Selasa, 27 September 2011

Berdiri Sendiri

Enjoy this post


Sekedar iseng menulis, karena saya pun bingung hendak melakukan apa malam ini di kostan (padahal seabrek tugas sudah siap bagaikan menu 4 sehat 5 sempurna) walhasil hanya bisa nyengir-nyengir sendiri sambil membiarkan pikiran saya jalan-jalan, mulai dari pikiran untuk urusan dapur ala anak kost, sampai selangkangan sekali pun sempat hinggap hahaha.  Ibaratnya pikiran saya malam ini benar-benar sedang menjelejah ke seantero kehidupan, sampai saatnya berhenti di sebuah pemikiran yang saat ini hendak saya ungkapkan yakni BERDIRI SENDIRI.

Saya kembali mengingat  kejadian dua hari yang lalu, tanpa bermaksud ria saya hanya ingin berkata bahwa saya bahagia dan bangga punya ayah seperti yang saya miliki sekarang.  Dua hari yang lalu saya sengaja ikut dalam acara perusahaan tempat ayah saya bekerja, padahal sebelumnya acara-acara seperti ini sangat saya hindari sekali pun menyajikan venue dan program acara yang menarik.  Ada alasan tersendiri mengapa saya bersedia ikut dalam acara kali ini.

Dua hari yang lalu saya mengikuti kegiatan family gathering dari perusahaan tempat ayah bekerja.  Beliau sudah lama mengabdi pada perusahaan ini, dan posisinya pun bisa dikatakan bukan posisi yang main-main untuk diduduki.  Malam itu saat temu muka, saya merasakan perasaan yang sangat bahagia dan kagum.  Saat saya tersadar bahwa malam itu segala pujian datang dari karyawan yang hadir, pujian itu ditunjukan untuk seseorang lelaki tua, dengan perawakan kecil, sebuah pujian dari gambaran kesuksesan seoarang anak manusia dalam memimpian, pujian itu datang untuk ayah saya.  Pujian yang hadir dari sebuah sikap yang beliau dapatkan berkat kemampuannya menjalani hidup untuk berdiri sendiri.

Setiap anak punya caranya masing-masing untuk membanggakan orang tuanya, dan inilah cara saya membanggakan beliau dengan bersikap kritis dan berpikir keras untuk mengadopsi pola pikir dan caranya menjadi pribadi yang sangat dikagumi orang lain, meski hakikat kehidupan itu adalah BERDIRI SENDIRI.

Di luar sana mungkin anda memiliki ayah yang jauh lebih hebat dari ayah saya, tapi pernah kah anda berpikir bagaimana caranya mereka bisa berada di posisi hebat seperti yang anda saksikan saat ini?  Apakah murni dari hasil kerja keras mereka, atau ada campur tangan orang lain dalam hal ini adalah mewarisi kekayaan kakek anda?  Apa pun caranya tetap saja mereka sudah BERDIRI SENDIRI.

BERDIRI SENDIRI.  Satu pertanyaan besar dalam diri saya adalah "Apakah seorang anak yang terlahir dari orang tua yang memiliki nama besar akan menjadi orang besar seperti orang tuanya, dan sebaliknya seorang anak yang terlahir dari orang tua yang bukan siapa-siapa akan menjadi orang yang juga tidak memiliki arti sedikit pun?" .  Bagaimana jawaban yang akan tersedia untuk pertanyaan ini?

Begini jawabannya:

Setiap orang punya karisma tersendiri, punya brand tersendiri untuk diingat oleh orang lain, terlepas dari mana dia berasal.  Pernah anda mendengar kisah Nabi Luth?  Saya rasa pasti pernah.  Dalam kisah tersebut dijelaskan bahwa anak Nabi Luth a.s terkena adzab atas perbuatannya, padahal yang kita ketahui Nabi Luth a.s adalah sosok pribadi yang bisa kita tiru ketauladanannya.

Gambaran kisah tersebut memaparkan bahwa sekali pun seorang anak yang terlahir dari gen yang tidak bisa dipisahkan dari orangtuanya tetap saja dia akan berdiri sendiri untuk menentukan hendak menjadi apa dia dalam hidupnya.  Keluarga dan lingkungan memang variabel yang sangat berpengaruh dalam pembentukan karakter seseorang, tapi tetap saja initinya kita akan terlahir menjadi seseorang yang berdiri sendiri.

Berdiri sendiri juga satu dari alasan mengapa saya mulai membuka diri saya di depan rekan kerja ayah saya.  Bukan untuk memanfaatkan posisi maupun nama beliau, tujuan saya menghadiri acara tersebut adalah saya hanya ingin membentuk sebuah link dimana suatu saat saya membutuhkan mereka, saya bisa menghubungi mereka, saya bisa belajar dan terus belajar dari mereka, sampai tiba saatnya saya akan dinilai oleh mereka sebagai pribadi yang berdiri sendiri bukan sebagai anak dari rekan mereka.

Patut diketahui sekalipun anda terlahir sebagai anak seorang presiden tetap penilaian yang orang lain berikan adalahSIAPA ANDA DALAM PRIBADIi, bukan SIAPA ANDA DALAM KELUARGA.  Jadi, buat anda yang terlahir dari keluarga kaya raya, terhormat sekali pun jangan tinggi hati dan terlalu percaya bahwa ketika anda beranjak menapaki kehidupan yang lebih rumit, lingkungan masih akan menganggap kalian layaknya mereka menganggap keluarga anda.  Ketahui dan pahamilah bahwa kita BERDIRI SENDIRI, ciptakan image sebaik mungkin saat ini dan seterusnya, karena karakter anda saat ini adalah BIBIT dan tiap hari dari waktu yang anda miliki ibarat pupuk dan air, sebaik apa kalian menjaga karakter kalian sebaik itu pula anda akan bisa BERDIRI SENDIRI, tanpa label apa pun termasuk orang tua anda.

Jangan merasa bangga jika anda terlahir dari orang tua yang berkecukupan, dan jangan berkecil hati jika anda terlahir dari keluarga yang serba kekurangana.  Orang tua anda adalah bagian dari diri anda saat ini, dan ANDA adalah kehidupan anda yang akan datang.  BERDIRI SENDIRI itu akan jauh membuat anda lebih dihargai dan dikenang, ketimbang anda dihargai dan dikenang atas nama orang lain yang sudah terlanjur merekat dalam diri anda.  Terus berusaha untuk BERDIRI SENDIRI sebagaimana anda berusaha saat pertama kali anda memapahkan telapak kaki anda ke bumi.

0 comments:

Poskan Komentar

Please leave a comment if you have critics for me

 

Template by Best Web Hosting