Tampilkan postingan dengan label Gallerry. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gallerry. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Februari 2011

Berhasil!!

Enjoy this post

Saya bingung ingin memberi judul apa di postingin ini, akhirnya saya memberi judul BERHASIL.  Ya, saya berhasil membidik gambar dengan susah payah menggunakan teknik pemfokusan.Fajar Anugrah Subhi Setelah sebulan punya Fubi (my SLR) dan belajar dengan susah payah sama teman saya akhirnya saya berhasil mengambil gambar dengn sistem fokus (ngeblur belakang), meski belum bagus-bagus banget hehe MySpace.



Check it out !!MySpace


My 'lill Fayman is using my phone

listening a song from Alm.  Uncle Dono Warkop


kissing me my 'lill Feyman


Dude, it is wrong to wear it !! 


Look at his eyes!!
I wanna cry, He so cute and so smart, but His Mommy never can see his growth!!

With his second mother, hehe She is my lovely mom


She is so coquettish right??


And she is so nice young lady!!

Model :  
1.  Muhammad Luthfi Hasbullah
2.  Nazwa (My mom)
3.  Amalia Rahmani
Photographer: copy right @ by ZIAH MUHARAM
Venue:  My House
Using:  Canon EOS D550

Minggu, 30 Januari 2011

Quality Time with My Mom and My 'lil Fayman !!

Enjoy this post

Last Friday I waited my father in the one of Mall in Bekasi.  Waited my father about one hour.  I waited him in Jcoo coffee shop and donuts.  I ordered some donuts and my favorite menu, Froyo *Frozen Yogurt*  with triple topping such as moci, biscuit, strawberry jump.  

I looked around and I see there are mothers are looking around with her children, suddenly I reminded to my mother.  I rarely go to some places with her, I usually go to some places with my father. I have an idea, make a plan to go to movie together with my mother and my 'lil fayman (Muhammad Luthfi Hasbullah).  

I waited my father 'till 7 'clock but my father will back home from his office at 9 ' clock, so I decided to back home alone.  Arrived at home, I told to my mother that I am jealous because I rarely go to some places with her, and I wanted to go to cinema with her, and She was agree.


On Saturday, We went to Grand Mall Bekasi to watch movie, We decided to watch "Love Story (Acha-Irwansyah).  15 minutes before entrance to theater I played in Time Zone with my 'lil Fayman.  And here is some pictures that I 've been taken 



Hey!!
You drive so seriously my dear!!


He is so thirsty after drive alone !

12 ' clock we entrance to theater,  'lil fayman so interest to watch the movei because in the movie he saw a horse, so My mother did not worry if he will cry because he was bored.  In the middle of movie, he cried because he wanted to drink, but we are not allowed to bring the water.  We are panic, but 'lil fayman was sleeping, maybe he feel so tired.

After watched the movie, we decided to lunch at food court in the lower ground.  My 'lil fayman still slept, but not too long he woke up and make a food court so riot, and he almost fell from escalator because he ran up to the escalator, but my mother caught him as soon as possible.

After eat, we went to Matahari department store, shopping some cloths.  But me and my mother laugh when my 'lil fayman cried because he wanted a booth for adults, I know that although he was a toddler, he is so fashionable.  But my mother not allowed him to but the booth because He had have 2 booth. 

I think my 'lil fayman will be the next model, because he love take his self on my camera, and he will pose so cutely, here is the pictures


when he was cranky because he did not get the booth (before cried)


When He slept in the theater!


Look at his lips, so cute, isn't it?


We are so funny!!! Lalalala!


are you agree that my 'lil fayman look like so handsome?








Hooooaaammm, sleepy sleepy sleepy!!

Thanks Ya Rabb I have a quality time with them, both of people I love!

Jumat, 24 Desember 2010

Signing Book Habibie-Ainun

Enjoy this post
Enjoy this post

23 Desember 2010, betapa terkejutnya aku saat Promotor besar sekelas Adrie Subono membalas mentionku di akun pribadi twitter milikku. Mention yang menjawab pertanyaan besarku tentang kebenaran rencana signing book Habibie-Ainun di Gramedia Matraman 24 Desember 2010.

Aku pun bergegas menuju kamar ibu, meminta izin agar diperbolehkan untuk mengikuti acara tersebut. Awalnya ibu mengizinkan asalakan aku berangkat diantar Mang Usen supir keluargaku. Tapi lantaran aku sudah memiliki janji dengan seseorang sebelumnya untuk pergi menghadiri acara tersebut bersama akhirnya aku berkilah. Dengan 1000 jurus kebohongan akhirnya ibu mengizinkaku asal menelpon ayah terlebih dahulu. Izin dari ayah ibu pun sudah ku kantongi.

