Kamis, 28 Oktober 2010

Salah Jika Aku Mengagumi seorang ikhwan ???

Untuk kesekian kali saya menyadari rasa ini, rasa yang hampir membuat saya mati menahan pedih.  Bagaimana tidak, yang saya sadari adalah saya mengaggumi bahkan mungkin mencintai seorang Ikhwan.  Lantas ada yang salah ? Menurut saya seorang ikhwan adalah lelaki yang luar biasa dibandingkan dengan lelaki pada umumnya, shaleh, dan sangat memiliki pengetahuan yang luas tentang islam, dan yang pasti sangat menjaga pandangannya terhadap wanita, dan seorang ikhwan saya rasa sangat cocok untuk seorang akhwat.

Akhwat, ya kesempurnaan bagi seorang muslimah.  Sedangkan saya? saya hanya wanita biasa yang baru belajar menggunakan jilbab, meski mayoritas keluarga saya juga seorang akhwat.  Buat saya menjadi akhwat adalah anugerah, bahkan saat ini saya berada di kostan yang penghuninya mayoritas akhwat.

Saya akui saya masih tergolong jilbab metal, belum sesempurna akwat.  Tapi saya paham bagaimana wanita harus bertindak dalam kacamata agama.  Perasaan saya muncul sejak saya mengenal dirinya, sebut saja namanya Ari.  Dia senior saya di SMP, kami sempat dekat satu sama lain, dan mungkin dia sudah membaca perasaan saya jauh sebelum saya mengungkapkannya.

Saat itu jawabanya sangat menusuk rongga jantung saya, bagai ditikam tombak karat, perih.  Dia berkata bahwa dia sangat menyukai wanita berjilbab yang periang.  Dan saat itu saya belum berani mengambil keputusan untuk berjilbab.  Perlahan kami menjauh satu sama lain, saya menghabiskan banyak waktu untuk melupakannya.  Sampai saatnya Allah membrikan saya kesempatan untuk membuka mata hati saya memulai hari-hari saya menutupi aurat saya, meski terkadang saya masih tergoda.

Beberapa bulan ini saya mulai mendapatkan kembali jejaknya, saya mendapatkannya masih sama seperti yang saya kenal dulu, bahkan lebih shalaeh, mungkin semua seiring dengan umurnya yang semakin dewasa.  Umurnya memang 7 tahun lebih tua dari saya.  Semua wanita yang mengenalnya sangat setuju jika dia dicap sebagai lelaki sempurna.  Bagaimana tidak, Allah menganugerahinya fisik yang tampan, jika anda penasaran seperti apa, tataplah wajah Bondan Prakoso, putih dengan perawakan tinggi kekar.  Sudah mapan dengan pekerjaan yang cukup.

Tapi ada satu hal yang membuat saya merasa ciut untuk kembali mengenalnya, yakni saya mengetahui bahwa dia sudah lama mengaggumi seorang akhwat yang tidak lain adalah senior saya di SMP setahun lebih tua dari saya.  Wanita itu memang cantik, shalehah, kuat, dan sudah berjilbab sejak SMP.  Saya juga sudah tahu kabar mereka saling suka satu sama lain saat kami masih sama-sama bernaung disebuah ekstrakulikuler.

Saat itu sampai sekarang saya selalu bertanya, apakah memang Allah telah menakdirkan seorang ikhwan untuk seorang akwat?? Lantas bagaimana dengan saya dan wanti diluar sana yang juga berharap mendapatkan suami yang shalehah?  Dan sampa kapan saya harus Beristighfar manakala hati saya bergetar, badan saya melemas saat saya kembali mengagguminya dengan berlebih? Ya Rabb, tidakah hamba berlebihan dalam menyanjungnya??

0 comments:

Poskan Komentar

Please leave a comment if you have critics for me

 

Template by Best Web Hosting