Senin, 20 Desember 2010

Rindu Suatu Malam di 3 Tahun Kebersamaan

Enjoy this post

Malam ini aku masih sibuk di depan layar komputerku, tepatnya sudah hampir lima jam aku di hadapannya.  Sungguh ironis memang aku mampu berjam-jam di depan layar komputer.  Pikiranku melanglang buana, lelahku hari ini rasanya tidak tertandingi, tapi entah mengapa sulit ku pejamkan mata dan keistirahatkan pikiranku.

Aku kembali mengingat suatu malam di 3 tahun kebersamaanku dengan dirinya.  Muhamad Basofi Syahputra, begitulah namanya.  Tak banyak memang yang bisa aku banggakan dari dirinya, kecuali satu KESETIAN. 

Dulu setiap malam Minggu tiba tak ada kencan di antara kami.  Waktu yang kami punya hanya kita habiskan dengan bertelepon semalaman suntuk.  Bercerita dari satu cerita ke cerita lain, dari tawa sampai kadang berakhir dengan emosi.  Memoriku kembali mengingat saat-saat aku masih sangat dimanja olehnya, dia selalu ada untukku bahkan melebihi waktu yang dimiliki ayah untukku.

Ketika kesedihan menjemputku di awal permasalahan, dialah orang pertama yang ku pilih untuk menuangkan tinta hitam dalam lembaran perjalanan hidupku.  Tak jarang isak tangis pun ikut mewarnai.  Dan seketika itu pula ada nasihat yang benar-benar membuatku merasa aku lebih tenang.

Aku  merindukan dawai gitar yang mengiringi tidurku.  Tak jarang suara merdu yang berbisik halus di telingaku diiringi dawai gitar hampir setiap malam menjadi pengiring setia tidurku.  Tidak ada dongeng maupun cerita tentang putri raja melainkan hanya ada lantunan lagu yang paling aku suka "Dengar Bisikku-The Rain."

Aku pun rindu keluarga yang juga aku miliki saat kebersamaan 3 tahun ini aku jalani.  Ada ibu, bapak , satu orang kakak, dua orang adik, dan satu orang tante.  Semua sudah ku anggap keluargaku, demikian juga mereka.  Mereka adalah orang-orang penengah saat masalah menghujam hubungan kami.  Dan mereka memberiku satu pelajaran bahwa kebersamaan dalam keluarga adalah saat bisa menghadapi kesederhanaan secara bersama.

Sungguh saat ini aku benar-benar merindukan suatu malam di 3 tahun kebersamaan.  Ingin rasanya aku mengangakat telepon genggamku dan menghubunginya, karena aku tahu betul dia pasti belum terlelap dalam tidurnya.  Aku benar-benar merasa kehilangan, benar-benar merasa rindu yang teramat.

Semua telah berubah, hancurkan segala yang pernah aku rasakan.  Semua berubah karena ego yang tak pernah bisa kami satukan.  Semua berubah bahkan nyaris hilang, nyaris tak dapat aku miliki.  Andai aku tak terlalu gengsi mengatakan bahwa aku benar-benar merindukan kebersamaan itu, dan andai dia tidak terlalu egois untuk menuruti segala hal yang menghancurkan semua, mungkin malam-malamku tak akan pernah sepi.

Dan andai perasaanku bisa dibolak-balik, mungkin aku tak akan pernah merasa bersalah mengambil semua keputusan ini.  Tapi aku harus tetap berada di atas prinsipku sebagai seorang wanita.  Dan andai dia tahu bahwa ada luka yang tersayat dan menganga dalam di hatiku yang masih sulit untuk aku obati, mungkin semua tidak akan hilang.


0 comments:

Poskan Komentar

Please leave a comment if you have critics for me

 

Template by Best Web Hosting