Senin, 08 November 2010

Sambutan yang Berlebihan untuk si Hitam (Obama)

Enjoy this post

Pagi ini seperti biasa saya memulai aktifitas untuk pergi ke kampus yang jaraknya 15 menit dari tempat saya tinggal, ya saat ini saya tinggal di kost-kostan kecil bersama mahasisa lainnya yang satu kampus dengan kami. Tapi pagi itu suasana tida seheboh biasanya. Heboh karena ada kabar pensterilan akses masuk kampus kami dalam rangka menyambut kedatangan presiden Amerika Serikat, Barrack Obama.

Sudah hampir sepekan memang kami mendapatkan kabar tersebut, namun belum ada kepastian yang jelas. Akhirnya setelah mendapatkan kepastian dari kamups, bahwa tidak ada libur, akhirnya saya dan rekan saya berangkat menuju kampus. Ada empat jalur masuk menuju kampus, salah satunya jalur masuk dari arah kecamatan Beiji, Depok. Terlihat kepadatan kendaraan bermotor pagi itu, mereka tertahan karena mereka tidak boleh keluar Beiji meluli jalur Pintu Gerbang Politeknik Negeri Jakarta.

Waktu sudah menunjukan pukul 08:00, petuas keamanan kampus akhirnya memberi izin hanya untuk pejalan kaki. Akses masuk untuk kendaraan hanya boleh dari pintu Gerbang Utama Universitas Indonesia. Akses pintu masuk dari kelurahan Pondok Cina, Kukusan Kelurahan, dan Kukusan Teknik tidak diperbolehkan.

Sesampainya di kampus, saya melihat beberapa kelompok batalyon TNI sedang melakukan apel persiapan. Entahlah apa yang mereka siapkan, selain itu beberapa mobil tank terparkir dengan gagahnya. Sayang saya tidak dapat mengambil moment ini karena jam perkuliahan sudah dimulai setengah jam sebelumnya.

Akhirnya kami mendapatkan kepastian bahwa jam perkuliahan selama sampai hari Rabu ditiadakan. Akses masuk kampus pun diperketat, Selasa kendaran boleh masuk sampai pukul 07:00 dan seluruh kegiatan kampus hanya diizinkan sampai pukul 12:00. Semua orang yang masuk dilarang membawa ransel maupun tentengan.

Tidak jauh dari kampus, tepatnya di Lapangan Hawai, Beiji-Depok, seluruh perlengkapan pengamanan mulai dari senjata, sampai tank terparkir apik. Tenda penginapan bagi pasukan pengamanan pun mulai dipasang. Semua terlihat kokoh dan kuat.

Bayangkan hanya untuk menyambut Presiden Obama, kegiatan pendidikan yang lebih penting dihentikan. Tukang ojek , dan penjual makanan yang menggantung hidupnya di area kampus mulai kehilangan pundi-pundi uang mereka. Seketika roda perekonomian di Depok terhenti.

Bayangkan saudara-saudara kita di Mentawai dan Jogjakarta. Mereka lebih membutuhkan tenaga TNI dan perlengkapan untuk menangani ujian yang sedang mereka hadapi. Negara lebih butuh uang yang banyak untuk menangani rakyatnya yang sedang menangis, bukan memperbaiki sarana dan prasarana hanya untuk menyambut kedatangan orang yang belum tentu bisa merubah nasib bangsa ini. Rakyat butuh tindakan konkret, bukan sekedar pidato ekseklusif sekali pun dari orang yang dianggap ekseklusif di belahan dunia.

Saya pun langsung berpikir, apakah ada sambutan semegah ini terhadap Presiden SBY disetiap kunjungannya ke beberapa negara??

Sungguh sambutan yang berlebihan untuk si Hitam, Obama !!

0 comments:

Poskan Komentar

Please leave a comment if you have critics for me

 

Template by Best Web Hosting