Senin, 06 Juli 2015

Terimakasih Drh. Irwan

 Udah  lama banget gak nulis, dan sekalinya nulis tulisan saya kali ini bakal panjang dan sedikit melancoli.

Bekasi, 4 Juli 2015

Pagi itu saya berniat untuk memandikan kucing-kucing di rumah.  Masih pagi, matahari juga masih malas untuk keluar dari persembunyiannya.  Satu persatu saya keluarkan kucing kesayangan saya dari kandangnya, Piye dan Arba.  Tapi saat itu Wahid kucing paling disayang di rumah karena paling aktif terkapar lemas seperti kucing setengah mati.  Badannya lemas tidak bisa digerakan, bahkan bersuara pun tidak.  Saya periksa perutnya ada benjolan keras, saya panik dan langsung memutuskan untuk membawa dia ke klinik hewan dekat rumah.

Sesampainya disana, dokternya langsung bertanya kenapa kucingnya, saya jelaskan lumpuh dok gak bisa jalan, awalnya dokter tersebut mengira Wahid hanya shock, namun seperti saya pagi itu dokter pun sangat terkejut melihat benjolan yang ada di perut Wahid.

"Oke ini harus langsung kita tanganin, kita udah gak punya waktu satu menit kita telat dia gak bakal selamat. " terang dokter tadi sambil cekatan mengambil beberapa obat dan alat untuk menangani Wahid.

"Tapi dok, berapa dulu biayanya saya takut gak bisa bayar" (semua orang tahu kalau perawatan hewan peliharaan sekelas kucing itu jauh lebib mahal dari perawatan batuk pileknya manusia, terlebih mereka gak punya BPJS.

"Ok kita bicara estimasi, pemasangan kateter 600rb, infus 150rb/botol, antibiotik 150rb/botol, biaya anastesi, biaya rawat inap bla dan bla .... " pokonya total 1juta lebih.

"Tapi saya gak ada uang dok sebanyak itu? Saya boleh cicil? Paling gak saya jual kucing saya dulu."  THR memang baru turun tapi sudah saya alokasikan untuk pendaftaran kuliah semester yang harus saya ikuti semester depan.  Pikiran saya mulai kacau, sebodoh itu saya membiarkan kucing yang katanya paling saya sayang menahan sakit karena kebodohan saya sendiri.  Saya yang suka males ngasih dia minum, atau saya yang bodoh termakan omongan penjual makanan kucing langganan saya bahwa produk yang sekarang saya berikan adalah produk baik.

FYI, makanan kucing yang baik itu gak cuma liat dari cocok gaknya di perut dan bulu, tapi juga di ginjal.  Layaknya manusia ginjal kucing itu sangat penting, bahkan sangat sensitif.  Inilah penyebab benjolan besar yang ada di perutnya Wahid.

Dokter bilang, ini penyakit berkaitan dengan penyumbatan saluran urin akibat kristal yang menumpuk dari hasil makanan yang banyak mengandung kalsium dan magnesium (nama penyakit ilmiahnya lupa karena terlalu panjang dan keren).  Singkat cerita, sari-sari makanan yang dibawa darah dan dibuang melalui urin tidak bisa dikeluarkan karena sudah tersumbat, alhasil perlu penanganan berupa pemasangan kateter pada alat kelamin Wahid.

Oke, balik ke cerita penangangan Wahid.
Muka saya mungkin sudah pucat pasi, air mata sudah tidak bisa dibendung, pusing bukan kepalang memikirkan biaya dan kondisi Wahid saat itu.  Dokter mulai memasang selang infus, seperi anak bayi yang sedang sakit Wahid hanya tergeletak lunglai di meja operasi, saya bisa merasakan tatapannya yang berbicara "Sakit mom".  Saya ajak Wahid berbicara tatapannya masih kosong, tidak memberontak meski jarum menusuk ke pembuluh darah kaki depannya. Sampai pada penyuntikan bius oleh sang dokter agara Wahid tidaj merasakan sakitnya saat selang kateter dipasang.