Keesokan paginya pukul 10:30 aku berangkat menuju toko buku besar yang terletak di perbatasan Jakarta Timur dan Jakarta Pusat yaitu Gramedia Matraman. Hanya 1 jam perjalan menuju lokasi tanpa macet.

Kulihat beberapa petugas sedang sibuk membereskan stage tempat penandatangan buku. Garis antrian pun masih kosong, masih terasa sepi di sekitaran toko buku itu.

Aku menelusuri rak demi rak untuk mencari beberapa buku yang sudah lama aku incar. Ada 5 Buku saat itu yang aku beli, salah satunya adalah buku yang akan ditandatangani nanti yakni Habibie-Ainun. Sebenarnya masih ada satu buku lagi yang juga sangat aku kagumi, yakni perjalanan karir Warkop DKI yang saat ini menjadi buku kedua terlaris di Indonesia. Buku itu sudah aku pesan di tempat lain, makanya ku tinggalkan untuk membelinya.

Mataku pun tertuju pada seorang anak yang sedang asik berbelanja dengan ayahnya. Sungguh saat itu aku iri dan rindu ayah. Biasanya aku berjam-jam di tempat ini, menghabiskan waktu bersama ayah untuk berbelanja buku sampai ibuku pun terkadang menggerutu iri saking banyaknya buku yang kita beli.

Pesan singkat berisi "Ayah aku iri liat orang-orang belanja buku bareng ayahnya. Kapan kita kaya gitu lagi?" namun tak ada jawaban yang ku dapat. Perasaanku pun mendadak melow dan risih. Ku langkahkan kakiku menuju rumah Allah yang seharusnya di agungkan malah ditaruh di basement di ruang terpencil di sudut besar toko buku semegah itu.

Setelah berhasil menenangkan diri ku langkahkan kembali ke lantai 2 tempat berlangsungnya acara. Astaga sudah penuh, pikirku dengan wajah pucat pasi. Antrian sudah panjang seperti layaknya orang yang mengantri tiket pertandingan AFF. Tapi beruntung aku berada di urutan ke-15.

Setelah menunggu hampir 30 menit, sang Revormator pun datang. Bersama cucu-cucu kesayangannya, satu orang pria dengan ciri khas yang sudah tak asing, dan pengawal berbaju hitam gagah setia mendampingi Bapak Habibie.

Disapanya dengan senyum berseri-seri yang menghiasi wajah putih. "Masih sama, wajah seorang ahli surga" ucapku dalam hati. Tiga tahun lalu aku sempat bertemu dengan beliau, namun hanya menatap dari kejauhan dan bergumam "Benar-benar ahli ibadah."

Di saat orang sedang sibuk mengambil gambar, aku hanya memandangi dua orang lelaki yang aku kagumi.

Pak Habibie yang kecerdasannya tidak diragukan, kebapakan, dan rajin beribadah. Membuatku sangat mengagguminya layaknya aku mengagumi ayah dan kakekku.

Om Adrie Subono. Ingin rasanya banyak belajar dari beliau tentang bagaimana mengelola event berkaliber internasional yang sukses. Bagiku karir dan pendidikan yang ku rintis dalam bidang menejemen event harus banyak belajar dari beliau. Selain itu, aku juga harus belajar dari kesetiaan beliau menjadi keponakan yang sudah seperti anak sendiri bagi Pak Habibie.

Oh iya ada satu moment yang sangat membuatku terkesan. Moment disaat aku melihat Om Adrie mengeluarkan telepon genggam dari saku celananya. Ah telepon genggamnya sepertinya hanya dari tipe yang sudah sangat jadul kalo menurut anak muda jaman sekarang. Ku perhatikan pula pakaiannya. Tak nampak penampilan yang berlebih. Kaos hitam polos, dan topi, sama persis dengan Om Adrie yang sering ku lihat di TV.  benar-benar sangat sederhana pikirku, padahal dengan kesuksesannya Om Adrie bisa membeli barang mewah sesuka hatinya.

Kembali ke penandatanganan buku. Ku tuliskan namaku dan sedikit testimoni. Begini isinya :
"Teristemewa untuk ziah muharam" Aku inging ucapan teristemewa karena aku ingin berbeda dengan yang lainnya yang selalu menuliskan kata "Spesial". Ku lanjutkan dengan testimoni untuk Pak Habibie "Terimakasih pada Allah Swt yang telah memberikan kesempatan kedua padaku untuk bertemu dengan orang sebaik bapak, selalu ada cinta untuk bapak dan ibu ainun".

Antrian demi antrian pun kulalui. Tubuhku memucat pasi, mendadak dingin membeku, gemetar sampai ingin tumbang rasanya. 

"Om Adrie, makasih yah mentionnya semalem"
Ucapku dengan rasa gugup pada Om Adrie
"Oh itu kamu!" Jawab om Adrie dengan senyum khas yang diiringi dengan lekukan lesung pipi di wajahnya.
"Iya Om!" lanjutku
"Siapa namanya?" Tanya Om Adrie sambil melihat secarik kertas yang ku selipakan di atas buku yang hendak ditandatangani.

