Jumat, 24 Desember 2010

Menunggu Janji

Enjoy this post

Ayah aku tahu engkau tak berdasi
Tak pula makan yang melebihi harga nasi
Tapi mengapa sangat pelit waktu yang engkau beri??
Tahukah engkau ayah hari ini menjadi hari paling bahagia
Aku bertemu dengan sosok kecil ber-IQ besar,  sosok dengan gagah gempita dan menggebu-gebu di setiap kali beliau berbicara.  Pak Habibie ayah, Pak Habibie !!!

Tapi ayah??  Bahagiaku saat ini menjadi balada, saat kau lama menjawab pesan singkatku dan hhanya membalas dengan kalimat yang sama, kalimat yag sering meluluhlantahkan hatiku, kalimat "Maaf sayang ayah lagi rapat!"  Atau yang beersinonim dengannya "Maaf Putri ayah lagi sibuk di kantor."

Ayah tahu tadi aku menangis lagi loooh,
Aku bohong dan ingkar sama ayah!
Aku tahu ayah tak suka bila aku menangis, 
Ayah juga tak suka bila aku merasa anak paling kesepian di bumi ini

Ayah kapan ada sedikit waktu utukku??
Menghabiskan waktu berjam-jam di toko buku,
Menghabiskan semangat menggulang kail pancingan di tengah laut,
dan bersin bersama-sama menahan pedas aroma masakan yang ayah buat sendiri.

Ayolah ayah,
Aku kini menunggu janji
Menunggu ada satu hari di mana hanya ada aku yang berceloteh mungil dan ayah dengan bijak mendengar semuanya :)

I miss you ayah :)

0 comments:

Poskan Komentar

Please leave a comment if you have critics for me

 

Template by Best Web Hosting