Senin, 30 Juni 2014

Pemilu 2014, Democracy or Democrazy ?

Enjoy this post


Dua periode sudah Indonesia menikmati rasanya dipimpin oleh seorang pemimpin yang dipilih secara langsung oleh rakyat pasca reformasi 1998.  Tinggal menghitung hari bagi kita untuk menentukan siapa pemimpin kita kelak.  Tulisan ini saya buat hanya untuk sekedar menampung aspirasi saya sebagai bagian dari Bangsa Indonesia, bukan untuk berkampanye membela si 1 atau si 2, bukan pula untuk memperkeruh keadaan yang semakin ruwet yang keburu beredar di sosial media, koreksilah jika tulisan saya kali ini dianggap keliru, mari kita belajar menjadi pemilih yang cerdas, terutama saya yang baru tahun ini bisa merasakan pest demokrasi yang sesungguhnya.

Berbicara menganai pemilihan umum, mari kita kaji dalam dua aspek yakni pemilu legislative (DPR, DPRD, DPD) mereka semua adalah wakil rakyat yang akan menjalankan konstitusi penuh terhadap NKRI, mereka pemegang amanat terpenting  dimana segala peraturan perundang-undangan yang menjadi penentu hidup dan matinya rakyat Indonesia selama satu periode kedepan bahkan lebih karena kita tahu bahwa undang-undang bersifat kekal selama tidak ada amandemen yang menggantikan bahkan menghapuskan undang-undang tersebut, yang mengatur keungangan bangsa dalam APBN, dan penentu iya atau tidaknya keputusan yang dibuat oleh presiden. selengkapnya tentang sistem politik Indonesia

Jujur saya menyesal karena di pemilu legislatif kemarin belum menggunakan hak pilih saya secara bijak.  Mungkin ini permasalahan hampir semua rakyat Indonesia, 500 kursi itu tidak sedikit, artinya sebagai rakyat kita juga merasa kesulitan untuk mengenal siapa dan bagaima para calon pemimpin kita.  Tapi sudahlah, anggap saja ini pelajaran bagi saya jika kelak masih bisa memilih pemimpin berikutnya.

Pemilihan kedua adalah pemilihan presiden yang akan dilaksanakan 9 Juli 2014.  Politik itu ibarat kita sedang jatuh cinta, dibutakan dengan segala penilaian yang pada dasarnya belum tentu 100% kita tahu.  Kita gerah dengan pemberitaan negative yang saling menjatuhkan masing-masing calon presiden, padahal salah satu diantara mereka adalah calon pemimpin kita, dan tidak sepatutnya pula kita membuka aib orang lain, dengan maksud dan tujuan apa pun itu.  

Sebagai seorang umat islam saya percaya Firman Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah ayat 247:

Dan Nabi mereka pula berkata kepada mereka:"Bahawasanya Allah melantik Tholut menjadi raja bagi kamu. Mereka menjawab: "Bagaimana dia mendapat kuasa memerintah kami, sedang Kami lebih berhak dengan kuasa pemerintahan itu daripadanya, dan ia pula tidak diberi keluasan harta kekayaan?" Nabi mereka berkata:" Sesungguhnya Allah memilihnya (Tholut) menjadi pemerintah kamu, dan mengurniakannya kelebihan dalam lapangan ilmu pengetahuan dan kegagahan tubuh badan". Dan (ingatlah), Allah jualah Yang memberikan kuasa pemerintahan kepada sesiapa yang dikehendakiNya; dan Allah Maha Luas (RahmatNya dan PengurniaanNya), lagi meliputi ilmuNya."

Notes: Raja Tholut adalah seorang raja yang dipilih oleh dalam peperangan melawana pasukan Jalut untuk memperebutkan tanah Palestin, dimana Bani Israel merasa Tholut tidak pantas menjadi seorang raja karena beliau hanyalah seorang petani yang miskin.
Perlu digaris bawahi bahwasanya Allah yang berkehendak atas siapa saja yang akan diberikan amanat dalam pemerintahan.  Biarkan segala perkara setelahnya menjadi urusan Allah SWT, tugas kita sebagai anak bangsa adalah memilih calon ulil amri yang akan menjadi pemimpin kita kelak  

QS. An-Nisa ayat 58:
 (Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum diantara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil, sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat).

Dan mentaati keputusan yang sudah dibuat adalah keputusan sesudah para pemimpin itu terpilih, 
QS. An-Nisa ayat 59:  
Wahai orang-orang beriman, ta’atilah Allah dan RasulNya dan ulil amri di antara kamu …

Layaknya cinta yang sedang mencari pasangan, tidak ada yang sempurna di dunia ini, termasuk para pemimpin kita kelak. Pemilihan Umum 2014 ini adalah forum demokrasi, bukan democrazy, dimana setiap orang berhak memilih yang menurutnya baik, tidak ada yang salah, yang salah adalah orang yang bersikap acuh terhadap bangsanya.

Lovelill
Bekasi, 30 Juni 2014
 

Sumber:

  1. Al-Quranul Karim http://quran-terjemah.org/
  2. http://sistempemerintahan-indonesia.blogspot.com/2013/07/ketatanegaraan-indonesia-struktur-pemerintahan-amandemen-lembaga-negara.html
  3. http://majlisdzikrullahpekojan.org/kisah-quran-dan-hadist/kisah-talut-dan-jalut.html 


0 comments:

Poskan Komentar

Please leave a comment if you have critics for me

 

Template by Best Web Hosting