Kamis, 01 September 2011

Kehilangan

Enjoy this post


Apa yang membuat orang lain menjadi sangat begitu lemah di dunia ini? Jawabanya pasti KEHILANGAN.  Kehilangan menjadikan orang yang tadinya kuat akan menjadi sangat begitu lemah, Hitler pun yang kita kenal sangat kuat pada masanya menjadi sangat begitu lemah ketika dia kehilangan kekuasaan atas dirinya.

KEHILANGAN, tua muda, kaya miskin, cantik jelek, pasti akan merasakan sebuah kehilangan dalam dirinya.  Kehilangan mungkin akhir dari cerita, namun bagi saya kehilangan justru awal dari segala cerita.

Merasakan kehilangan bagi saya seperti memakan buah simalakama (meski pada kenyataannya saya belum pernah memakan apalagi melihatnya).  Saya yakin semua yang berputar di langit dan bumi berasal dari sebuah kehilangan dan berakhir di dalam sebuah kehilangan.  Kehilangan bisa mengantarkan seseorang ke arah kekuatan yang pada mulanya mungkin tidak ada dalam dirinya, tapi terkadang kehilangan justru bisa membuat hilang seluruh kekuatan yang ada dan membiarkan orang tersebut jatuh tersungkur ke dalam kelemahan yang mungkin akan membuatnya kehilangan dirinya sendiri.

Berbicara mengenai kehilangan, pikiran saya kembali melanglangbuana memutar kembali sejarah kehilangan yang begitu menyakitkan yang saya rasakan jauh sebelum saya mengerti kehilangan itu apa.  Saya bisa merasakan kehilangan itu begitu dekat dengan kehidupan saya, kehilangan itu begitu menghujam saya, tapi sekali lagi saya mencoba berpikir jernih menterjemahkan kehilangan itu lebih halus sehingga nalar saya bisa menerimanya sebaik mungkin.  Saya terima kehilangan itu menjadi sebuah keyakinan bahwsanya saya orang yang beruntung yang Allah pilih untuk mendapatkan kehilangan itu.  

Saya merasakan keberuntungan yang sangat besar dari sebuah kehilangan yang saya rasakan, sebuah keberuntungan yang mengantarkan saya sebagai seorang anak ingusan yang harus pandai bersyukur, sebuah keberuntungan yang mengantarkan saya untuk menjadi seorang anak yang lebih kuat, sebuah keberuntungan yang mengantarkan saya menjadi seorang hamba yang harus lebih berikhtiar berjalan di jalan-Nya, dan sebuah keberuntungan yang memberikan saya sebuah cerita bersejarah untuk saya kenang sepanjang hidup saya.

Kehilangan membuat saya berpikir keras untuk terus bersikap adil pada diri saya.  Ada kalanya saya mendzolimi diri saya sendiri dalam sebuah kehilangan.  Kepedihan yang mendalam, itulah yang membuat saya menghakimi diri saya sendiri dengan brutalnya pasca kehilangan sesuatu, padahal yang indah dari sebuah kehilangan adalah kebersyukuran kita terhadap suatu nikmat.

Ketahuilah kawan, bahwa setiap detik waktu yang kita lewati adalah sebuah kehilangan.  Kita kehilangan masa lalu, tapi apa? kita akan mendapatkan masa depan.  Dimensi waktu mengantarkan kita pada sebuah kehilangan masa-masa yang pernah kita lewati, tapi tidak pernah membuat kita merasa kehilangan cerita yang akan menjadi sejarah di masa yang akan datang.

Kehilangan menjadikan orang lebih kuat, lebih bisa berpikir jernih dan mensyukuri apa yang ada di hadapannya.  Jangan berpikir dengan kehilangan kalian telah diperlakukan tidak adil oleh Tuhan, karena sesungguhnya melalui kehilangan Tuhan sedang berbicara dengan sangat indah dan santunya kepadamu.  Percayalah, tidak ada kehilangan yang lebih menyakitkan di dunia ini kecuali kalian kehilangan keimanan kalian dalam bertuhan, kalian telah kehilangan pedoman bertuhan dalam hidup kalian, terlahir sebagai apapun kalian. Islam, Nasrani, Budha, Hindu, Kongucu, semua akan mengalami kehilangan, dan kehilangan terdalam yang patut kalian takuti adalah saat kalian kehilangan sebuah kehilangan yang bersumber dari Sang Pencipta, sebuah keimanan yang berjalan dalam hati.

0 comments:

Poskan Komentar

Please leave a comment if you have critics for me

 

Template by Best Web Hosting