Kamis, 01 September 2011

SUSAH

Enjoy this post


Susahnya Menjadi Orang Baik atu Menjadi Orang Baik Itu Susah.  Saya tak mengerti harus menggunakan perumpamaan yang mana, jelas dua kalimat itu sama-sama mengandung kata SUSAH.  Meskipun SUSAH harus menjadi kata yang paling dihindari dalam hidup, tapi kenyataannya kata SUSAH menjadi suatu objek yang tidak bisa dihindari dalam hidup.

Hampir dua dekade saya hidup.  Bermetamorfosa dari satu pribadi ke pribadi lain, mencoba mengorek-ngorek fakta hidup, mencoba mencari jati diri dalam kesesatan dan kebenaran dan saya akhirnya menemukan sesuatu yang menjadi jalan hidup sekaligus tujuan hampir setiap orang di dunia ini yakni MENJADI ORANG BAIK.

Tersandung kata Menjadi Orang Baik saya jadi teringat kisah-kisah melegenda di dunia ini baik yang nyata maupun tidak, kisah seorang tokoh yang justru lebih dikenal karena tokoh orang jahat yang bermain di dalamnya.  Sebut saja tokoh Fir'aun dalam kehidupan nyata ratusan tahun yang lalu, Legenda Ken Arok di atas kemegahan Singasari, atau kisah George Bush di era milenium ini.

Siapa yang tak mengenal Fir'aun, raja bengis yang terkenal seantero dunia yang namanya sering menjadi cikal bakal peradaban kuno di tanah Mesir yang menjadi manusia yang kehidupannya paling diburu oleh para arkeolog dunia.  Fir'aun adalah raja bengis yang terkenal dengan kebijakan genosidanya (kebijakan membunuh seluruh bayi laki-laki dari bani israil yang lahir pada masa itu), tapi Fir'aun justru membiarkan dan membesarkan Nabi Musa as sebagai satu-satunya bayi yang hidup pada masa itu.

Lain hal dengan Ken Arok, raja cerdik yang terkenal licik dalam kisah kerajaan Singasari ini juga memiliki sisi baik dari sisi buruknya yang tamak, licik, dan sok pengusa.  Sisi baik Ken Arok dia termasuk pemuda yang cerdik dan pantang menyerah, sayangnya dalam kisah yang terlanjur beredar selama ini kebaikan yang dia miliki justru membuat dia dikenal sebagai orang jahat.

Bagaimana dengan orang jahat yang terkenal saat ini George W Bush mantan presiden AS sebelum era Obama?  Setujukah jika saya menyebutnya sebagai tokoh yang dikenal jahat oleh dunia?  Untuk bagian ini, saya menyerahkan penilaian sepenuhnya kepada pembaca hehehe.

Kembali pada pencitraan MENJADI ORANG BAIK, ternyata orang-orang jahat pun pernah berbuat baik sekali pun pada akhirnya mereka tetap dikenang sebagai orang jahat.  Lantas bagaimana dengan saya???

Saya meyakini bahwasaya Sang Pencipta menciptakan apa yang ada di langit dan di bumi ini dengan dua sisi, begitu pula dengan kehidupan ada kebaikan dan ada pula kejahatan.  Fitrah mahluk hidup di muka bumi ini adalah menjadi individu yang baik, meski pada masanya menjadi orang baik itu tidak semudah melafalkannya yakni MENJADI ORANG BAIK.

Jika anda tanya saya dua tahun yang lalu, hendak berbuat apa saya sebelum menikah jika Tuhan mempercayai saya sebagai seorang yang diberi uang yaa tak usah terlalu banyak 1 M.  Saya pasti akan menjawab "Saya hendak membuat sebuah lapangan footsal yang mewah dan lengkap di tengah kota (meski uang 1 M belum tentu cukup untuk membangunya)".  Namun sekarang jika anda menanyakan hal yang sama kepada saya saat ini apa yang akan saya jawab?.  Saya akan menjawab "Saya hendak membangun sebuah panti yang di dalamnya terdapat fasilitas lengkap untuk para yatim piatu agar mereka merasakan kebahagian juga milik mereka".

Dari jawaban saya di atas yang manakah yang salah? dan yang mana pula yang benar?  Saya rasa tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah.  Kebaikan dan keburukan itu dua hal yang sinkron yang tidak perlu dicari jati dirinya, setiap orang punya jalannya sendiri untuk menjadi apa dia.  Dan kita yang melihatnya tidak berhak untuk menjustisi mereka, sesungguhnya sebaik apa pun norma yang ditetapkan di dunia ini tetap Tuhan yang memberikan penghakiman terakhir yang paling baik.

Jadi jangan berkata susah untuk menjadi orang baik, karena sesungguhnya menjadi orang baik adalah seuatu kebaikan yang dasarnya bisa kau ambil dengan mudah di sekelilingmu, dan kebaikan itu bersumber dari hati yang didasari atas pemikiran dan pemahaman untuk menjadi orang yang lebih berarti yang bisa dikenang dengan manis oleh dunia paling tidak oleh keluargamu. 

 Jangan pernah takut untuk menjadi orang baik untuk dirimu, karena sesungguhnya penilaian orang hanya sebuah intermezo yang hendak mengingatkan kita bahwa hakikat hidup adalah dua sisi, dan di situlah sisi kebaikan kita diuji.

Bekasi, 1 September 2011
18:58

0 comments:

Poskan Komentar

Please leave a comment if you have critics for me

 

Template by Best Web Hosting