Senin, 13 Desember 2010

DEMAM!

Enjoy this post


Hari ini aku bener-bener tidak berniat untuk ke kampus. Badan demam + lemes gak karuan. Tulang ibarat kapas yang tertiup angin, terhempas tanpa dapat menopang raganya.

Andai hari ini tidak ada ujian, mungkin aku akan tidur sepanjang hari, memperbaiki kondisi badan yang benar-benar berada dalam titik kelemahan.

Pagi buta aku hanya memandang lusuh ke sekeliling kamarku yang porak poranda seperti habis diterjang badai. Barang disana-sini, tak ada celah untukku tidur sampai akhirnya aku tertidur di lantai.

Ku lihat buku dan lembaran-lembaran modul pelajaranku, tak nampak pada diriku semangat untuk membacanya. Tubuhku melemas, badanku menggigil, kepala pun rasanya seperti diinjak-injak panal kuda. Ya Rabb, enggan rasanya aku terbangun, andai aku bisa meminta aku akan meminta berikan aku waktu paling tidak 28 jam.

Hari pertama ujian. Aku hanya bisa terpana melihat pertanyaan-pertanyaan yang tersedia di lembar soal psikologi. Murray, Maslow, dan Harzberg, teori yang sulit untuk untukku pahami meski sudah berkali-kali ku baca.

Tubuhku melemas, pikiranku melanglang buana hinggap dari satu masalah ke masalah lain yang membuatku merasakan kepenatan beberapa minggu ini yang hampir membuatku runtuh.

Aku pun mengingat kata-kata penyemangat yang ku rasakan perih yang keluar dari mulut ayahku tadi malam. Namun entah mengapa kata-kata itu tidak cukup mampu membangkitkan semangatku.

Mata kuliah kedua pun dimulai. Aku benar-benar berada dalam kebingungan. Aku hanya bisa membacanya lima menit sebelum ujian dimulai. Malamnya pun aku hanya membaca tak lebih dari 10 menit. Aku hanya menggambar kebingungannku di lembar jawaban, tidur di tengah ujian untuk mengingat kembali memori-memori yang terekam saat aku mempelajari materi-materi yang diberikan dosenku.

Setelah berpetualang dengan pikiran-pikiran abstrak, aku hanya dapat pasrah, bahkan aku pun baru menyadari bahwa aku salah menulis tanggal saat aku meminjam buku di perpustakaan. Aku benar-benar lunglai saat itu.

Aku benar-benar ingin merebahkan kepenatanku saat ini secepatnya, namun tugas kelompok menantiku. Kini aku pun terbaring lemas di kostan temanku, menggil di sudut kamar, melemas dan menahan sesak karena jantungku kembali melemah.

Ah, Ya Rabb!!!
Apa yang harus aku perbuat???
Demam ini membuatku benar-benar berada di dalam jurang kemalasan!!!

0 comments:

Poskan Komentar

Please leave a comment if you have critics for me

 

Template by Best Web Hosting