Tampilkan postingan dengan label mari belajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mari belajar. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 April 2014

Peran Ayah dalam Dunia Parenting

Enjoy this post

Wiiih berat ya kayanya judulnya, padahal saya sendiri belum berkeluarga.  Belum berkeluarga bukan berarti saya gak punya keluarga, Alhamdulillah saya dititipkan di tengah keluarga yang harmonis dengan ayah dan ibu yang Insya Allah amanat dalam menjaga saya.

Berbicara mengenai parenting belakangan bulu kuduk saya dibuat merinding dengan pemberitaan seputar pelecehan seksual, gak hanya di media massa tapi kejadian serupa juga menghampiri salah satu murid taman kanak-kanak tidak jauh dari kediaman orang tua saya saat ini.  Saya mencoba menulis ini setelah sharing dan membaca berbagai literatur tentang parenting, kalo boleh jujur aslinya sih saya lagi bingung gimana nanti kalau saya jadi orang tua harus mendidik, menjaga, dan mengasuh anak saya.
Ini juga pelajaran buat saya sebelum mengakhiri masa lajang yang entah akan terjadi kapan dan dengan siapa.  Terkadang sebagai perempuan single kita sering lupa bahwa hakikat mencari pasangan juga bukan perkara teman hidup untuk menjadikan kita nyaman seumur hidup bersama dia, padahal perkara setelahnya itu jauh lebih penting, perkara iya atau tidak kita akan melahirkan nantinya kita juga butuh seorang pasangan yang bisa memaikan peran yang lebih dari sekedar pasangan idaman yakni ayah idaman untuk anak-anak kelak.

Suami idaman belum tentu bisa menjadi ayah idaman untuk anaknya, artinya adalah anak tidak bisa memilih dengan siapa dia akan dititipkan oleh pencipta-Nya, sekarang ini banyak suami idaman para wanita yang berhasil dimiliki, dengan kriteria mapan secara materi, enak diajak berkeluh kesah dan dengan sedikit bonus ketampanan, tapi mungkin setelah punya anak dia berubah menjadi sosok ayah yang hanya sibuk dengan membahagiakan anaknya hanya melalui materi dan lebih memilih membela diri dengan istilah "Tugas suami kan mencari nafkah, ya tugas istri dong yang mendidik anak."

Halooooo rasanya kalau ada seorang ayah yang ngomong begitu saya pengen banget teriak di hadapannya sambil bilang "Halooooo kan bikinnya sama-sama masa ngedidiknya gak mau sama-sama".  Anak itu butuh panutan, dan panutan utama adalah kedua orang tuannya.  Banyak yang bilang perempuan itu harus cerdas, karena dia madrasah utama bagi anaknya, tapi kadang kita lupa sebuah madrasah (sekolah) pasti punya kepala sekolah, siapa sosok kepala sekolahnya?  Ya pastinya ayahnya.

Kalau dalam rumah tangga sosok suami, dan ayah hanya berperan sebagai pelindung, tukang ngebenerin genteng yang bocor, dan pencari nafkah untuk anaknya itu artinya dia belum menjalani tugasnya sebagai kepala sekolah, hanya menjalani perannya sebagai penjaga sekolah. Seorang ayah sebagai kepala sekolah di dalam pendidikan anaknya adalah penentu visi bagi pendidikan anaknya kelak, kemudian menetapakan dan menjalankan misi bersama istrinya. Ibarat pesawat dia harus punya dua sayap untuk membawa penumpangnya selamat sampai tujuan (ke jenjang pernikahan anaknya kelak) dan kembali melakukan penerbangan yang baik dan bahkan semakin baik.

Sebagai contoh sederhana, ketika seorang anak tumbuh dan memasuki tahap Akil Baligh, bagi anak perempuan mungkin kita bisa dengan mudah mengetahui oh anak perempuan kita sudah akil baligh karena dia sudah mens dan setiap bulan kita juga bisa dengan mudah mengecek siklus menstruasinya, tapi apakah pernah bahkan saya kira hampir semua orang tua tidak tahu kapan pertama kali anak lelakinya mengalami mimpi basah yang artinya itu adalah salah satu tanda bahwa dia sudah akil baligh dan sudah dewasa, sudah memiliki kewajiban penuh untuk beribadah (ini dalam perpsektif saya sebagai umat muslim), kalau kita gak pernah tahu kapan anak kita pertama kali mimpi basah, kita gak akan pernah sadar kalau anak lelaki kita sudah dewasa, dan kita gak bisa marah-marah begitu saja ketika dia tidak mau shalat subuh karna mungkin malamnya dia mimpi basah.  Saat kita tahu pertama kali anak kita mengalami pubertas, kita juga bisa meminimalisir kejadian yang gak diharapkan dari anak kita, semacem pacaran yang berlebihan yang justru mengarah kepada tindakan seks pra nikah (petting maupun making love).

Seks edukasi pada anak saya rasa sekarang butuh, yang mengkomunikasikan yang tentu orang tua, dimana ibu mencoba mengkomunikasinnya pada anak perempuannya, dan ayah pun demikian kepada anak lelakinya, memberitahu dengan bahasa yang sederhana namun dapat dimengerti tentang bagian mana dalam dirinya yang harus dijaga dan tidak boleh disentuh oleh orang asing dan lain sebagainnya.

Di agama saya, islam pun mengajarkan dalam kita Al-Quran bahwa seorang ayah lah yang berperan penting dalam pembentukan mental dan pola pikir anak, terbukti dengan tokoh Lukman di surat Lukman, yang saya ketahui dari asbabunnuzul surat ini (sebab-sebab turunya Al-Quran) Lukman memang bukan Nabi, tapi terpilihnya nama Lukman dalam Al-Quran karena kepatuhan, dan keshalihan beliau dalam mendidik anaknya, bahkan Nabi Ibrahim a.s. beliau adalah seorang ayah yang sangat sibuk, dan suka berpergian jauh tapi beliau masih bisa mendidik anaknya dengan kasih sayang dan perhatian sehingga anaknya berhasil menjadi seorang nabi pula.

Untukmu calon, dan kaum ayah
Jangan pernah salahkan anakmu ketika dia menemuimu hanya untuk urusan materi,
Jangan pernah salahkan anakmu ketika dia menenemui karena dia sudah berbadan dua 
Jangan pernah salahkan anakmu ketika dia menenemui karena dia sudah menodai anak gadis orang lain
Tapi salahkan peranmu yang terlalu menjaga jarak dengan anakmu

Untukmu calon, dan kaum ayah
Jangan pernah salahkan istrimu jika kelak kamu merasa anakmu jauh darimu
Jangan pernah salahkan istrimu jika kelak dia berkeluh kesah dengan kelakuan anakmu
Jangan pernah salahkan istrimu jika kelak kamu merasa dia lebih memahami anakmu dibandingkan kamu
Tapi salahkan peranmu yang terlalu menjaga jarak dengan anakmu

Mari belajar menjadi sosok ayah yang bukan hanya panggilan di dalam keluarga, tapi menjadi seorang ayah yang hangat, menjadi seorang ayah yang menjadi satu-satunya tempat untuk berkeluh kesah bagi anak-anaknya, jadilah sosok teman hidup bagi istrimu kelak yang kiranya bisa diajak menjalankan satu visi yang sama membangun madrasah pertama bagi titipanmu kelak.

Lovelill2014

Jumat, 18 April 2014

Your 1st Salary Determine Your Rejeki

Enjoy this post

Sebenernya udah lama banget kepingin nulis ini disini, tapi apa daya baru kali ini saya punya cukup tenaga buat ngetik dan mikir apa yang mau saya kembangkan di postingan ini.

"Your 1st Salary Determine Your Rejeki"

Apasih maksudnya judul di atas?

Kalo diartiin kedalam bahasa Indonesia sih "Gaji Pertamamu Mencerminkan Rejekimmu".  Kalau kalian seseorang yang akan bekerja atau sudah bekerja dan akan mendapatkan gaji pertama mungkin postingan ini akan sangat berguna (haaahahaha pede).

Saya dapet kalimat itu dari ayah saya.  Sekarang pertanyaan saya adalah, saat kalian dapat gaji pertama dari hasil kalian bekerja, kemanakah uang itu mengalir?  Kalau jawabannya ke tangan kedua orang tua kalian, bersyukurlah karena Insya Allah rejeki kalian selanjutnya akan dipermudah.

Sedikit mengorek pengalaman pertama saya ketika mendapatkan gaji pertama hasil kerja sendiri (Tahun 2010, saya bekerja part time sebagai event freelancer) saat itu gaji saya hanya Rp 525.000,- untuk 3 hari kerja.  Gak seberapa sih, tapi puas banget rasanya, saat itu saya masih duduk di bangku semester 2.  Meskipun cuma seiprit dengan rasa takut saya memberikan uang itu untuk ibu, wiih pasti ibu saya bertanya-tanya dapet uang dari mana sebesar itu dalam waktu seminggu, padahal uang mingguan saya saat itu juga gak sebesar itu, akhirnya saya jelaskan asal usul uang tersebut yang Insya Allah HALAL.  Tiga tahun kemudian tepatnya saat saya sudah lulus kuliah dan bekerja di salah satu perusahaan, saya kembali melakukan hal yang sama, dengan tulus dan ikhlas tanpa diminta oleh orang tua, saya pun kembali memberikan gaji pertama saya yang saya dapat setelah lulus kuliah.  Dari semester dua saya memang sudah bekerja paruh waktu, demi pengalaman tambahan sekaligus uang jajan tambahan untuk traveling (hahaha).

