Tampilkan postingan dengan label For my mom and dad. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label For my mom and dad. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 April 2012

Proud to be MICE

Enjoy this post

MICE ??? Bukan hewan kecil yang dibenci orang, hewan kecil menjijikan yang biasa hidup di gorong-gorong air, tapi MICE adalah pilihan hidup saya, yang kelak menghidupi saya ya MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) atau orang lebih mengenalnya Event Manajemen.  

2009 yang lalu tepatnya di bulan April adalah tahun-tahun kegalauan saya.  Mau kemana setelah lulus SMA??? Bertahan dengan mimpi-mimpi di masa SMP untuk menjadi Diplomat,  mengikuti naluri sedari kecil untuk menjadi penulis, atau memasuki kesenangan baru bergulat dengan rumus dan menantang kehidupan untuk masuk ke Teknik Sipil, benar-benar dihadapi dengan pilihan yang sulit.

Dulu saya pun cuma bisa bengong saat saya tahu ada program study ini di Politeknik Negeri Jakarta, kalo kalian terlalu sulit mencerna di mana kampus ini berada mungkin bisa langsung nangkep kalo saya menyebutnya Politeknik UI karena namanya dulu memang demikian.  Oke, dengan dorongan penuh dari Pak Nino (Wakil Kepala Sekolah Bidang Kemahasiswaan), konsultasi sama ayah mulai dari di jelasin secara lisan sampai diberikan berbagai macam literatur yang menerangkan tentang apa itu MICE, akhirnya saya memutuskan untuk memasukan kebutuhan pendaftaran via PMDK alias JALUR PRESTASI (Padahal prestasi saya gak bagus-bagus banget).

Singkat cerita Allah nyasarin saya ke dunia ini dan ya SELAMAT SAYA DITERIMA di MICE PNJ tahun ajaran 2009-2013.  Awalnya cuma bisa ngerutin alis, manggut-manggut di tahun pertama kuliah, bahkan nyaris mau angkat tangan ngibarin bendera putih dan ikutan SNMPTN di 2010 biar bisa masuk HI UGM atau Fikom UI.  Atas penasehat spiritual saya yang paling kece (siapa lagi kalo bukan ayah), kata-kata ini yang bikin saya gak jadi mundur "Percaya Allah menempatkan kamu di kehidupan sekarang lengkap dengan jawaban di kehidupan yang akan datang, kamu bisa mendapatkan lebih dari sekedar menjadi penulis atau diplomat kalo kamu mau berusaha lebih keras dan bersyukur".

Memasuki tahun kedua mulai ada cerita yang beda dari mahasiswa pada umumnya.  Istilah religinya ada pencerahan, mulai deh ditunjukin sama Allah kalo emang ini jalan gak sesat.  Mulai ada job buat ngumpulin pundi-pundi tabungan dan pengalaman.  Mungkin  teman saya di MICE 2009 lebih punya pengalaman yang super duper bejibun, senior, alumninya apalagi, dan gak menutup kemungkinan junior.

Dari pengalaman yang ada jujur saya lebih banyak bermain di Congress (emang rejekinya udah gitu kali), padahal kepingin banget kaya temen-temen yang bisa ikutan event out door tapi yasudah saya percaya Allah gak akan pernah salah ngasih rejeki ke hamba-Nya.  Tapi enak loh kerja di Congress, kapan lagi kerja dengan waktu yang gak terlalu panjang, bisa gala dinner sama pengusaha, pemerintah, duta besar, sampai bisa dengerin langsung pidato Uwa Beye (Pak SBY) di bangku urutan nomor 2 setelah barisan Satpampres hahaha, jadi bisa ngerasain ngantuknya jadi menteri kalo dengerin Uwa Beye pidato hahaha *piss pak, sampe muntah-muntah kebosenan makan menu hotel yang jujur agak gimana gitu di lidah.

