Jumat, 26 November 2010

Kamuflase

Enjoy this post

Kamuflase

indah banget rasanya kalo kita bisa berkamuflase layaknya hewan yang bersembunyi melawan mangsanya. Tapi saya wanita, wanita biasa yang untuk berkamuflase dengan diri sendiri pun tak mungkin.

Ingin rasanya teriak, ketika perih hati menghujam seluruh peredaran darah, seolah-olah ada yang hilang tapi dia tak menjawab.

Ahhhhh
Tuhan
Mengapa aku harus menambatkan perasaan ini begitu cepat padanya. Laksana keram yang mejalar ke sulurh ototku, begitu cepat merasuk dan hilang seketika tanpa kepastian???

Bodo bodoh dan bodoh
Bagaimana bisa aku berkamuflase sedangkan aku tak memiliki kekuatan untuk menyembunyikan perasaanku sekali pun dari seekor semut yang berbaris di dindingku.

Adakah altar persinggahan hati yang tepat untuk menyatakan perasaanku??
Aku masih punya 24 jam dalam hidupku untuk terus memikirkannya, tapi tidakkah aku punya waktu meski seperkian detik untuk menyembunyikan rasaku !

Wahai petani yang meyebarkan benih kehidupan cinta dalam ladang tandusku yang telah lama gersang, tegakah engkau membiarkanku berada dalam kerumunan jaring-jaring rerumputan yang tak membiarkanku lolos?? Atau akankah engkau membiarkan rasa ini tumbuh tanpa pernah kau petik hasilnya???

Wahai pengembala cinta, kembalakanlah aku sampai aku benar-benar berada di tempat peristirahtanku dengan tenang ! Jangan biarkan aku berada terlalu lama dalam kamuflase yang mengantarkan aku pada ketakutan yang sangat menghujam !!!

0 comments:

Poskan Komentar

Please leave a comment if you have critics for me

 

Template by Best Web Hosting