Sebulan kemudian saya berbincang dengan Empok (panggilan untuk asisten di rumah), saya merinding dan cuma bisa membiarkan mata saya membendung air mata saat si Empok bilang ibu pernah nangis saat cerita sama dia kalau barusan ibu dikasih uang dari gaji pertama saya.  Saya gak nyangka ibu bisa sebegitu senengnya padahal pas saya kasih eksperesinya datar dan cuma bilang "Buat Ibu?" (Ibu saya emang punya gengsi akut buat bersikap romantis ke saya).

Orang tua sampe kapan pun gak akan pernah minta dari anaknya barang sepeser sekalipun dalam keadaan kepepet.  Saya tahu banget perjuangan orang tua saya sampai saya bisa menjadi seorang sarjana itu besarnya gak akan sebanding dengan uang yang saya kasih ke mereka.  Saya inget saat ayah saya cerita tentang anugrah limpahan rejeki dari Allah sebagai jawaban atas kegigihan dan kepatuhannya terhadap orang tua.  Ayah saya dulu yatim, Ama (Kakek) saya meninggal saat ayah masih kecil.  Dulu hidupnya sengsara, singkat cerita beliau menghidupkan diri beliau sendiri, dan saat umur 7 tahun beliau sudah bekerja sebagai "Pengajar Ulung", dulu beliau ngajarin temen-temennya yang kesulitan buat ngerjain PR, karna beliau punya otak di atas rata-rata anak umur 7 tahun, beliaupun bekerja sebagai "Pengajar Ulung", seperak dua perak beliau simpan untuk dikasih ke Nenek, untuk beli beras yang akan mereka santap menjadi bubur bersama denga keenam saudaranya yang lain.  Beliau juga tidak pernah lupa menyisihkan seperak uang untuk disedekahkan atas nama almarhum ama.  Dari gaji pertamanya yang cuma seperak itu, Alhamdulillah Allah melapangkan rejekinya, kehidupan beliau semakin kesini semakin membaik, dan Alhamdulillah kebaikannya itu juga saya rasakan sampai hati ini hehehe.

"Kalau gaji pertama kita udah kita kasih dengan ikhlas ke orang tua kita, Insya Allah rejeki kita selanjutnya bakal lancar.  Your 1st Salary Determine Your Rejeki.  Orang tua emang gak minta, tapi mereka gak akan pernah ngeliat sebesar apa yang dikasih, mereka cuma mau liat hasil didikan mereka buat ngejadiin anaknya mandiri udah berhasil.  Kalau orang tuanya meninggal,kasih haknya lewat sedekah, karna 3 hal yang gak akan pernah keputus saat anak adam mati: Ilmu yang bermanfaat, amal ibadah dan doa anak shaleh."

Yaa kira-kira itu yang ayah saya sampaikan, kurang lebih yang bisa saya ingat seperti itu.  Saya bersyukur punya ayah yang bisa berperan menjadi apa pun yang baik untuk saya.  Bukan sekedar seorang ayah yang statusnya memang berkewajiban sebagai ayah, bekerja dan menafkahinya saja.  Ayah saya partner terhebat, beliau bisa jadi guru, ustadz, sahabat, pacar, bahkan musuh (hahaha musuh main ledek-ledekan).

Oh iya kira-kira dua minggu lalu juga saya ngobrol santai dengan teman saya semasa kuliah dulu, namanya Ijal (gue berharap rejeki lo di pesiar ya jal biar gue bisa traveling gratis), yang bilang kalau mau sukses dikerjaan juga kita harus punya link, link itu penting, kalo gak ada link kita gak akan sukses, apalagi linknya sama yang di atas, sama Allah.  Saya cuma bisa ketawa karena saya baru mudeng sepersekian menit, iya juga sih.  Jadi saya semacem nemuin formala hebat untuk mempersiapkan masa depan saya yang hebat pula, yaitu kalau mau sukses kita harus bersikap baik terhadap orang tua dan tetap membangun link yang kuat dengan Allah, karena gak akan ada artinya kalau gaji besar tapi yang kita bangun hanya urusan dunia.

Mungkin ada juga sih yang ngerasa bahwa ini kan hasil kerja gue, ya gue lah yang lebih berhak buat ngatur semua.  Sebagai fresh graduate saya tau banget rasanya "KAGET" megang uang banyak dari gaji sendiri, kalap mau beli ini itu apalagi dengan sistem online shop yang merebak dimana-mana, tapi kalau saya pribadi saya lebih seneng ngasih semua gaji saya ke ibu saya, karena uang kita bakal diputer sama beliau.  Ibu-ibu itu manager keungan paling handal, tapi saya mohon maaf kepada para pembaca yang mungkin ibunya sudah tidak ada, tapi tidak ada bukan berarti tidak ada yang bisa kita jadikan panutan kan?  Yuk kita coba-coba mengingat bagaimana selama masa hidupnya beliau menjadi pengaturn keuangan terbaik di keluarga, kita contoh yang baik dari beliau dan kita perbaiki yang buruknya.

Gak akan pernah ada rejeki yang sia-sia saat kita kasih untuk keluarga terutama orang tua.  Jangan pernah bangga kalau hari ini kita bisa hura-hura dengan uang orang tua, tapi banggalah ketika kita sudah bisa menjamin masa tuanya akan jauh lebih bahagia dari masa muda yang pernah mereka beri untuk kita.  Uang gak akan seberapa tapi doa dan sikap baik kita itu akan jauh lebih berharga, karena orang tua gak cuma butuh bahagia di dunia, tapi juga disana di akhirat.



Lovelill2014



Kamis, 29 Agustus 2013

Siapa yang diincar kemudian ?

Enjoy this post

Postingan saya kali ini mungkin akan sedikit berat, bukan sekedar curcolan sehari-hari lagi melainkan saya ingin mengembangkan pemikiran - pemikiran pasca mengamati perkembangan politik dunia khususnya di negara-negara islam.

Belum setahun insiden berdarah penggelontoran rezim Khadafi, kini Mesir kembali berdarah pasca kudeta militer terhadap presiden terpilihnya Mursi.  Sebelumnya, keadaan Syuriah sudah parah lebih dahulu, bahkan sepekan ini muncul berita bahwa AS dan sekutunya sedang bersiap-siap untuk melakukan agresi militer ke Syuriah.

Bukan hal yang baru jika di balik semua konflik negara Timur Tengah adalah skenario bangsa Yahudi yang mayoritas hidup di Israel dan AS.  Yahudi dan negara Barat lainnya bersekutu untuk menghancurkan negara-negara islam khususnya di Timur Tengah.

Perhatikan peta sasaran bangsa Yahudi yang bisa kita katakan adalah Israel:
gambar: voa-indonesia

Setelah menggerogoti hampir dari luas wilayah Palestina sejak berabad-abad silam, gambar di atas adalah negara-negara yang menjadi target kebengisan Yahudi dan Barat selanjutnya.  Jika dalam kasus Mesir kita bisa berbicara bahwa tidak sepatutnya sebuah negara dipimpin oleh seorang pemimpin fanatik agama seperti Mursi, jawabannya memang tidak dapat disalahkan, namun dalam hal ini Israel dan AS seudah memiliki skenario setelah mengetahui bahwa betapa berpengaruhnya Mursi terhadap kebijakan di Mesir yang justru merugikan mereka.

Dibukannya jalur perdagangan terusan Suez, Impor produk ke Palestina sudah dibebaskan, dan hal hal lain yang membuat Israel merasa terancam.  Israel adalah boneka kekuatan AS di kawasan Timur Tengah, sedangkan AS adalah boneka Israel di mata dunia.  Jika dianologikan, apabila Israel ingin tetap menguasai negara-negara di atas dengan kekuatan penuh baik dari segi pengakuan maupun infrastruktur perang, dia harus menuruti apa pun yang diperintah AS, dan sebaliknya demikian AS akan memberikan apa pun yang di minta Israel jika kekayaan yang dikeruk terutama minyak dan uranium yang banyak tersebar di negara Timur Tengah bisa dengan leluasa dinikmati.  Untuk diketahui, jumlah uang yang digelontorkan oleh AS untuk Israel adalah sama dengan uang yang digelontorkan AS untuk membantu negara-negara di kawasan Benua Afrika, artinya porsi untuk banyak negara hanya digunakan untuk 1 negara.

Negara-negara di atas adalah negara yang menjadi pusat peradaban islam sejak nabi Ibrahim a.s sebagai pembawa garis keturunan Bani Israil, selain menjadi pusat peradaban kita ketahui negara Timur Tengah adalah negara kaya yang dikarunia limpahan minyak dan pertambangan lainnya, dan teritorial negara-negara teratas khusunya Mesir adalah jalur strategis perekonomian dunia melalui terusan Sueznya.