Perlahan selang tersebut masuk ke dalam saluran urin, dokter sibuk mengelurkan darah segar yang menggumpal di perutnya, Subhanallah bau amisnya bukan kepalang, lebih amis dari darah saat Piye melahirkan dia.

Selesai dengan tindakan pemasangan kateter, dokter pun langsung mengajak saya berbincang masalah penyakit yang sedang dihadapi oleh Wahid, dan juga biaya yang harus saya keluarkan.

"Mba, gini ya saya sudah nolong Wahid & Mba. Kalau mba gak ada uang itu urusan emba, yang penting saya udah berusaha kuat bantu Wahid. Sekarang mba punya uang berapa saya terima, saya ikhlas, masalah sama mas yang punya petshopnya biar saya yang ngomong. Saya nolong mba karena tanggung jawab, saya bisa cari uang dimana aja, saya nolong orang karena saya tahu suatu saat saya pasti ada di posisi mba."

Kalimat super panjang yang langsung terekam di pikiran bahkan hati saya.  Kalimat yang rasanya jarang saya dengar bahkan dari mulut seorang dokter yang biasa menangani manusia.  Betapa tidak, disaat seorang dokter hewan begitu sangat peduli terhadap nyawa hewan kecil yang mungkin kita anggap remeh, tapi di luar sana begitu banyak dokter manusia yang sama sekali tidak ada prikemanusiaannya.  Dokter itu adalah drh.Irwan.

Bekasi, 5 Juli 2015

Minggu pagi dengan rutinitas yang tidak seperti biasanya.  Saya pergi ke beberapa petshop untuk menawarkan kucing saya yang lain. Sunggu hal yang membuat saya sangat sedih, bukan karena akan kehilangan mereka tapi karena cara saya mencari keluarga untuk mereka dengan cara dijual adalah cara yang paling menyedihkan.

Setelah putus asa karena penolakan beberapa petshop, akhirnya saya memutuskan untuk kembali ke rumah.  Siang yang terik saya pergi untuk menjenguk Wahid yang masih harus ditarik urinnya.  Siang itu pasien drh. Iwan sedang membludak.  Saya perhatikan cara beliau menangani satu persatu kliennya, begitu telaten dan rapih.  Bahkan bisa dibilang ini adalah klinik hewan terapih yang pernah saya temui.  Saya juga sempat berbincang dengan beberapa kliennya yang ternyata sudah sering kesini.  Mereka bilang beliau adalag dokter yang telaten dan murah hati.  Meski sekilas tampangnya tengil tapi beliau punya track record yang baik.  Terbukti satu haru dari pukul 11 pagi - 9 malam bahkan lebih beliau bisa menangani 10 pasien baik penyakit ringan maupun berat.

Yang saya juga suka beliau selalu mengucapkan Bismillah disetiap hendak melakukan tindakan, sangat sabar memberikan penjelasan, bahkan sebelum beliau pulang kampung untuk lebaran dan menikah, beliau tidak segan-segan untuk mengajari saya ilmu tindakan medis yang harus saya lakukan untuk perawatan Wahid di rumah.  Untuk urusan memegang anjing, beliau juga sudah menyiapkan tanah untuk membasuh badannya jika terkena liur anjing yang beliau tangani.

Terimakasih dok atas kebaikan, dan kemurahan hatinya.  Semoga Allah senantiasa melapangkan rizki dokter, dan deket dgn Rasulullah SAW di syurga kelak karena cinta kasih dokter terhadap hewan kesayangan beliau.

Alamat praktek Drh. Iwan

Petshop perwira, 
Ruko panorama Bekasi.
Sebrang perumahan Alinda Kencana

Bekasi, 6 Juli 2015
Lovelill

0 comments:

Poskan Komentar

Please leave a comment if you have critics for me

 

Template by Best Web Hosting