Sabtu, 27 November 2010

Maaf untuk kebodohan yang tidak disengaja

Enjoy this post

Sesak rasanya ketika kita diacuhkan oleh seseorang, sekali pun karena kesalahan kita sendiri.

Mungkin ini satu pelajaran yang sangat berarti buat saya pribadi, pelajaran mengenai bagaimana kata maaf dari hati yang tulus itu tidak mudah untuk didapatkan.

Keteledoran berkat kebodohan saya sendiri mengantarkan saya pada jarak yang sangat jauh. Ingin rasanya memaki diri sendiri berteriak dan berkata " Maafkan semua salahku !! ".

Mulut rasanya ingin kocar-kacir, hati sungguh gelisah, dan pikiran entah berantah, kemudian tubuh pun melemah. Saya ingin semua selesai dengan baik, tidak enak rasanya memiliki kesalahan besar terlebih pada seseorang yang seharusnya sangat saya hormati.

Perasaan berkecamuk dalam dada, ingin rasanya emosi terluap dihadapannya, mengeluarkan segala yang ada di hati. Tapi raga tak mampu berkata, hanya tangis yang meluap-luap beberapa hari ini yang membantu mengaliri semua penat, rasa, dan rahasia, yang saya pendam jauh sekali pun dari diri sendiri.

Mengapa harus ada semua salah ini jika ini justru membuat saya jauh terhempas dari dirinya. Saya tak mengharapkan sikap dan perasaan yang lebih dari dirinya kecuali Kata maaf yang ikhlas yang dia berikan untukku atas kesalahan terbodoh yang saya lakukan untuknya.

Pahami perasaanku sebagai wanita bukan sebagai seseorang yang saat ini kau kenal.

0 comments:

Poskan Komentar

Please leave a comment if you have critics for me

 

Template by Best Web Hosting