Jika syuriah difitnah dengan isu pengguanaan senjata kimia, Iraq difitnah dengan isu senjata nuklir yang disebut-sebut untuk menyerang AS, Mesir difitnah melalui strategi pemberian senjata kepada militernya dan justru dibuat untuk mengkudeta pemimpinnya, dan Palestina difitnah dengan pihak oposisi hisbutahrir (padahal Israel takut karena 3500 anak Palestin sejak di dalam kandungan sudah dididik untuk menjadi seorang tahfidz Quran yang artinya mereka memiliki kekuatan baik secara IQ dan keberanian, itulah mengapa di Palestin anak adalah target utama Israel), lantas negara islam lainnya akan difitnah dengan strategi apa?

Saya kira dari sekian banyak tragedi yang kita saksikan, bisa saja negara kita Indonesia yang menjadi incaran selanjutnya.  Mengapa?  Karena kita ketahui selain Indonesia adalah negara Islam terbesar di Asia, negara ini juga punya banyak limpahan kekayaan yang sekarang masih sangat mudah mereka nikmati, yang menjadi incarannya sekarang selain sektor minyak, gas, dan pertambangan, adalah pengeksploitasian uranium di Mamaju, Sulawesi Barat yang merupakan uranium dengan kualitas terbaik di dunia.  Jika ini menjadi aset yang bisa dimanfaatkan sendiri oleh kita, seperti Iraq yang memanfaatkan uraniumnnya sendiri tanpa dibagi-bagikan ke bangsa lain, jelas kita bisa saja menjadi target fitnah bangsa Yahudi dan sekutunya, mengapa tidak???  Kalau sekarang kita masih aman meskipun kita berteriak di tingkat Internasional mengenai tragedi kemanusiaan di negara Timur Tengah bahkan mengalahi suara bantuan yang seharusnya datang dari negara Liga Arab, itu karena masih terlalu banyak pemimpin kita yang sebenarnya menjadi antek-antek AS dan sekutunya.

B E R S A M B U N G ....
Dengan tulisan persamaan fitnah yang dibuat AS di Mesir, dengan yang pernah terjadi di Indonesia tahun 1998

Lovelill

Referensi:
http://voa-islam.com
http://majalah.hidayatullah.com/?p=2285
http://astrophysicsblogs.blogspot.com/2012_12_22_archive.html

Selasa, 27 Maret 2012

SUSAHNYA CARI NAFKAH

Enjoy this post

Sebenarnya sudah lama saya ingin menulis tentang ini, tapi mood saya seperti sesuatu yang mengambang di empang, timbul tenggelam walhasil baru kesampaian malam ini.  Setuju gak sih kalo saya bilang cari nafkah itu susah???  Setuju, setuju, setuju?? Pasti semua setuju, sekalipun yang bilang Milyader terkaya seantero galaxi bima sakti.

Sebelumnya saya mau narsis dulu nih, saya bersyukur banget terdampar di jurusan MICE (meeting, incentive, convention, exhibition) Politeknik Negeri Jakarta (dulu namanaya Politeknik UI), kenawhy?  Soalnya selama hampir 3.5 tahun jadi mahasiswa di sana, saya sudah bisa merasakan pergelutan dunia kerja, ya paling gak goresan pengalaman kerja di CV saya sudah bisa mencapai 1 lembar, nyalon gak minta uang lagi sama ayah, pacaran gak minta bayarin sama pacar (iyaalah), mau beli ini itu gak harus nunggu bonus akhir tahun dari ayah turun, travelling gak harus ngerengek nyerobot uang belanja si ibu hehe. ( Gak sombong loh cuma narsis).  

Okey korek yuk SUSAHNYA CARI NAFKAH

Ini dia pengalaman-pengalaman yang membuat saya bisa mengambil judul demikian:

1.  Kebetulan tanggal 28 nanti saya ada kerjaan, yah nyambi lah kerjaan ala mahasiswa jadi tenaga bantu buat nanganin event, udah sering sih sebenarnya bukan kali pertama kayak gini cuma tadi malem itu rasanya yang palung berat.  Kita sih biasanya dibayar 200-250/hari, gak besar tapi paling gak sekarang saya dan mungkin teman-teman saya udah gak harus minta sana sani buat seneng-seneng atau beli barang yang kita mau.  Bayangin, anak gadis malem-malem masih duduk termenung menunggu kereta di stasiun yang jaraknya masih jauh banget dari rumah, hujan deras, banjir, basah kuyup naiknya KRL Ekonomi lagi, yah untungnya sepi jadi bisa tidur sampai manggut-manggut.

2.  Nah di kereta yang saya tumpangi semalam biasalah ada pedagang-pedagang asongan.  Ada pedagang asongan yang bolak-balik depan saya,wajahnya gak bisa berbohong lagi kalo si Bapak sudah letih dan cukup berumur.  Duh gak tega miris banget ngeliatnya, si Bapak jualan camilan dengan harga Rp 1000,-.  Malam itu terpaksa ingkar janji sama ibu buat gak beli makanan di kereta, karena saya paham betapa berharganya uang Rp 1000,- untuk beliau, jadi saya beli beberapa bungkus.

3.  Sesampainya di rumah eng ing eng, tepat di gerbang rumah persis sesosok lelaki tua dengan muka lelah berdiri dengan pandangan panjang ke arah sekeliling.  Ya beliau ayah saya, beliau jarang pulang karena tuntutan pekerjaan, ini masa-masa sulit dalam kehidupan beliau dalam mencari nafkah jauh dari keluarga, sakit dirasakan sendiri, semua serb sendiri. Hebatnya beliau ketika pulang ke rumah dan menemui saya tidak berada di rumah, beliau akan setia berdiri di pagar, selelah apa pun kondisinya.  Tapi tadi malam beliau menunggu saya dengan keadaan muka pucat pasi, dan sedikit demam.  Itu semua akibat susahnya mencari nafkah.


Allah, saya bersyukur masih bisa merasakan betapa susahnya mencari nafkah, jadikan saya hamba-Mu yang selalu bersyukur untuk setiap detik kehidupan yang saya jalani.

Buat kalian di luar sana yang masih berfoya-foya di atas orangtua kalian, petantang petenteng dengan hasil kerj keras orangtua kalian, mempercantik diri dengan hasil kerja keras kalian, berpikirlah bagaimana susahnya mereka untuk mendapatkan itu semua sekalipun itu merupakan kewajiban mereka atas dirimu.

Dan untuk teman-teman yang sudah mulai mencari nafkah, jangan malu dan berkecil hati.  Kalian bekerja bukan karena kalian kekurangan nafkah, tapi kalian bekerja karena kalian sedang kekurangan ilmu kehidupan, sesungguhnya pengalaman itu mahal.  Bersyukurlah bahwa kalian orang-orang terpilih yang dibuka kan matahatinya untuk membantu orangtua kalian, membantu merasakan apa yang dirasakan orantua kalian, kalian adalah orang yang paling berbahagia yang bisa memiliki, merasakan, dan menyayangi apa yang bisa kalian miliki karena hasil kerja kelas kalian.

So....
Masih punya pikiran untuk foya-foya pake harta orangtua???



Lovelill
Bekasi, 27 Maret 2012
9.13 p.m




Kamis, 01 September 2011

Kehilangan

Enjoy this post


Apa yang membuat orang lain menjadi sangat begitu lemah di dunia ini? Jawabanya pasti KEHILANGAN.  Kehilangan menjadikan orang yang tadinya kuat akan menjadi sangat begitu lemah, Hitler pun yang kita kenal sangat kuat pada masanya menjadi sangat begitu lemah ketika dia kehilangan kekuasaan atas dirinya.

KEHILANGAN, tua muda, kaya miskin, cantik jelek, pasti akan merasakan sebuah kehilangan dalam dirinya.  Kehilangan mungkin akhir dari cerita, namun bagi saya kehilangan justru awal dari segala cerita.

Merasakan kehilangan bagi saya seperti memakan buah simalakama (meski pada kenyataannya saya belum pernah memakan apalagi melihatnya).  Saya yakin semua yang berputar di langit dan bumi berasal dari sebuah kehilangan dan berakhir di dalam sebuah kehilangan.  Kehilangan bisa mengantarkan seseorang ke arah kekuatan yang pada mulanya mungkin tidak ada dalam dirinya, tapi terkadang kehilangan justru bisa membuat hilang seluruh kekuatan yang ada dan membiarkan orang tersebut jatuh tersungkur ke dalam kelemahan yang mungkin akan membuatnya kehilangan dirinya sendiri.

Berbicara mengenai kehilangan, pikiran saya kembali melanglangbuana memutar kembali sejarah kehilangan yang begitu menyakitkan yang saya rasakan jauh sebelum saya mengerti kehilangan itu apa.  Saya bisa merasakan kehilangan itu begitu dekat dengan kehidupan saya, kehilangan itu begitu menghujam saya, tapi sekali lagi saya mencoba berpikir jernih menterjemahkan kehilangan itu lebih halus sehingga nalar saya bisa menerimanya sebaik mungkin.  Saya terima kehilangan itu menjadi sebuah keyakinan bahwsanya saya orang yang beruntung yang Allah pilih untuk mendapatkan kehilangan itu.  

