Senin, 29 Agustus 2011

Allah Sedang Berbicara Padaku

Enjoy this post



Allah bagaimana aku bisa sedimikian lalai terhempas dalam kesenangan yang justru membuatku jatuh tersungkur, aku telah membuat segalanya berubah, membuat segalanya berkeluh kesah karena apa yang aku lakukan terlalu membuat sekelilingku gusar dalam sebuah persepsi yang hampir mengehempaskannya pada sebuah fitnah yang kejam.
Allah sedang berbicara padaku dengan cara-Nya sendiri, sedang berbicara padaku dalam sebuah perihal yang seharusnya sudah bisa ku baca dari awal.  Allah sedang berbicara padaku pada waktu yang telah ditetapkan, dan Allah sedang berbicara padaku dengan bahasa yang indah yang tak sempat terbaca oleh mata batinku dengan cepat.
Allah begitu banyak kemurahan yang Engkau berikan padaku, namun tak dapat ku baca semuanya melalui keikhlasan, kebersyukuran, dan kesederhanaanku.  Aku mencampakannya semua seperti seonggok berlian yang terbuang sia-sia, indah namun tak bisa ku rasakan keindahannya.
Aku tahu Engkau tak akan salah memberikan rizky pada hamba-Mu, tak pula salah memberikan sebuah nasihat pada hamba-Mu.  Aku mendapatkan sakit yang seharusnya ku syukuri dengan bertasbih atas-Mu bukan mengeluh dalam kefanaan dunia.  Aku mendapatkan sebuah keberkahan yang sepatutnya aku syukuri bukan kukeluhi karena kadarnya.
Allah Engkau sedang berbicara padaku dengan bahasa cinta-Mu, tapi aku melalaikannya.  Aku pernah bersujud di hadapan-Mu dengan sujud pengharapan mendapaktan sesorang yang menyayangki di jalan-Mu, menyayangiku dengan harapan bisa mendakatkanku pada-Mu, tapi aku justru membuatnya jauh sedemikian jauh dari-Mu.  Aku terlalu terlena dalam kebersamaan yang terkadang membuatku dan dirinya tertawa terlalu berlebih, terlena dalam sebuah tatapan yang mengelabukan hijab, terlena dalam sebuah euforia membelanjakan harta bukan di jalan-Mu.
Semua terjadi dalam gejolak mudaku yang masih terlalu labil, masih terlalu mudah terhempas dalam gelombang kesenangan dunia, tanpa aku tahu segalanya akan mengantarkanku pada jurang kenistaan.  Aku telah membuat-Mu sebegitu cemburunya Ya Rabb, padahal aku tahu Engkau adalah pencumburu yang paling teramat atas umat-Mu.
Allah aku terlalu lalai membaca nasehat-Mu, berikan kearifan padaku setelah ini agar aku bisa lebih mawas diri.  Tutuplah jalan kesesatan bagiku, tutuplah hatiku untuk bersuudzon terhadap sesuatu yang belum bisa ku pastikan kebenaran dan kesalahannya.
Allah Sesungguhnya Engkau lebih tahu perihal hatiku, lebih tahu perihal apa yan ku pinta pada sujudku, kabulilah apa yang ku minta dengan sebenar-benarnya, tunjukan kuasa-Mu atas kebenaran yang terhalang oleh ketidakberdayaan.
Allah sungguh aku tak bisa menjamin surga untuk orangtuaku jika aku saja belum bisa menjami surga untukku.  Bagaimana aku bisa menjadi bagian dari tiga hal yang kekal dalam penciptaan manusia setelah kematiannya jika aku tak bisa menjadi anak yang shalelah.  Berikan aku sebuah pengampunan dan kesampatan untuk terus bersama orangtuaku paling tidak sampai aku cukup memberikan jaminan bagi diriku dimana letak surga bagi mereka.
Allah berbicaralah terus padaku dalam setiap kesenangan yang Engkau berikan, dalam setiap kepedihan yang kau utarakan, karena dalam kesendirianku menerpa badai aku hanya dua prinsip yakni keyakinan dan cinta bahwa diri-Mu ada untukku.

0 comments:

Poskan Komentar

Please leave a comment if you have critics for me

 

Template by Best Web Hosting