Nah sekarang udah tahun ke-3 saya di MICE, nyengir-nyengir sendiri jadinya.  Bener kata ayah, saya bisa dapetin lebih dari sekedar diplomat atau penulis.  Saya bisa ketemu presiden, menteri, duta besar, kongjen, CEO, artis pokonya orang-orang yang berlebel "ORANG PENTING", saya bisa jadi penulis dari pengalaman saya selama bekerja, udah gak perlu nedeng uang sama ayah.  Ini dia yang perlu digaris bawahin "GAK PERLU NEDENG UANG" buat beli gadget, jalan-jalan sama temen, meskipun uang jajan + bayar kost+bayar kuliah masih dibayarin (karena menurut saya itu adalah fardu ain).  Insya Allah kalo lagi-lagi rejeki saya memang di MICE, Allah pasti nyasarin saya lagi ke S2 ITB jurusan Teknik Arsitektur Gedung Pertemuan (amin amin amin), semangat semua.  Bermimpilah selama mimpi itu gratis, dan berhusnudzonlah pada Tuhanmu.  Sekali pun kamu menyebut Tuhanmu Allah, Bapak, Yesus, Dewa, yakinilah bahwa Dia Maha Memberikan yang terbaik dari segala yang baik.

Sekali lagi saya mau menegaskan kalo SAYA BANGGA JADI BAGIAN DARI INDUSTRI MICE INDONESIA BAHKAN DUNIA.


Lovelill
16:21

Selasa, 27 Maret 2012

SUSAHNYA CARI NAFKAH

Enjoy this post

Sebenarnya sudah lama saya ingin menulis tentang ini, tapi mood saya seperti sesuatu yang mengambang di empang, timbul tenggelam walhasil baru kesampaian malam ini.  Setuju gak sih kalo saya bilang cari nafkah itu susah???  Setuju, setuju, setuju?? Pasti semua setuju, sekalipun yang bilang Milyader terkaya seantero galaxi bima sakti.

Sebelumnya saya mau narsis dulu nih, saya bersyukur banget terdampar di jurusan MICE (meeting, incentive, convention, exhibition) Politeknik Negeri Jakarta (dulu namanaya Politeknik UI), kenawhy?  Soalnya selama hampir 3.5 tahun jadi mahasiswa di sana, saya sudah bisa merasakan pergelutan dunia kerja, ya paling gak goresan pengalaman kerja di CV saya sudah bisa mencapai 1 lembar, nyalon gak minta uang lagi sama ayah, pacaran gak minta bayarin sama pacar (iyaalah), mau beli ini itu gak harus nunggu bonus akhir tahun dari ayah turun, travelling gak harus ngerengek nyerobot uang belanja si ibu hehe. ( Gak sombong loh cuma narsis).  

Okey korek yuk SUSAHNYA CARI NAFKAH

Ini dia pengalaman-pengalaman yang membuat saya bisa mengambil judul demikian:

1.  Kebetulan tanggal 28 nanti saya ada kerjaan, yah nyambi lah kerjaan ala mahasiswa jadi tenaga bantu buat nanganin event, udah sering sih sebenarnya bukan kali pertama kayak gini cuma tadi malem itu rasanya yang palung berat.  Kita sih biasanya dibayar 200-250/hari, gak besar tapi paling gak sekarang saya dan mungkin teman-teman saya udah gak harus minta sana sani buat seneng-seneng atau beli barang yang kita mau.  Bayangin, anak gadis malem-malem masih duduk termenung menunggu kereta di stasiun yang jaraknya masih jauh banget dari rumah, hujan deras, banjir, basah kuyup naiknya KRL Ekonomi lagi, yah untungnya sepi jadi bisa tidur sampai manggut-manggut.

2.  Nah di kereta yang saya tumpangi semalam biasalah ada pedagang-pedagang asongan.  Ada pedagang asongan yang bolak-balik depan saya,wajahnya gak bisa berbohong lagi kalo si Bapak sudah letih dan cukup berumur.  Duh gak tega miris banget ngeliatnya, si Bapak jualan camilan dengan harga Rp 1000,-.  Malam itu terpaksa ingkar janji sama ibu buat gak beli makanan di kereta, karena saya paham betapa berharganya uang Rp 1000,- untuk beliau, jadi saya beli beberapa bungkus.

3.  Sesampainya di rumah eng ing eng, tepat di gerbang rumah persis sesosok lelaki tua dengan muka lelah berdiri dengan pandangan panjang ke arah sekeliling.  Ya beliau ayah saya, beliau jarang pulang karena tuntutan pekerjaan, ini masa-masa sulit dalam kehidupan beliau dalam mencari nafkah jauh dari keluarga, sakit dirasakan sendiri, semua serb sendiri. Hebatnya beliau ketika pulang ke rumah dan menemui saya tidak berada di rumah, beliau akan setia berdiri di pagar, selelah apa pun kondisinya.  Tapi tadi malam beliau menunggu saya dengan keadaan muka pucat pasi, dan sedikit demam.  Itu semua akibat susahnya mencari nafkah.