Saya merasakan keberuntungan yang sangat besar dari sebuah kehilangan yang saya rasakan, sebuah keberuntungan yang mengantarkan saya sebagai seorang anak ingusan yang harus pandai bersyukur, sebuah keberuntungan yang mengantarkan saya untuk menjadi seorang anak yang lebih kuat, sebuah keberuntungan yang mengantarkan saya menjadi seorang hamba yang harus lebih berikhtiar berjalan di jalan-Nya, dan sebuah keberuntungan yang memberikan saya sebuah cerita bersejarah untuk saya kenang sepanjang hidup saya.

Kehilangan membuat saya berpikir keras untuk terus bersikap adil pada diri saya.  Ada kalanya saya mendzolimi diri saya sendiri dalam sebuah kehilangan.  Kepedihan yang mendalam, itulah yang membuat saya menghakimi diri saya sendiri dengan brutalnya pasca kehilangan sesuatu, padahal yang indah dari sebuah kehilangan adalah kebersyukuran kita terhadap suatu nikmat.

Ketahuilah kawan, bahwa setiap detik waktu yang kita lewati adalah sebuah kehilangan.  Kita kehilangan masa lalu, tapi apa? kita akan mendapatkan masa depan.  Dimensi waktu mengantarkan kita pada sebuah kehilangan masa-masa yang pernah kita lewati, tapi tidak pernah membuat kita merasa kehilangan cerita yang akan menjadi sejarah di masa yang akan datang.

Kehilangan menjadikan orang lebih kuat, lebih bisa berpikir jernih dan mensyukuri apa yang ada di hadapannya.  Jangan berpikir dengan kehilangan kalian telah diperlakukan tidak adil oleh Tuhan, karena sesungguhnya melalui kehilangan Tuhan sedang berbicara dengan sangat indah dan santunya kepadamu.  Percayalah, tidak ada kehilangan yang lebih menyakitkan di dunia ini kecuali kalian kehilangan keimanan kalian dalam bertuhan, kalian telah kehilangan pedoman bertuhan dalam hidup kalian, terlahir sebagai apapun kalian. Islam, Nasrani, Budha, Hindu, Kongucu, semua akan mengalami kehilangan, dan kehilangan terdalam yang patut kalian takuti adalah saat kalian kehilangan sebuah kehilangan yang bersumber dari Sang Pencipta, sebuah keimanan yang berjalan dalam hati.

Jumat, 05 Agustus 2011

Hakikat Meninggalkan dan Ditinggalkan


Saya hanya ingin belajar mengungkapkan pendapat, tidak ada maksud menyindir atau pun menyinggung.  Tulisan ini juga sekedar mengingatkan saya untuk tidak menjadi pribadi yang egois dan kaku.  Sebuah tulisan yang hanya mencoba menembus ruang pemikiran-pemikiran orang tentang keputusan penting dalam hidupnya, tentang sebuah keputusan menyikapi sebuah hakikat kehidupan dalam pengambilan keputusan yang mungkin didasari oleh dua pemikiran cinta dan logika.

Hidup nampaknya seperti sebuah bom waktu yang kapan saja siap meledak.  Sebuah cerita yang awalnya dimulai dengan proses kelahiran anak manusia yang kemudian perlahan menapaki hidup dan pada akhirnya pergi dalam waktu yang tak satu pun orang tahu.  Yaah begitulah hidup, sebuah hakikat meninggalkan dan ditinggalkan.

Berbicara tentang meninggalkan dan ditinggalkan saya jadi berpikir jauh untuk menerobos kehidupan orang lain di sekeliling saya yang memilih berbagai keputusan ekstrim pasca ditinggalkan pasangannya, khususnya di dalam sebuah pernikahan.

Bukan maksud menghakimi keputusan mereka, toh hidup mereka adalah mereka yang mengetahui apa yang baik dan yang tidak, tentu juga keputusan mereka adalah keputusan yang didasari atas kehendak Tuhan.

Keputusan apa yang saya maksud??

Keputusan untuk menikah lagi atau tidak setelah ditinggalkan pasangan.

Jika ada seorang istri yang ditinggalkan suaminya keputusan menikah lagi tentu didasari oleh logika dalam pemikiran utama mereka.  Saya berani berpikir demikian karena saya menemui banyak istri yang sudah ditinggal mati suaminya dan mengataskan logika untuk memutuskan menikah kembali ketimbang mengataskan cinta.

Seorang istri yang kemudian terlahir sebagai ibu setelah ditinggal mati suaminya pasti akan berpikir "hendak jadi apa kehidupan anak saya kelak???  bagaiamana saya bisa bertahan hidup tanpa ada seorang suami yang bisa menafkahi saya dan anak-anak saya? Bagaimana dan bagaimana!"

Logika seorang ibu menyertai anaknya.  Saya rasa tidak salah jika memang hal utama memutuskan menikah kembali karena kepentingan masa depan anaknya.  Toh seorang ibu tidak akan sampai hati melihat masa depan anaknya suram.  Mereka tidak hanya butuh kasih sayang, tetapi juga materi.  Lumrah jika keputusan awalnya adalah sebuah logika yang dikedepankan, toh pada akhirnya seiiringnya waktu berjalan akan ada cinta yang jauh lebih dikedepankan ketimbang logika.

Berbeda dengan istri berbeda pula dengan suami.  Suami juga mengedepankan logika, namun mungkin cenderung agak egois.  Wajar saya rasa, karena lelaki terlahir dengan nafsu yang lebih kuat.  Suami akan cenderung berpikir bagaimana bisa dia hidup tanpa belaian seorang wanita.  Lebih baik menikah lagi ketimbang harus mencari alternatif "Jajan", atau jika logika sehat mereka berjalan mereka akan sedikit berpikir "Siapa yang akan merawat anak-anak saya kelak sementara kodrat saya adalah mencari nafkah."

Keputusan kedua adalah keputusan yang mengedepankan Cinta.  Saya sangat salut dengan orang yang masih bertahan setelah kematian pasangannya tanpa adanya pernikahan lagi setelahnya.  CInta bermain dengan keihlasan dan keyakinan bahwa dia bisa berjalan sendiri, ada ataupun tanpa pasangannya.  Toh jasad memang terkubur, tapi raga tetap ada.

Entah akan jadi seperti apa saya kelak ketika dihadapkan dalam drama hidup seperti itu.  Saya menyadari bahwa kehidupan itu adalah menerima kepergian setelahnya.  Saat ini saya hanya berdoa, kelak Tuhan melahirkan saya dalam dua fase lagi, yakni menjadi istri dan ibu, tolong lahirkan saya sekali seumur hidup.  Artinya biarkan saya menikmati menjadi seorang istri hanya sekali sampai saya tua, izinkan saya dan suami saya hidup sampai kakek nenek, paling tidak sampai kami benar-benar siap meninggalkan satu sama lain dalam keadaan anak-anak kami sudah cukup merasakan kasih sayang kami, dan sudah cukup kuat untuk kami tinggalkan.  Izinkan pula saya menjadi seorang ibu yang sel telurnya dibuahi hanya dari sel jantan lelaki yang sama seumur hidup saya.  Kalo pun Allah berkehendak lain, jadikana keputusan saya seimbang, logika menerima cinta, dan cinta menyertai logika.

Senin, 21 Februari 2011

Pembentukan Kata Sifat dalam Bahasa Jepang

Enjoy this post

Wah rasanya sudah lama saya tidak memposting tulisan tentang Bahasa Jepang. Sekarag mari kita lanjut mengenal Bahasa Jepang dalam pembahasan "Pembentukan Kata sifat dalam Bahasa Jepang.MySpaceMySpaceMySpace.

Sebelum melangkah lebih jauh, kita harus tahu terebih dahulu bahwa dalam Bahasa Jepang kata sifat dibedakan menjadi 2 yakni kata sifat -NA, dan kata sifat -I. Untuk apa pembedaan kata sifat ini? Pembedaan kata sifat ini akan terlihat jelas pada saat penggunaan pembentukan kata sifat di dalam sebuah kalimat negatif.

