Minggu, 18 Mei 2014

Bukan Drama FTV

Enjoy this post

FTV (Film Televisi) yang ceritanya kadang bikin kita kepingin untuk punya cerita yang sama.  Masalah yang pelik tapi endingnya bahagia, meski gak jarang endingnya sedih sesedih pacarnya yang meninggal karna kecelakaan lah, sakitlah, dibunuh, bahkan bunu diri.

Seseorang pernah berkata kepada saya "Dalam hidup kita harus tegas memutuskan bagian mana yang harus ditolerir dan tidak supaya kita gak sakit hati terus".  Well, postingan ini mungkin postingan sampah dimana sebenarnya saya sedang melakukan proses treatment, sekali lagi blog ini adalah media saya untuk menstimulasi pikiran dan hati saya dalam keadaan senang maupun sedih, jadi kalau dirasa blog saya kurang berbobot, itu sangat benar heheheh.

"Dalam hidup kita harus tegas memutuskan bagian mana yang harus ditolerir dan tidak supaya kita gak sakit hati terus".  Kalimat itu yang sekarang menjalar ke seluruh saraf di kepala saya.  Bukan prihal percintaan saja yang butuh batasan untuk bisa ditolerir, semuanya entah itu pekerjaan, keluarga, dan pertemanan.  Kita harus punya batas yang disebut dengan prinsip, ngomong emang gampang tapi ngejalaninnya susah.  Kadang kita merasa udah terlanjur nyemplung lah, sayang lah udah bertahun-tahun bla dan bla.  Tapi apa kita bisa bertahan dengan kondisi yang justru mendzolimi diri kita sendiri?  Pikiran dan tenaga yang bersatu menjadi satu kesatuan hidup juga punya hak untuk tidak meneruskan sesuatu yang dianggap sudah jauh menyakiti si empunyanya.

Ibarat kita makan cotton candy yang dibuat dari gula pengawet, rasanya begitu ringan dan manis di mulut, tapi pahit di tenggorokan.  Sekali lagi hidup kita bukan drama FTV dimana untuk mengakhiri ceritanya hanya butuh satu dua babak permasalahan dan bisa selesai dengan akhir yang bahagia.  Hidup itu lebih kompleks, dan kita gak pernah tahu seberapa lama Tuhan memberikan kita jatah hidup, kalau kita dipercaya punya umur panjang, tidak mungkin kita berada dalam satu jaring permasalahan yang sama dengan waktu yang lama.  Senang dan sedih ada masannya, lama pendeknya kita yang menjaga, dan Tuhan yang memberi.

0 comments:

Poskan Komentar

Please leave a comment if you have critics for me

 

Template by Best Web Hosting