Allah, saya bersyukur masih bisa merasakan betapa susahnya mencari nafkah, jadikan saya hamba-Mu yang selalu bersyukur untuk setiap detik kehidupan yang saya jalani.

Buat kalian di luar sana yang masih berfoya-foya di atas orangtua kalian, petantang petenteng dengan hasil kerj keras orangtua kalian, mempercantik diri dengan hasil kerja keras kalian, berpikirlah bagaimana susahnya mereka untuk mendapatkan itu semua sekalipun itu merupakan kewajiban mereka atas dirimu.

Dan untuk teman-teman yang sudah mulai mencari nafkah, jangan malu dan berkecil hati.  Kalian bekerja bukan karena kalian kekurangan nafkah, tapi kalian bekerja karena kalian sedang kekurangan ilmu kehidupan, sesungguhnya pengalaman itu mahal.  Bersyukurlah bahwa kalian orang-orang terpilih yang dibuka kan matahatinya untuk membantu orangtua kalian, membantu merasakan apa yang dirasakan orantua kalian, kalian adalah orang yang paling berbahagia yang bisa memiliki, merasakan, dan menyayangi apa yang bisa kalian miliki karena hasil kerja kelas kalian.

So....
Masih punya pikiran untuk foya-foya pake harta orangtua???



Lovelill
Bekasi, 27 Maret 2012
9.13 p.m




Kamis, 09 Februari 2012

Justifikasi yang Salah !

Enjoy this post

Apa yang paling menyakitkan di dunia ini selain prasangka buruk orang-orang tentang kita yang justru menjadi fitnah??? 

Saya hanya bisa mengelus dada saat banyak anggapan miring terlontar dari mulut orang tentang hubungan saya dan Radhit.  Mulai dari rumor miring dia hanya bahan pelarian saya, teman selingkuh, sampai hanya karena harta.

Kalo ada anggapan rumput tetangga jauh lebih hijau mungkin itu hanya pribahasa kolosal, tapi tidak ada dalam benak saya.  Toh pada akhirnya satu tahun bukan waktu yang singkat untuk menjadikan hubungan ini sekedar sebagai teman selingkuh, bukan hal yang mudah untuk menjadikan hubungan ini sebagai bahan pelarian.  Kalo pun ada anggapan demikian, itu datangnya pasti dari orang bodoh yang hanya memandang satu sisi sebuah hubungan, karena faktanya selingkuh itu bukan hal yang mudah.

Harta???  Cukup ketawa saja kalo ada orang yang mikir saya menjalani hubungan ini karena harta.  Saya memang kenal dia sejak SD, tapi saya kenal dia karena kesederhanaannya.  Sekalipun  sekarang saya sudah tahu dia anak orang kaya itu bukan jadi alasan untuk saya sayang sama dia.  Dia adalah dia yang berdiri sendiri bukan atas nama orangtuanya.  Tidak peduli dia anak presiden sekalipun.  Toh saya sudah merasa sangat tercukupi dengan apa yang diberikan Allah melalui ayah saya, kasih sayang dan materi yang tidak semua orang bisa miliki dengan seimbang.

Bagaimanapun alasan miring yang beredar tentang saya dan hubungan ini, saya hanya bisa berpikir bahwa hidup terlalu singkat untuk sekedar menanggapi hal yang tidak ada kebenarannya meski pada kenyataannya sedikit banyak membuat engap hati.  

Saya tidak pernah melandasi hubungan yang saya jalani dengan siapa pun hanya dengan alasan-alasan picik daripada alasan hati.  Perasaan tidak bisa dimanipulasi, sekalipun sembunyi di balik celana dalam usang, perasaan tidak pernah bisa dinilai dari alasan picik yang tak bertanggungjawab.

Tolong siapa pun yang mengenal saya dan Radhit pahami bagaimana kami saling melengkapi kemarin, saat ini dan yang akan datang.  Saya tidak ingin bermuluk-muluk ria berharap pada satu hal yang belum pasti kepastiannya, tapi ada satu keinginan berat dalam harapan tulus bahwa kelak kami bisa bersatu, dengan atau tanpa alasan-alasan picik tersebut.