Eiiiss MySpace jangan terburu-buru, sekarang kita lihat bagaimana pembentukan kata sifat dalam kalimat positif :

Vino-San wa Hansamu Desu
(Vino tampan)
Vino-San wa Omoshiroi Desu
(Vino Menarik)

Perhatikan dua kalimat di atas, dalam kalimat positif kita belum perlu membedakan mana kata sifat -Na dan mana kata sifat -i. Penjelasan kata sifat "Hansamu" dan "Omoshiroi" ditegaskan oleh partikel -Wa. Jadi secara tidak langsung kita mendapatkan satu pola kalimat sederhana dalam pembentukankata sifat yakni :

(SUBJEK) WA (KATA SIFAT) Desu

Sekarang mari kita lihat pola kalimat negatif! Sebelumnya saya akan memberi beberapa kata sifat, baik kata sifat -Na maupun kata sifat -I MySpace:

Kata Sifat -Na

Hansamu (na): Tampan
Kirei (na): Cantik, Indah, Rapih
Shizuka (na): Tenang
Nigiyaka (na): Ramai
Hima (na): Senggang
Genki (na) : Baik
Shinsetsu (na): Ramah, Baik hati
Benri (na): Praktis
Suteki (na): Bagus Sekali
Yuumei (na): Terkenal

Kata sifat -i

ooki (i): Besar
Chissa (i): Kecil
Atarashi (i): Baru
Furu (i): Kono, Lama
Ii (yoi): Baik
Waru (i): Jahat
Atsu (i): Panas
Samu (i): Dingin (cuaca)
Tsumetai: Deingin(benda)
Yassashi (i): Mudah
Muzukashi (i): Sulit
Yasu (i): Murah
Taka (i): Tinggi, Mahal
Hiku (i): Rendah
Omoshiro (i): Menarik
Oiishi (i): Lezat
Isgoshi (i): Sibuk
Tanoshi (i): Menyenangkan
Shiro (i): Putih
Kuro (i): Hitam
Aka (i): Merah
Ao (i): Biru

Contoh kalimat negatif untuk kata sifat -Na adalah :

Watashi wa kirei Ja Arimasen
(saya tidak cantik)

Uchi wa nigiyaka Ja Arimasen
(rumah tidak ramai)

Jadi untuk kata sifat -na dalam kalimat negatif memiliki pola kalimat seperti berikut:

(Subjek) Wa (Kata sifat Na) JA ARIMASEN

Bagaimana dengan kata sifat -i ?

Contoh kalimat negatif untuk kata sifat -i adalah:

Pasokon wa yasu kunai desu
(komputer tidak murah)

Tabemono wa oishi kunai desu
(makanan tidak enak)

Jadi untuk kata sifat -na dalam kalimat negatif memiliki pola kalimat seperti berikut:

(subjek) Wa (kata sifat) KUNAI desu

Untuk lebih mudah megingatnya kita hanya perlu mengangat bahwa kata sifat -Na dalam pola kaliamat negatif selalu diikuti dengan kata JA ARIMASEN , sedangkan kata sifat -i dalam pola kalimat negatif selalu diikuti dengan kata KUNAI.

Bagaimana jika kita ingin bertanya menganai kata sifat? Gunakan kata tanya "DOU" (Bagaimana)

Vino-San wa DOU desu ka ?
(Vino Bagaimana)

Jawabnya sepert di atas

Vino-San wa hansamu desu

Jadi pola kalimat tanya seperti ini

(Subjek) wa (DOU) desu ka.

Kita juga harus mengenal frase adjektifa (kata benda yang disifatkan). LIhat contoh kalimat di bawah ini :

Sakura wa Kirei na hana desu
(bunga Sakura adalah bunga yang cantik)

Niku wa oiishii na tabemono desu
(daging adalah makanan yang enak)

PErhatikan partike "NA" pada contoh kalimat di atas. Partikel "NA" inilah yang menegaskan frase adjektifa yang terbentuk dalam kalimat di atas. Jadi dapat kita tarik pola kalimatnya seperti ini:

(Subjek) wa (Kata sifat) NA (Kata Benda) desu

Jadi (kata sifat) na (kata benda)merupakan satu kesatuan yang disebut sebagai frase adjektifa.

Bagaimana mudah bukan untuk membuat satu kalimat yang mengandung unsur kata sifat dalam Bahasa Jepang? Silahkan mencoba dan mohon maaf bila ada kesalahan MySpaceMySpace




Senin, 17 Januari 2011

Sudahlah Kawan !!

Enjoy this post

Tulisan ini sebenarnya hanya unek-unekku, tak ada yang berlebihan hanya ingin mengambil sikap, sikap dalam menghadapi perubahan yang drastis dalam kehidupan kampusku saat ini.  Perubahan apa?  Perubahan yang aku bahkan beberapa mahasiswa di jurusanku rasakan, sebuah perubahan dari pengambilan keputusan untuk mengacak kelas.

Di beberapa universitas permasalahan pengacakan kelas mungkin bukan hal yang harus disikapi dengan gaya aneh, dan berlebih.  Pasalnya mereka terbiasa dengan sistem pengacakan kelas, sedangkan di kampusku hampir 3 tahun ini sudah tidak diberlakukan, dan baru pada semester genap inilah sistem tersebut kembali digunakan.

Desas-desus pengacakan kelas mulai santer terdengar sejak mahasiswa libur kuliah.  Aku pun melemas seketika, bahkan berontak sebisanya saat mengetahui isu pengacakan kelas.  Beberapa hari sebelum masuk kuliah, barulah isu tersebut menjadi nyata.  Banyak pro dan kontra yang merebak dari mulut mahasiswa, tak terkecuali pada diriku.

Saat itu aku dan beberapa temanku menuliskan keluh kesah kami di akun twitter pribadi milik kami, bahkan beberapa ada yang mengirimkan sms kekecewaannya padaku.  Ya Tuhan, tubuhku sangat melemah, lemas seketika ketika aku mengetahui sahabatku Tiwi, tidak sekelas lagi denganku.  Lemas, marah, kecewa, sedih, berkecamuk menjadi satu.  Baru beberapa setelah itu aku bisa menerima keputusan tersebut dengan ikhlas setelah beberapa pandangan positif di benakku bermunculan.

Pandangan postif apakah itu??

Mungkin sebagian dari kalian yang kontra terhadap keputusan ini seketika akan geram denganku, jika aku di samping kalian hujatan demi hujatan bisa saja kalian lontarkan padaku, tapi ini aku kawan.  Aku bukan kamu, dan kamu bukan aku!  Kita punya pemikiran yang berbeda, dan inilah aku dengan pemikiranku.

Baiklah mari menuju beberapa pandangan positif yang beredar di kepalaku !

1.  Hanya berpisah kelas, bukan berpisah untuk selamanya.

Hampir 2 tahun kebersamaan dengan teman-teman sekelasku terdahulu membuat kami sudah seperti layaknya keluarga kecil bahagia.  Keluarga kecil dimana ada konflik, kecerian, kebersamaan, yang telah mengisi lembar cerita di antara kami.  Mungkin ada pula yang sudah terbentuk ikatan yang lebih dari sekedar teman yakni sahabat.  Dua tahun bukan waktu yang singkat, bukan pula waktu yang lama untuk bisa saling memahami satu sama lain.  Mungkin perasaan takut tidak diterima apa adanya oleh teman baru, dan jauh dari sahabat sendiri adalah faktor utama mengapa terlalu banyak kotntra yang timbul.  Tapi ingat kawan, kelas memang berbeda, tapi selama kelas itu masih berada di salam satu gedung yang sama tidak menjadi masalah.  Toh hanya berpisah kelas, bukan berpisah untuk selamanya.

2. Langkah awal membangun suatu bisnis

Kawan bukankah kita berada di satu jurusan yang akan mengantarkan kita pada dunia bisnis secara lebih dalam???  Tentu kalian sering mendengar kalimat ini dari dosen maupun para alumni "Usahakan link kalian harus kuat!  Perbanyak teman jika ingin sukses membangun suatu bisnis!"  Di sini kawan, di kampus inilah saat kita membangun hubungan pertemanan sebanyak-banyaknya.  Hidup itu epos alias tabungan, ketika kalian berpikir cukup berteman dengan teman sekelas yang sama justru akan terjalin link yang kuat nantinya itu salah besar.

Aku bahkan mungkin kalian tidak sepenuhnya mengenal teman kalian di jurusan, mungkin hanya sekedar mengenal nama, tampang, tanpa mengenal kepribadiaannya.  Jangankan untuk mengenal kepribadiannya, kadang untuk menyapa saja enggan, tapi ketahuilah bahwa masih ada banyak waktu untuk menyaksikan perubahan! Siapa tahu orang yang hanya kita kenal tadi 5 tahun yang akan datang bisa menjdai orang yang berpengaruh bagi kelangsungan bisnis kalian, oleh sebab itu semakin banyak teman yang kalian peroleh saat kuliah, itu menunjukan bahwa langkah awal membangun bisnis dalam diri kalian sudah 30% terlaksana.

3.  Punya cerita baru

Jika kita terpisah dengan sahabat, atau beberapa teman dekat kita yang lain dan bertemu orang baru, pasti akan ada saja topik seputar teman barumu itu yang mau tidak mau suatu saat nanti pasti akan menjadi bahan cerita ketika kalian kumpul.  Bagus kan untuk menemani kumpul-kumpul ala kalian jika tiba-tiba kalian kehabisan bahan obrolan, etss bukan berarti kalian gibah loh! Atau jika anak cucu kalian bertanya bagaimana kalian sewaktu kuliah, mereka tidak akan jenuh dengan cerita kalian dengan objek pembicaraan yang sama, dia lagi dia lagi.  Mungkin dengan adanya penacakan ini kalian bisa lebih kenal si Ini yang suka ngupil sembarangan, si Ono yang suka tidur di kelas, si Itu yang suka kentut, bla bla dan bla.  Hidupmu tidak harus monoton kan dengan adanya cerita baru dari teman baru??

