Senin, 08 November 2010

Tertunduk

Enjoy this post

Angin mendesah di pelataran, air kembali menghujam menyibak debu yang menebal di lantai bumi, burung tak berarah hilir mudik mencari tempat untuknya merebahkan sayap, dan aku kembali tertunduk  Aku lihat jauh di altar cinta, menyeruak bagaikan suara bising dari mulut goa, meredup bagaikan temaram yang terhempas angin malam, dan lagi-lagi aku tertunduk.

Ya Rabb, entah apa yang aku cari di persinggahan semuku,  Tak ada cinta yang ku nanti, tapi mengapa aku kembali tertunduk menunggu mati.

Aku ingat sajak kecil ibuku, tak ada yang abadi karena tak akan ada yang tak mati.

Aku mengharapkan keihlasan menopang dalam relung jiwaku, aku hempaskan semua nafsuku demi satu mimpi, namun aku kembali tertunduk.  Tak sempat aku baca isyarat dalam kelam masa kecilku, terbuang jauh tanpa arti.

Dan kini lagi-lagi aku tertunduk

Tertunduk malu memaki diri, hanya karena seorang lelaki !

0 comments:

Poskan Komentar

Please leave a comment if you have critics for me

 

Template by Best Web Hosting