Minggu, 20 Februari 2011

Saya dan Ibu

Enjoy this post

Berbicara mengenai ibu saya rasa siapa pun yang terlahir di dunia ini pasti memiliki ibu.  Mau panggilannya ibu, mama, bunda, emak, enyak atau apalah yang jelas kata kuncinya adalah IBU.  Saya akan sedikit menulis tentang saya dan ibu saya, emmm tidak tidak bukan menulis tepatnya curhat colongan alias curhat.

Saya dan ibu saya memiliki kesamaan yang minim namun ketidaksamaan yang tidak terbatas.  Kesamaan itu jelas saya dapat dari perpaduan gen yang bersemayam di dalam diri saya.  Saya bingung harus menggambarkan ibu saya seperti apa, yang jelas ibu saya hanya wanita biasa yang terlahir dari keluarga biasa, namun berusaha untuk menjadi ibu yang luar biasa dengan cara yang tidak biasa (hitunglah kata biasa dalam kalimat tersebut, hehe)

Ibu saya berusaha untuk menjadi ibu yang luar biasa dengan cara yang tidak biasa.  18 tahun saya mengenal sosok beliau, tapi jujur saya terkadang tidak bisa memahami jalan pikirannya.  Jika kalian menyimak tulisan-tulisa yang pernah saya buat, kalian pasti tahu bahwa saya adalah anak yang cenderung lebih dekat dengan ayah.

Ibu saya Rawk en Rawll.  Ya ibu saya sedemikian rawk en rawll tapi melankolis.  Ibu saya cenderung lebih keras mendidik saya, saya paham karna saya tahu bagaimana perjalan hidup yang pernah dilalui beliau.  Saya sangat menghargai keputusan beliau meski terkadang cekcok sering kami lewati, tapi semua saya lakukan bukan karna saya ingin menjadi anak pembangkang tapi, karna terlalu sulit untuk saya menafsirkan kebaikan-kebaikan yang ingin disampaikannya.

Ibu saya tahu saya belum melewati fase puncak seorang wanita.  Fase puncak dimana lelahnya dia mengandung, sakitnya dia melahirkan, dan gelisahnya dia merawat anaknya. Saat ini saya memang mudah membangkang, mudah untuk melawan segala sesuatu yang saya angap baik untuk diri saya namun tidak untukmu karena saya belum merasakan fase-fase tersebut.

Ibu tahu saya sangat sedih bahkan menangis sejadinya dalam ruang kecil ketika saya sangat sulit menerima maksud baik ibu.  Entahlah ibu, caramu yang salah atau aku yang terlalu cengeng karna aku terbiasa dimanja, dan diberikan kata-kata yang lembut oleh ayah ketika beliau menasehati saya dengan penuh kebapaan.

Ibu saya iri bahkan sangat iri ketika teman-teman saya menceritakan keakraban mereka bersama ibunya.  Bercerita segala hal mulai dari urusan sekolah sampai pacar.  Saya iri ibu, mengapa saya merasa memiliki sekat yang terlalu tebal untuk bercerita banyak hal padamu.  Mengapa saya lebih memilih untuk menahannya dan membiarkan otak saya berpikir dengan liar untuk melupakan semua masalahnya.  Saya iri ibu, saya benar-benar iri.

Ibu saya rindu saat saya menemani ibu berbelanja dari satu toko ke toko lain bersama ibu, meski terkadang ibu memarahi saya karna saya payah dan tidak memiliki naluri berbelanja yang kuat, tapi saya benar-benar rindu.

Ibu saya takut kehilangan ibu, saya sudah melewatkan banyak waktu tanpa moment indah bersama ibu.  Saya tidak ingin pikiran saya berpikir dengan liarnya menyalahkan sikap dan cara ibu mendidik, melindungi dan mengkhawatirkan saya.

Saya memang bukan anak baik, tapi saya berusaha untuk menjadi yang terbaik dengan cara yang lebih baik.  Cara yang lebih baik yang bisa diterimamu ibu sehingga tak ada lagi cekcok di atara kita.  Saya sakit ibu, jujur sakit ketika saya harus tersadar bahwa saya sulit menerima nasehatmu yang sering engkau gambarkan dengan cara yang krang tepat.