4.  Belajar banyak karakter

"Ah bete gue sekelas sama si ini, itu, ono,"  Ya ya ya , ini juga yang menjadi penyebab kontranya pengacakan kelas "KETIDAK COCOKAN KARAKTER."  Seperti prinsip awalku bahwa, aku bukan kamu dan kamu juga bukan aku, jadi wajar kita memiliki perbedaan karakter sekali pun suatu karakter yang sangat radikal dan sulit untuk kita terima.  Ingat kawan, hidup bukan mengejar kenyamanan, tapi menaklukan ketidaknyamanan menjadi suatu kenyamanan bagi diri kita.  Jika baru kuliah saja kita merasa sangat tidak nyaman dengan karakter beberapa teman baru kita, bagaimana jika sudah terjun ke dunia kerja apalagi dunia bisnis yang luas, terlalu banyak karakter aneh yang bertebaran di luar sana, mungkin sedikit atau banyak pernah kita temui di kampus, jika di kampus kita lebih banyak menemui karakter aneh yang membuat kita merasa tidak nyaman, itu malah bagus bukan?  Artinya ketika kita sudah bekerja dan menemui karkter aneh yang sama, pola pikir kita akan terbiasa untuk menaklukannya.

5.  Mereka lebih tahu yang terbaik untuk kita.

Dulu aku sering berpikir kenapa sering ada keputusan, jika terkadang keputusan itu membuat kita susah, padahal kita belum tahu bahwa sebenarnya keputusan itu akan membawa efek yang sangat baik.  Sehari setelah aku tahu bahwa kelasku diacak, ku ceritakan semua pada ayah, lantas ayah menasehatiku dengan kesimpulan yang bisa ku tarik adalah dengan siapa pun, dan dimana pun kita berada jika kita sudah punya prinsip untuk menjadikan diri kita lebih nyaman, maka tidak akan ada pengaruh apa pun meski kelas di acak.  Aku pun kembali bertanya pada diriku, bagaimana bisa aku melarang hatiku untuk menjalani keputusan yang telah dibuat para petinggi jurusan sedangkan mereka lebih tahu yang terbaik untukku.

Nah itu dia pemikaran positif yang membuatku saat ini sudah lebih bisa menerima keputusan ini dengan legowo.  Ingat kawan, kita bukan bocah kemarin sore alias yesterday afternoon boy yang berpikir bahwa hidup adalah senang-senang dengan teman saja, saatnya menabung pertemanan demi kelangsungan hidup di masa yang akan datang.  Jika kamu saat ini berpikir kamu hebat, punya banyak segalanya sehingga kamu hanya bergaul dengan teman yang kamu anggap selevel dengamu, maka ingatlah hakikat dirimu saat ini hanya parasut yang terselubung indah di mata orantuamu, dan aku, kamu, dia, mereka, bahkan kita masih memiliki banyak waktu untuk membuktikan akan seperti apakah kita ke depan???  Hari esok adalah kamu dan hari mu ke belakang!!  Sekali lagi, kita berhak untuk bicara, jika tulisanku dianggap menyimpang, mohon maaf yah!MySpaceMySpaceMySpace


Depok, January 17th 2011

Kamis, 13 Januari 2011

Tulisan Yang Terpendam Untuk Alm.Om Bastian Tito

Enjoy this post

Sebelumnya ucapan terimakasih ku ucapkan untuk Bang Vino G Bastian   yang sudah membalas tweet ke-14ku hari ini untuknya, jujur gematar rasanya saat aku memberanikan diri untuk menuliskan kisah ini.  Jemariku kaku, dingin yang cukup merasuk di tulang jemari ini rasanya tak mampu menggambarkan kebahagiannku.  Berlebihan memang, tapi sudahlah ini aku dan beribu perasaan yang berkecamuk malam ini.

Sudah lama aku ingin sekali membaca postingan di blog pribadi milik  Kak Upi kekasihnya Bang Vino, terutama postingan tentang ayahnya Bang Vino, temanku yang mengatakan bahwa ada satu tulisan dimana aku bisa mengenal lebih jauh sosok Almarhum Om Tito, tapi rasanya aku belum siap, dan akhirnya ku putuskan untuk membacanya malam ini.

Selain Pak Habibie, Almarhum Om Dono Warkop, aku juga mengidolakan Om Bastian Tito, atau yang akrab dipanggil Om Tito.  Om Tito lahir empat hari lebih cepat dari ayahku,23 Agustus, namun dengan jarak usia yang lebih jauh, Om Tito kelahiran persis Indonesia masih orok sedangkan ayahku menyusul 14 tahun kemudian.  

Sebelumnya mungkin tidak banyak yang tahu sosok Bastian Tito,  pada awalnya yang kalian tahu adalah Vino G Bastian, tapi bagiku Om Tito maupun Bang Vino 2 lelaki yang berbeda yang memiliki segala perbedaan dan satu kesamaan, kesamaan bahwa mereka sama-sama terlahir sebagai sosok besar di era masing-masing.

Dulu aku masih ingat, ayah dan ibu tidak pernah mengizinkanku menonton drama apalagi sinetron, kecuali 2, yakni Keluarga Cemara dan Wiro Sableng.  RCTI, ya, hari Minggu tiap pukul 10.00 setelah kenyang dengan kartun-kartun yang tak kalah hebohnya di era tahun 1997, tontonan wajib yang diperbolehkan ayah ibuku adalah Wiro Sableng.

Dengan gaya yang khas dan jenaka, ketololan yang tidak dimiliki oleh Super Hero mana pun selalu menjadi bahan tertawaan kami bertiga saat menyaksikan Wiro Sableng beraksi, bahkan ibu pernah membelikanku sandal gunung yang dipakai oleh Wiro Sableng, yang pada saat itu sangat populer di kalangan masyarakat.

Aku yang sangat jarang memiliki waktu bersama ayah, sangat merasakan aku punya begitu banyak waktu saat ayah mendampingku menyaksikan si Wiro beraksi.  Dengan sabar ayah duduk di samping, bahkan terkadang mempraktekan jurus-jurus sinting nan gendeng yang sering dikeluarkan oleh Wiro Sableng.

Beranjak meninggalkan era-90an, Wiro Sableng pun ikut meninggalkanku dan jutaan pecintanya.  Sampai aku beranjak di usia 13 tahun, tepatnya kelas 3 SMP, aku mulai mencari tahu siapa sosok di balik kekuatan Wiro.  Pasti ada orang yang lebih kuat dari Wiro ataupun gurunya Sinto, dan ya sosok itu adalah om Bastian Tito.

Aku ingat sewaktu duduk di bangku SD, saat itu guru seni rupaku bertanya siapakah super hero yang terkenal di dunia ini?  Teman-temanku menjawab, Superman, Batman, bahkan ada yang menjawab dengan bodohnya P-Man (Super Heroo kartun jepang) tidak salah memang jika temanku menyebutkan nama P-Man, tapi anehnya dia menyebutku dungu saatku menyebutkan nama WIRO SABLENG.  Kontan aku yang terlahir sebagai anak perempuan yang berlebih (lebih garang, lebih sangar, lebih sableng) langsung menarik rambutnya yang kala itu panjang seperti tokoh Bang Poltak, dan berkata " Kamu yang dungu, P-Man super hero, dia tuh kartun! Super Hero tuh Wiro Sableng! (tanpa ingin merusak citra kartun P-Man, maklum dulu aku masih bocah).  Lalu temenku menjawab "Apa buktinya si Wiro super hero?" . Aku diam sebentar, dan kuceritakan salah satu adegan ketika Wiro sedang menumpas kejahatan di salah satu scene yang ku lihat, dan mereka akhirnya berkata "Wah iya bener Wiro Sableng super Hero!"  akhirnya teman sekelasku memanngilku si Gendeng, bukannya marah aku malah senang, entahlah nama Gendeng enak didengar, ketimbang Gila, tolol, atau apalah.

Beruntunglah dalam diriku bercampur senyawa-senyawa kimia yang tertumpuk di dalam gen, mungkin tulisan kode genetiknya gen DOYAN BACA, akhirnya aku memutuskan untuk mencari beberapa buku karya Om Tito.  Setengah budek hampir dibuatnya, mencari sepanjang emperan kuitang (saat ini sudah pindah di Senen), tapi hanya 1 buku yang sudah compang-camping namun masih layak dibaca, ya buku dengan judul Serikat Candu Iblis berhasil ku dapat dengan harga 15.000, itu pun harus adu mulut dengan abangnya yang saat itu menawari dengah harga 30.000 (maklum masih SMP, belum punya banyak uang).

Rasanya tak cukup untukku membaca buku yang tebalnya kurang lebih 125 halaman, ku cari kembali dengan semangat 45, namun tak ada hasil, entahlah sulit kudapati.  Tapi tenang, sekarang aku mulai bisa membacanya  karena beberapa buku sudah berhasil ku unggah melalui Internet (ini dia SI Sableng di era gegap gempita, tapi tidak gagap).

