.000
B-)
untuk 1 menit. Dan kompen fisiknya, suruh saja anggota DPR tadi menyapu Jakarta yang penuh dengan sampah, hitung-hitung mereka merasakan nasib rakyat kecil
:> .  Lantas uang kompennya untuk apa? Masukan saja ke kas negara, jadi rakyat untung negara untung.  Kalo bisa sih uang hasil kompennya untuk ANGGARAN PENDIDIKAN bukan untuk ANGGARAN DPR.

Selain itu jika anggota DPR izin rapat, harus benar-benar dapat dipertanggungjwabkan.  Jika mereka sakit harus ada bukti surat sakit, dan kuitansi pembelian obat, jika ada urusan keluarga jangan sembarang diberi izin, selidiki terus izin keluarga untuk acara apa, jika untuk acara yang tidak terlalu penting dan masih bisa dilaksanakan di luar jam kerja jangan diberi izin.  Selain itu ada batas poin maximum selama enam bulan, jika melampaui batas yang tertinggi, ya keluarkan saja alias PECAT.

Panitia pengurusan kompen ini ambil saja dari mahasiswa, LSM, LBH, ya pokoknya semua pihak yang dianggap layak dan jujur untuk mengurusi masalah ini.

Bagi yang belum paham ini satu contoh kasusnya:
** Pak X tidak dapat ikut sidang tanpa alasan selama 10 jam selama enam bulan, berapakah poin minus yang Pak X terima?

10 jam x 60 menit = 600 menit
600 menit x 1.000.000 = 600.000.000
Dan untuk kompen fisik Pak X harus bekerja selama 10 jam seperti membersihkan kota Jakarta, dll.

Semangatlah untuk semua aggota dewan yang sudah diberi amanat.  Sidangnya juga yang benar yah, jangan asal ikut sidang tetapi pikiran melanglangbuana entah berantah. Ingat waktu adalah uang
:!! , kalo DPR lamban negara kita juga majunya lamban
. Ya sekali-sekali lah tukaran posisi, ngerasain nikmatnya kerja di jalan ;)

0 comments:

Poskan Komentar

Please leave a comment if you have critics for me

 

Template by Best Web Hosting