Ibu saya belum jadi ORANG, saya belum bisa berdiri sendiri, jangan tinggalkan saya ibu, jangan pernah tinggalkan saya.  Saya akan berusaha menjadi anak yang menerimamu apa adanya dengan segala keterbatasan yang engkau miliki, sama seperti dirimu menerima saya dengan segala keterbatasan, kedunguan, dan kenakalan yang saya miliki.

Saya cuek ibu cuek, tapi saya tahu dan ibu pun tahu bahwa cuek bukan berarti apatis.  Saya terlalu gengsi dan ibupun terlalu gengsi, saya selalu ada untuk ibu di setiap sujud saya pada Sang Khalik, dan saya pun pasti selalu ada di 24 jam waktu yang ibu miliki.

Ibu, saya akan berusaha menjadi apa yang ibu mau.  Anak perempuan yang kemayu, sopan, cerdas, ramah, disayang semua orang dan berdiri sendiri setelah kepergian ayah dan ibu.

Maaf jika saya terlalu membuat ibu cemburu karna cenderung lebih dekat dengan ayah.  Buat saya ayah adalah ibu, dan ibu adalah ayah.  

Allah, 
Terimakasih untuk seorang ibu yang sabar, bahkan sangat sabar.
Terimakasih untuk seorang ibu yang sangat kuat, melebihi kekuatan apa pun yang pernah saya temui.

Allah,
Rendahkanlah suara ini saat hati ini memberontak padanya
Mudahkanlah pikiran ini untuk membaca caranya mencintai, melindungi, dan mengkhawatirkan raga ini

Allah,
Tolong ciptakan Saja beliau untuk saya jika nanti Engkau menghendaki ada kehidupan kedua.

Ibu,
Ziah dan ayah bakal selalu ada untuk ibu!!
I love you :)
Andai ibu baca tulisan ini -___-"




























Saya anak yang mencintaimu dengan segala keterbatasan yang tercipta karna kedunguan 
Saya anak yang mencintamu dengan segala kelebihan yang tercipta karna kebesaran cinta


Bekasi, 19 Februari 2011
Pukul 1:08 WIB

Minggu, 30 Januari 2011

Quality Time with My Mom and My 'lil Fayman !!

Enjoy this post

Last Friday I waited my father in the one of Mall in Bekasi.  Waited my father about one hour.  I waited him in Jcoo coffee shop and donuts.  I ordered some donuts and my favorite menu, Froyo *Frozen Yogurt*  with triple topping such as moci, biscuit, strawberry jump.  

I looked around and I see there are mothers are looking around with her children, suddenly I reminded to my mother.  I rarely go to some places with her, I usually go to some places with my father. I have an idea, make a plan to go to movie together with my mother and my 'lil fayman (Muhammad Luthfi Hasbullah).  

I waited my father 'till 7 'clock but my father will back home from his office at 9 ' clock, so I decided to back home alone.  Arrived at home, I told to my mother that I am jealous because I rarely go to some places with her, and I wanted to go to cinema with her, and She was agree.


On Saturday, We went to Grand Mall Bekasi to watch movie, We decided to watch "Love Story (Acha-Irwansyah).  15 minutes before entrance to theater I played in Time Zone with my 'lil Fayman.  And here is some pictures that I 've been taken 



Hey!!
You drive so seriously my dear!!


He is so thirsty after drive alone !

12 ' clock we entrance to theater,  'lil fayman so interest to watch the movei because in the movie he saw a horse, so My mother did not worry if he will cry because he was bored.  In the middle of movie, he cried because he wanted to drink, but we are not allowed to bring the water.  We are panic, but 'lil fayman was sleeping, maybe he feel so tired.

After watched the movie, we decided to lunch at food court in the lower ground.  My 'lil fayman still slept, but not too long he woke up and make a food court so riot, and he almost fell from escalator because he ran up to the escalator, but my mother caught him as soon as possible.

After eat, we went to Matahari department store, shopping some cloths.  But me and my mother laugh when my 'lil fayman cried because he wanted a booth for adults, I know that although he was a toddler, he is so fashionable.  But my mother not allowed him to but the booth because He had have 2 booth. 

I think my 'lil fayman will be the next model, because he love take his self on my camera, and he will pose so cutely, here is the pictures


when he was cranky because he did not get the booth (before cried)


When He slept in the theater!


Look at his lips, so cute, isn't it?