Menginjak tahun 2006, tepatnya saatku memulai awal hidup menjadi anak SMA, aku kembali dirundung duka saat aku mengetahui Om Tito meninggal, aku pun mengetahuinya dua bulan sesudahnya, karena memang tak banyak media yang mengekspos kepergiannya.  Aku yang hobi dengan primbon asal-asalan kembali memutar otak saat ku melihat angka kepergian Om Tito 2-1-2006, lihat!! persis dengan tato yang terpampang di tubuh Wiro yang sudah melekat dan menjadi ciri khasnya 212.  Mungkin ini yang disebut selalu ada ikatan cinta, dimana ada Om Tito yang dengan sabar menghidupkan tokoh Wiro, dan  tokohWiro yang telah menghidupkan Om Tito seperti yang dituturkan bang Vino dalam tulisan Dari Seorang Super Hero,  tanggal ini ada sebagai kenangan terakhir bagi Almarhum Om Tito.
Oh iya, aku pun juga suka dengan anaknya Om Tito, hehe.  Bukan karena ketampanannya,  tapi karena ketotalitasannya dalam bekerja yang mungkin menjadi satu kemiripinnya dengan almurhum. dan kadang kesintingannya yang tergambar dalam penokohan yang dilakoninya (kalo pun aslinya begitu, aku padamu lah bang *minta ditimpuk kak upi* )  Bagaimana pun tidak ada seorang anak yang bisa membuang sifat orangtuanya, beruntunglah bang, sifat totalitas Om Tito ada di dalam diri abang.

Om Tito, jika Om Tito membaca tulisanku dari Surga sana (amin), aku hanya ingin berterimakasih karena telah engkau jadikan aku, seorang anak yang sableng nan gendeng selalu bisa tertawa dengan lepas saat melihat Sang Wiro.  Terimakasih berkat karya Om, aku sang pengemis waktu dari ayahku sendiri bisa merasakan banyak memiliki waktu saat ayahku bisa menemaniku bahkan mengajariku jurus-jurus gendeng.  Terimakasih, berkat kegendengan tokoh Wiro, telah kau jadikan hidupku yang penuh kekangan karena tidak boleh menonton drama menjadi hidup yang paling berharga, karena ku tahu ini adalah 1 dari ribuan tontonan yang layak ditonton meski untuk anak kecil sekali pun.

Bang Vino...
Tetep jadi abang yang selalu mengingat pesan papa yah bang!
Ada papa yang selalu akan mendukung abang,
Bukan abang sebagain anak dari seorang Bastian Tito,
Tapi sebagai VINO GIOVANI BASTIAN yang dengan kelebihan dan ketotalitasan abang.
Jadilah Vino yang melegenda layaknya Wiro Sableng dalem diri seorang Bastian Tito

*buat anak jaman sekarang yang cuma kenal Bang Vino tapi gak kenal Papanya apalagi siapa itu Wiro Sableng, ini dia fotonya*
Bastian Tito dan Wiro Sableng.


Om Bastian Tito yang lumayan ganteng nih kayaknya pas muda, sama si sableng Wiro!!!  Yeaah  Rock and Roll ye bang Sableng!




 









SALAM SABLENG NAN GENDENG BERPADU ROCK AND ROLL

Bekasi, 13 Januari 2011
(1:22 waktu laptopku)

Senin, 10 Januari 2011

Blackberry vs Iphone !

Enjoy this post

Hay guys, wah udah lama banget yah aku gak ngeposting tulisan pake bahasa Indonesia,  maaf yah bukan mau sok-sokan jadi cincau lola tp karna aku punya tuntutan ada deh haha maaf yah MySpace.

Wah sekarang pengguna Blackberry (BB) sedang kocar-kacir nih, bukan kali pertama pemerintah berniat untuk memblokir smart phone yang satu ini. Awal Agustus 2010 yang lalu pemerintah sudah mulai membuka wacana pemblokiran penggunaan BB setelah sebelumnya Arab Saudi dan Uni Emirat Arab lebih dahulu melakukan pemblokiran.

Kenapa sih, emang kenapa kok BB diblokir??

Nah buat kalian pengguna BB jangan jadi followers saja yang tidak tahu sejarah penggunaan BB. Jangan bilang kalo kalian gak tahu tentang sejarah penggunaan BB. Aku mau ketawa dulu yah soalnya keinget pas ospek 2 tahun lalu saat BB baru muncul di permukaan.

Ini dia kisahnya :

Saat itu aku mendapat materi ospek tentang bagaimana berbisnis jaringan operator yang dibawakan oleh alumni kampusku yang bekerja di Indosat. Saat itu beliau bertanya pada hampir 100 orang peserta osepek bagaimana sejarah munculnya BB. Tidak di sangka hanya ada satu orang yang bisa menjawab dan itu adalah aku. Padahal sepengamatanku, mayoritas peserta yang mengikuti acara tersebut adalah para pengguna BB. Yaaampun kalo aku jadi mereka malu deh, punya, pakai, tapi gak tahu sejarahnya, wong aku aja yang gak punya apalagi pakai tahu MySpaceMySpace

Emang waktu itu kamu jawab apa tentang BB ??

Jawaban ini sejujurnya baru aku ketahui dua bulan sebelum ospek tepatnya saat aku merengek untuk dibelikan BB kepada ayah. Dengan sabar ayah menceritakan bahwa BB sebenarnya bukan produk baru di dunia pertelekomunikasi. Kurang lebih sejak tahun 1995, RIM (Reserch in Motion) si empunya BB yang bermarkas di Kanada-Amerika Serikat sudah mulai memperkenalkan teknologi ini. Namun, baru di masa kampanye Barrack Obama, orag nomor satu di Amerika saat ini, nama BB melambung. Obama memanfaatkan fasiltas yang terdapat di dalam BB sebagai sarana untuk berkampanye, nah sejak itulah BB mulai di kenal banyak orang, dan di hampir sebagian besar penggunanya berasal dari Indonesia.  Pengennya sih setelah menjawab, dikasih hadiah BB gratisan gitu haha.


Nah udah tahu kan sekarang sejarah populernya BB ??

Terus terus mau bahas apalagi??

Aku mau bahas tentang perbincanganku kemarin dengan ayah. Dari awal kemunculan BB, aku gak tertarik-tertarik banget buat punya smartphone ini, cuma karena pengen tahu aja kaya apa sih virus BB yang sudah berhasil menghipnotis masyarakat Indonesia. Kemarin aku bermimpi untuk memiliki satu smartphone keluaran apple yakni Iphone 4G. kenapa aku bilang bermimpi?? Soalnya gak yakin bisa punya iphone MySpace.

Kenapa sih cinta mati yah sama Iphone??

Wok wok wok , I am falling in love at first sight with Iphone since 2008. Ya 2008. Awalnya Iphone baru dikeluarkan oleh vendor apple tahun 2007, kalah muda memang dengan BB. Tapi meski seperti itu BB kan pada awalnya hanya diproduksi untuk keperluan korporate di Amrik sana.

Iphone 3G yang pertama kali diluncurkan apple, langsung memikat hatiku yang memang sudah sangat kagum dengan produk-produk apple (meski belum mampu beli)MySpace. Tapi kalo seandainya aku dikasih BB gratisan juga gak nolak sih.

Nih kenapa aku lebih milih iphone ketimbang BB, soalnya aku gak mau jadi followers BB, plus curahan hati pengguna BB yang gak sanggup dengan batrenya membuat aku semakin membuang BB dari daftar gadget yang aku inginkan. Maklum, aku salah satu pengguna handphone yang sangat boros menggunakan batre.

Meski BB dikategorikan aman dalam hal penyimpanan data, tapi buatku iphone lebih aman. Konsistensi apple dalam menjaga citra produknya yang tidak mudah diobrak-abik membuatku lebih merasa iphone lebih aman, meski akibat kekonsistensian iphone yang terkadang justru membuat paradigma konsumen yang menjadikan hal tersebut sebagai kelemahannya. Seperti transfer data lewat bluetooth yang hanya bisa sesama produk apple.

Masalah harga jelas BB lebih terjangkau, karena BB banyak mengeluarkan tipe. Dari yang premium, hingga pertamax (tapi ini bukan bensin loh), nah kalo iphone? yah mungkin hanya kalangan berhepeng subur saja yang mampu membelinya, pasalnya harga iphone baru seri terlama saja bisa mencapai angka 6 jutaan MySpace mahal sekali bukan ?

Kalo mau cari aman aku sih lebih milih iphone (amin amin amin), soalnya sampai sekarang belum ada desas-desus isu pemblokiran iphone, tapi buat kalian BB lovers sejati, teruskan saja menggunakannya, toh setiap produk memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing bukan?? Pilihan di tangan anda saudara-saudara !MySpace

Sabtu, 08 Januari 2011

When I spent my wonderful vacation

Enjoy this post

Last night I slept late, waited my father did his duties.  'till 1'clock am We told everything, we tried to remember all of moment ever did.  One of them is fishing in a lot of places.  Such as Anyer beach, Pakis beach, Tidung Island, and other fishing ponds near from our house.

