Jumat, 24 Desember 2010

Menanamkan Pondasi Pada ANak

Enjoy this post

Meski umurku baru menginjak 18 tahun, dan aku belum menikah apalagi punya anak tetapi pengalamanku tentang memahami karakter anak sudah sering aku pelajari dari tingkah laku adik-adik sepupuku dan beberapa anak kecil lainnya di sekitar rumahku.

Ibarat sebuah rumah seorang anak harus diberikan pondasi kebaikan pada saat masa - masa keingin tahuaannya sangat besar.  Masa-masa saat usia mereka memasuki usia 4-5 tahun.

Hidup di sekitar perkampungan yang minim orang dengan tingkat pendidikan yang tinggi membuat saya miris melihat nasib anak-anak di sekitar rumah mereka.  Mayoritas ayah ibu mereka hanya lulusan sekolah dasar bahkan tidak bersekolah.  Ironisnya, orangtua mreka terkadang tega menikahkan anak gadisnya di usai yang masih sangat muda.  Dibilang pedesaan juga tidak karena letak rumah saya sebenarnya berada di tengah kota besar.  Hanya saja masih di sekitar perkampungan.

Rasa iba pun mengiris hati manakala sebagian orangtua mereka memperlakukan mereka dengan kasar atau terkadang berucap kata-0kata yang tidak seharusnya mereka dengar.  Walhasil si anak yang sekali pun masih berusia balita sering menirukannya. Seperto berkarta bego, tolol, dan merka pun menggunakan kata sapaan LO-GUE kepada orang yang lebih tua bahkan dengan ayah ibu mereka sekali pun.


Seperti apa anak saat mereka dewasa nanti sangat bergantung dengan sekokoh apa pondasi yang ditanam ketika mereka kecil.  Meski dala fase kehidupan setiap individu akan mengalami penyimpangan sosial, tetapi pada anak yang di dalam dirinya terdapat pondasi yang cukup kuat tentang tanggung jawab pada Tuhan, pada teman sebaya dan lain-lain maka anak itu akan tidak berada lama dalam penyimpangan-penyimpang tersebut.  Anak akan cenderung kembali pada pondasi nilai-nilai kebaikan yang sudah dibangun di dalam diri mereka.

Saya pun terkadang miris dengan sikap orangtua yang menakuti anaknya dengan hal-hal mistis agar anak mereka tidak menjadi anak nakal.  Seperti "awas ada setan, ada ondel-ondel"  pertanyaan besar saya mengapa anak tidak ditakuti dengan kata "Awas ada Allah yang bakal masukin kalian ke neraka kalo kalian nakal!!" 

Ya, semoga ketika kelak saya menjadi wanita beruntung yang dipilih Allah menjadi seorang ibu, saya dapat mereformasikan pembentukan pondasi pada anak saya sendiri agar tidak mengikuti zaman yang semakin bobrok.

0 comments:

Poskan Komentar

Please leave a comment if you have critics for me

 

Template by Best Web Hosting