We are so funny!!! Lalalala!


are you agree that my 'lil fayman look like so handsome?








Hooooaaammm, sleepy sleepy sleepy!!

Thanks Ya Rabb I have a quality time with them, both of people I love!

Minggu, 23 Januari 2011

Tidak mudah menjadi ayah!

Enjoy this post

Menjadi orangtua itu sulit. Entah sebagai seorang ayah maupun ibu kedua-duanya sama-sama sulit. Tapi kali ini biarkanlah saya memberikan ruang pikiran saya tentang tidak mudah menjadi ayah.

Saya terlahir sebagai anak gadis yang mungkin dibilang abnormal. Disaat semua anak gadis lebih memilih dekat dengan ibunya, saya cenderung lebih memilih dekat dengan ayah. Percaya atau tidak saya lebih memilih menceritakan segala hal, termasuk urusan tentang kewanitaan dengan ayah ketimbang ibu. Bagi saya untuk apa malu, toh saya hidup dari ayah, bukan dari orang lain, yang salah jika saya lebih memilih bercerita dengan lelaki lain yang tidak ada garis mahramnya.

Kembali ke pokok pembicaraan tidak mudah menjadi ayah. Saya rasa memang sangat tidak mudah. Jika seorang ibu yang normal (tidak bekerja), bisa menghabiskan kebersamaannya dengan anak-anaknya, mungkin tidak dengan seorang ayah.

Saya merasa bahwa betapa bodohnya saya karena pernah menghujat kesibukan ayah. Padahal itu semua beliau lakukan untuk saya. Mungkin jauh dalah lubuk hati seorang ayah yang sibuk dengan pekerjaannya, tidak pernah sama sekali ingin melewati kebersamaannya dengan anak istrinya.

Ketahuilah bahwa orang pertama yang akan menangis ketika anaknya akan menikah adalah ayah. Ayah akan merasa sangat kehilangan, terlebih jika dia melepaskan seorang anak gadis kesayangannya.

Tidak mudah bagi seorang ayah untuk menafkahi keluarganya. Mudah atau sulitnya saya nilai dari mudah atau tidaknya seorang ayah mencari nafkah yang halal namun besar bagi anak istrinya. Terlintaskah di benak kalian bahwa ayah anda mungkin mengalami stress yang termat ketika kebutuhan hidup mendesak, namun cara yang halal sulit untuk ditempuh?

Ayah adalah yang menentukan prilakumu. Pernahkah kalian dengar, bahwa halal haramnya nafkah yang diberikan seorang ayah akan memperngaruhi prilaku anaknya? Saya rasa pernah, meski ayah tidak 24 jam membentuk karakter anaknya, tapi sesungguhnya sari pati yang tumbuh dari nafkah yang beliau berikanlah yang menjadi faktor penentu prilaku kalian.

Tahukah bahwa ayahmu terkadang menjadi pemerhati rahasiamu? Tahukah kalian disetiap perbincangannya dengan istrinya, bahwa anaklah yang pertama kali ditanyakan oleh seorang ayah.

Jika kalian bernasip sama seperti saya, dengan segala kekurangan waktu jumpa dengan ayah, maka perhatikanlah ketika ayahmu sedang terbaring lelah di kasur, perhatikan bahwa sesungguhnya dalam tidur lelap itu masih ada satu perasaan yang tersimpan, perasaan dimana ingin kembali bermain bersama anaknya, jauh sebelum kamu menjadi dewasa, dan perlahan menjauhkan diri darinya karna dirimu merasa bahwa kamu sudah cukup dewasa untuk lepas dari dirinya.

Tidak mudah menjadi ayah, karena saya paham itu setelah saya kehilangan banyak waktu dengannya. Kehilangan banyak kesempatan untuk hati saya menilai bahwa prasangka jahat saya tentang ayah tidak benar adanya.

Sayangi ayah, karena sesungguhnya ayah pun ikut andil dalam kehidupanmu, sejauh apa pun dia denganmu sekarang.

Dan saat ini saya hanya berpikir, bisakah Allah ciptakan satu orang lagi yang baiknya seperti ayahku untuk anak-anakku kelak? Seperti ayahku yang dengan sabar berdoa , yang dengan susah payah bekerja, dan yang dengan sangat hati-hati membenarkan selimutku tiap malam di saat lelap menyelimuti.
 

Template by Best Web Hosting