Fishing is one of my father's hobbies other than reading and chess.  When my father have a free time for a long time, He always take me to escort him fishing in new place or a place had been visited by us.  If the weather is improving, not cloudy, low tide, and my father has a lot of time, He will take me to visit other sea in the vicinity of West Java, such as in the Anyer, Bandung, Krawang, 1000 islands, and Indramayu.

I think that when we spent our time for fishing my father has more much time then He spent his time to read all of book had been bought before unless we went to bookstore together.  Since I was child, I was difficult to have much time for spent my holiday together with my father, even to see each other at home too rare, so if my father have a long time for me I would utilize the best possible time I had for did everything I want together with may father.

Back to fishing, we still had variety of fishing gear since I was child.  If it mus be replaced my father will replaced it after he checked and maintained his fishing gear every weekend.  So, if we decided to fishing we just prepared baits and other equipment we need in addition to fishing gear.

Night before fishing, my father always called his friends to fishing together with us.  There are Mr.  Margo, Mr.  Salam, Mr.  Kasim, and other persons.  They are all my father's best friend since in elementary school.

If we decided for fishing in the sea, as a rule we chartered a boat for used by us for fishing in the middle of sea.  Furthermore we determined a strategic location of fishing.

When we got a strategic location, we were throwing the hook in to the see, waited so great patience 'till our baits eaten by fish.  STRIKE, whoopee one of us if there is a fish eaten the bait.  STRIKE is one of the moment that very exciting moment especially if we have waited so long.  But not all fish we caught, we took to be brought to our house, some of fish off to the see, because we know how important to keep the habitat of the fish.

There are about five sea We had been there.  But we so interest to fish in Karimun Jawa, and other sea in other island in Indonesia.  Ya, wish that next destination is Karimun Jawa.  Not only fishing but also we are able to see a eruption of Krakatoa volcano.   Amin!MySpaceMySpace

Jumat, 07 Januari 2011

Getting the Biggest Mandate




Previously I would like to thank God who has given me a thousand good in their studies. Exact date of January 4, 2010 I received the results of my study for a semester, how shocked I was when I discovered that the values I learned in 3rd semester is better than in 2nd semester. 



Predicate cum laude with a 3.65 GPA or acquisition means about 0.46 just making up me shocked for a moment. I really did not believe the results I got, because in this semester I was very lazy to learned, but I helped with 19 subjects who provided a fairly easy for me to understood. 



Some of my friends had experienced the same thing for their result. But there are some friends who would go down in value. I did not care how my friends got those values, even though I knew some of my friends often commited fraud to get a good grade. But what I care about is that I still did this for my honesty keep in my learning process as the main principles I got the blessing of science. 



At the moment people were getting cum laude predicate were happy with their achievement, I was just confuse and scare. Confused and scared because this is a tough mandate. Mandate to be maintained and even increased. I just pray that I remain humble and still the spirit to learn better for getting cum laude predicate more. 



Senin, 03 Januari 2011

Jangan Gunakan Kata Autis

Enjoy this post


Sindrom Asperger (bahasa Inggris: Asperger syndrome, Asperger's syndrome, Asperger's disorder, Asperger's atau AS) adalah salah satu gejala autisme di mana para penderitanya memiliki kesulitan dalam berkomunikasi dengan lingkungannya, sehingga kurang begitu diterima. Sindrom ini ditemukan oleh Hans Asperger pada tahun 1944. Sindrom Asperger dibedakan dengan gejala autisme lainnya dilihat dari kemampuan linguistik dan kognitif para penderitanya yang relatif tidak mengalami penurunan, bahkan dengan IQ yang relatif tinggi atau rata-rata (ini berarti sebagian besar penderita sindrom Asperger bisa hidup secara mandiri, tidak seperti autisme lainnya). Sindrom Asperger juga bukanlah sebuah penyakit mental.
Ketika orang berbicara, umumnya mereka menggunakan bahasa tubuh seperti senyuman dan komunikasi nonverbal lainnya, dan juga kata-kata yang dikeluarkan oleh mereka cenderung memiliki lebih dari satu buah makna. Seorang penderita sindrom Asperger memiliki kesulitan untuk memahami bentuk-bentuk komunikasi non-verbal serta kata-kata yang memiliki banyak arti seperti itu, dan mereka hanya memahami apa arti kata tersebut, seperti yang ia pahami di dalam kamus. Para penderita sindrom Asperger tidak mengetahui bagaimana memahami ironi, sarkasme, dan penggunaan bahasa slang, apalagi memahami mimik muka/eskpersi orang lain. Mereka juga tidak tahu bagaimana caranya untukbersosialisasi dengan orang lain dan cenderung menjadi pemalu.
Para dokter melihat sindrom Asperger sebagai sebuah bentuk autisme. Seringnya, disebut sebagai "autisme yang memiliki banyak fungsi/high-functioning autism". Hal ini berarti setiap penderita sindrom Asperger terlihat seperti halnya bukan seorang autis, tetapi ketika dilihat, otak mereka bekerja secara berbeda dari orang lain. Para dokter juga sering mengambil kesimpulan yang salah mengenai sindrom Asperger setelah mendiagnosis penderitanya, dan memvonisnya sebagai pengidap skizofrenia, ADHD, sindrom Tourette ataukelainan mental lainnya.
Bagian otak yang memiliki kaitan untuk melakukan hubungan sosial dengan orang lain juga sebenarnya mengontrol bagaimana tubuh bergerak dan juga keseimbangan tubuh. Karena itu, seorang penderita sindrom Asperger mungkin mengalami masalah yang melibatkan pergerakan tubuh, seperti halnya olah raga, atau bahkan jalan kaki, yang kadang-kadang sering terpeleset. Mereka juga memiliki kebiasaan grogi/nervous.
Para penderita sindrom Asperger cenderung lebih baik dibandingkan orang-orang lain dalam beberapa hal seperti matematika dan hitung-hitungan, tulisan serta pemrograman komputer. Banyak Penderita sindrom Asperger memiliki cara penulisan yang lebih baik dibandingkan dengan cara mereka berbicara dengan orang lain. Mereka juga memiliki sebuah minat yang khusus yang mereka tekuni dan bahkan mereka menekuninya sangat detail, serta mereka justru menemukan hal-hal kecil yang orang lain sering melewatkannya.  (Sumber www.wikipedia.com)

Nah setelah kalian belajar dan tahu apa itu sindrome autis, pasti kalian bertanya-tanya mengapa saya memberi judul jangan gunakan kata autis.  Sedikit cerita beberapa bula lalu sepulang saya les bersama dua teman saya yang lain menggunakan transportasi andalan rakyat yakni angkot.  Kedua teman saya terus berceri banyak hal sambil sesekali tertawa lepas.  Dinda teman saya saat itu berkata pada Risty dengan suara yang cukup kencang "Autis lo Ti!".  Kemudian seorang ibu muda yang duduk persis di samping saya langsung menyambar ucapan Dinda tadi.

"Apa mulut kamu gak pernah diajarin buat ngomong sopan ke temen?  Apa kamu gak tahu autis itu apa?  Belajar dong, percuma kamu normal tapi kamu gak tahu autis apa!"  Ucap ibu tersebut dengan sedikit geram.  Kami bertiga hanya terdiam, untung hanya ada kami bertiga, ibu itu, dan supir di depan, jadi teman saya tidak merasa sangat dipermalukan.  Melihat kami yang hanya terdiam ibu tersebut kembali melanjutkan ucapannya seolah-olah ingin memaki Dinda habis-habisan.

"Pernah gak kamu ngerasain sakitnya jadi seorang ibu yang punya anak autis?  Kamu enak aja ngatain temen kamu autis!  Ada yang salah emang sama anak autis?"

Kami pun masih terdiam tanpa kata, saya pun akhirnya hanya bisa berkata "Maafin yah bu, teman saya mungkin gak bermaksud apa-apa!"  Lalu ibu itu menjawab "Becandanya kelewatan!  Parah sih orang Indonesia, gak bisa nggunain kata!"  Ibu tersebut pun akhirnya turun.  Saya hanya bisa terdiam, dan menelaah ucapan ibu tersebut.  Sementara Dinda dan Risty mereka sibuk memaki ibu tersebut seturunya.  Dari kaca spion pun abang angkotnya hanya tersenyum seraya meledek pada kedua teman saya.

Saya bisa merasakan bagaimana tekanan yang harus dihadapi ibu tersebut, dan beberapa ibu yang memiliki beban yang sama sepertinya.  Namun bagi saya, anak dengan sindrom seperti ini terkadang lebih hebat, dan lebih bisa menghargai hidup mereka.  Ucapan ibu itu pun ada benarnya bahwa kita harus bisa menggunakan bahasa yang tepat, dan jangan memanggil orang dengan kata-kata yang tidak pantas.

Benar-benar seorang ibu yang inspiratif.
 

Template by Best Web Hosting