Rabu, 01 Desember 2010

Enjoy this post



Setiap orang pasti menginkan untuk mendapatkan segala yang terbaik untuk dirinya, salah satunya untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik. Indonesia dapat dikatakan sudah memiliki sistem pendidikan yang cukup baik, namun tidak dapat dipungkr ula masih kalah jauh terhadap negara-negara tetangga sepert Malaysia, Singapura, Australia dan lain-lain.


Notes in saya buat sebagai permohonan maaf kepada seluru pihak yang telah membantu saya baik secara langsung maupun tidak lansung yang telah mendukung saya untuk merah beasiswa S1 di Australia. Saya mengurungkan niat saya karena saya merasa saya belum membutuhkannya, karena masih ada yang lebih membutuhkan disbanding saya, oramg-orang yang telah siap dan matang untuk mendapatkannya.


Perlu pemikiran yang panjang untuk saya memutuskan ini semua. Keinginan saya untuk bersekolah di luar neger tanpa biaya sepeser pun dari orang tua saya karena saya menginkan saya bisa seperti ayah saya, yang sejak kecil sampai saat ini bersekolah dari hasil kerja kerasnya belajar dan berjualan.


“Ayah saya bisa mengapa saya tidak” kalimat yang menjadi penyemangat sekaligus persepsi yang salah sehongga menjadi beban bagi saya. Saya terlalu berambisius untuk menjadi yang lebh dari ayah, tanpa saya sadari ayah pun tidak pernah memaksakan saya untuk itu. Ayah hanya menginkan saya bisa berdiri dengan tegak setelah ketiadaan dirinya dan ibu saya.

Saya sempat bekonsultasi dengan berbagai orang yang saya percaya bisa membantu saya untuk menuju Australia. Dari dosen, Kak Dewi Fatmawati, Mas Alfin seorang education consult, mengobrak-abrik informasi di internet seputar universitas di Australia yang menyelenggarakan pendidikan MICE, pendidikan yang saat ini sedang saya jalani.

Sampai ketika saya merasa jenuh dengan semua, saya mencoba teruka dan meminta saran kepada teman sekelas saya Monalisa, yang tidak lain keponakan dosen saya yakni orang yang pertama kali mendirikan MICE di Indonesia. Sebelum saya meminta saran saya menemui Bu Tina, begitulah namanya untuk bertany seputar Universitas yang sudah saya incar yakni Victoria University. Banyak informasi yang saya akui betul-betul membuat saya merasa “CIUT”.

Disela waktu senggang menunggu dosen, saya menceritaan keinginan “GILA” saya kepaada Mona, satu nasehat yang menguatkan saya untuk kembali megurungi niat saya menuju Austaralia

“ Ly, loe tuh janagn terlalu jauh mikirin untuk S1 do sana karena kita sudah terkontak untuk mau tidak mau menyelesaikan D4 kita di PNJ!! Loe salah menempatkan keinginan loe untuk lebih dari ayah loe sebagai suatu keharusan yang malah jadiin beban buat loe padahal ayah loe sendiri pun gak perah nuntut sejauh itu. Toh tanpa loe ngejar beasiswa orang tua loe mampu. Atau loe bisa aja ambil beasiswa Australi tanpa loe harus berangkat kesana, tapi asal loe tahu kalo itu bakal ngikat loe pada satu kontrak. Loe perfect, gak ada yang urang dari loe!!! Cerdas, udah gak dipungkirin. Cantik, bisa ngomong depan orang banyak., pinter komunikasi sama client, banyak dosen yang sayang dan suka sama loe!! Apalagi yang kurag dari loe?? Fisik ?? okey fisik loe lemah karena itu sugesti, loe pasti kuat, loe pasti bisa!!! Gue yakin tanpa loe susah payah nyari beasiswa S2 ke Australi depan mata, asal loe tetep jadi diri loe yang sekarang dan lebih baik lagi ke depanya!!!”

Sepanjang hari itu saya memikirkan kata-kata Mona. Betul kata dia, saya belum cukup siap untuk sekolah di negeri orang tanpa biaya orang tua. Tabungan yang saya kumpulkan dari menahan hasrat saya membeli SLR, mengurus event, uang memenangkan lomba baru terkumpul EMPAT JUTA. Bisa apa dengan uang sebesar itu di negeri kangoroo?? Sekali pun beasiswa yang saya dapa adalah beasiswa full.

Saya pun berfikir, saat ini ibu saya membutuhkan perhatian dan keberadaan saya. 

Saat ini saya sedang berusaha mendapatkan nilai IPK yang kompeten agar kelak saya dapat menghirup udara di Australi, melihat kangoroo berlari, dan belajar di Victoria University.

0 comments:

Poskan Komentar

Please leave a comment if you have critics for me

 

Template by Best Web Hosting