Ku beraniakn diri untuk mengambil gambar. Dan aahh, Subhanallah aku diberi kesempatan mencium tangan Sang Guru Besar, Pak Habibie. Bagiku Pak Habibie dengan segala teori diluar politiknya (toeri fisika modern pembuatan pesawat) adalah guru besarku yang sangat mengagumi ilmu pasti dalam hal fisika.

Tangan Pak Habibie begitu halus, sangat wangi. Tangan terwangi yang pernah aku cium selain tangan ayah dan kakekku yang sering memakai wewangian khas bapak-bapak yang sering mereka dapatkan dari saudara kami yang ada di Mesir.

Aku pun berfoto di balik Pak Habibie dan Om Adrie. Setelah itu harus keluar dan mengizinkan pengantri lainnya merasakan kebahagian seperti yang ku rasakan.

Ku buka bukunya, tapi tak kudapi ucapan teristimewa. Hanya ucapan "Salam Untuk Ziah Muharam."

Tidak apa, pikirku hari itu aku sudah menjadi yang teristimewa. Disapa Om Adrie, Testimoniku pun dibaca dengan baik oleh Pak Habibie dan Om Adrie, berfoto di balik Pak Habibie, dan kesempatan emas yang tidak semua pengunjung dapati yakni Mencium tangan beliau.

Aku pun kembali ke rumah dengan perasaan teramat senang. Ku lihat lelaki yang 3 tahun lebih menemaniku sudah menungguku dengan setia. Ku pegang tangannya dan kukatakan "Hehe,aku grogi banget yah sampe dingin gini." Dan dia hanya menjawab "Tau nih lebay!"

Kesempatan kedua yang terindah.

Bertemu dengan 2 guru besar, dan pergi bersama lelaki yang sampai saat ini masih setia menunggu dan menjagaku.

Thanks for Allah SWT, Info dari Om Adrie, Opi yang sudah berkenan mengantar, dan ayah ibu yang sudah ki bohongi (maafkan aku).

Teristimewa untuk Pak Habibie dan Ibu Ainun yang Insya Allah sudah ada di altar syurga Allah SWT.

*Mohon maaf karena fotonya belum bisa dipublish hari ini










Pengalaman asli milik

Bekasi, 24 Desember 2010

Rabu, 22 Desember 2010

Si Banci Kamera !

 Enjoy this post

Muhammad Luthfi Hasbullah, lahir di Bekasi 8 Maret 2009 dengan berat badan 4.47 Kg dan panjang 57 Cm membuatnya terlahir sebagai seorang bayi yang menggemaskan.  Terlahir dari seorang ibu muda yang cantik dan seorang ayah yang berparas pas-pasanMySpace.

Gue bener-bener sayang banget sama adik sepupu gue yang satu ini, panggilan akrabnya adalah Dek Upi pake L alias Dek Upil (kalo gue yang manggil).  Dari kecil dia emang udah foto genic banget dan banci kamera juga.  Sayangnya beberapa foto dia pas lahiran keapus gara-gara virus yang membabi butaMySpace.

Berikut adalah gambar-gambar yang berhasil diabadikan





Foto-foto saat berumur tiga minggu

Nah Kalo foto-foto berikut ini adalah foto-foto saat memasuki umur 4-7 bulan.  Masa-masa baru belajar merangkak


Sok cool banget kan ini bocah ?


Bener-bener kayak anak belasteran.  Padahal bapak ibunya asli 100% betawi, dan bapaknya gak ada ganteng-gantengnya pisan haha !

Lagi nangis pun masih sempetan aja gue mengabadikannya 






dua senyuman yang menggoda hati








Pose-pose paling eksotis

Nah kalo yang ini udah agak gedean, fotonya masih baru, ini saat dia udah memasuki umur 1.8 bulan.  Kenapa gue sirng banget sama dia?  Karena sekarang maminya kerja dan dia dititipin ke ibu gue.


Nyadar kamera banget kan ???


Tatapan yang menakutkan untuk anak yang menggemskan!



Pose dulu ah mumpung ada kamera!


Mau buka kacang aja begaya dulu !



Model rambut dia sekarang, dan gak boleh di potong sama papinya sampe masuk TK !

Pas gue suruh ngelap ilernya yang ngeces!

Lagi ngeden pas eek pun masih sempetnya berpose


Pose ini pas gue bilang " Awas tititnya ilang! " dan dia malah jawab "poto don (foto dong)"

Dan ini pose terakhir dari gue sama dia !




Ahhh sumpah gue pengen banget masukin dia ke ajang pemilihan foto model anak-anak, tapi kakek kita gak pernah ngebolehin !! errr!!!




 

Template by Best Web Hosting