Minggu, 10 November 2013

Leave Your Comfort Zone

Enjoy this post

Terhitung 10 hari sejak tanggal 28 Oktober - 6 November kaki ini pergi mencari hal baru yang mungkin tidak akan saya temui kalau tidak ada keberanian untuk meninggalkan rasa nyaman.

Bekasi, 28 Oktober 2013 Pukul 11.00 WIB

Setelah berpamitan dengan ibu dan ayah, saya langsung bergegas menuju Stasiun Bekasi untuk bertemu dengan kedua "Guards" saya Ikhwan dan AA.  Satu tas jinjing, dan tas ransel di pundak, diantar oleh Pak Ojek sambil sesekali meyakinkan diri untuk benar-benar mengikuti trip ini atau tidak, maklum ini trip pertama saya yang terlama, dan mungkin yang paling "sengsara".

Sesampainya di stasiun Bekasi saya bertemu dengan AA, dia kakak sepupu saya yang sudah seperti kakak kandung sendiri, mata kami memanjang menunggu sosok cungkring bernama Ikhwan Setio Nugroho, setelah hampir sejam menunggu akhirnya sosok yang kami tunggu-tunggu datang juga.  Kami bergegas menuju loket KRL untuk melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Pasar Senen, karena darisinilah perjalanan ini dimulai.

Stasiun Pasar Senen, 28 Oktober 2013 Pukul 12.30 WIB

Sesampainya di Stasiun kami harus berjalan menunu loket penukaran tiket, lumayan uang Rp 15.000,- dari ketiga tiket jaminan yang kita beli bisa untuk beli beberapa botol air putih.  Sambil menunggu kereta yang akan membawa kami ke dalam petualangan 10 hari, Ikhwan tak segan-segan membuka lapak makanan alias bekal yang sudah dimasak oleh ibunya.  Jujur saya merindukan momen makan nasi bungkus beramai-ramai, sejak berkerudung ini momen pertama saya makan di tempat umum ala "Ngemper", kalau dulu saya cuek, saat camping di masa SMP bersama Pandawa 5 (julukan Pramuka SMPN 5 Bekasi), atau selepas tanding footsal bersama teman tim footsal MAN 8 Jakarta, tetapi melihat ikhwan dan AA yang lahap, saya pun langsung tertarik untuk merasakan sensasi makan nasi bungkus di tengah kerumunan Stasiun Pasar Senen.  Setelah makan, kami bergegas memasuki ruang tunggu karna waktu sudah menunjukan pukul 13.00 lewat sedikit, kami bergegas mencari Mushola untuk melaksanakan kebutuhan kami kepada Sang Khalik.

KA Matramaja tujuan Stasiun Kota Malang Baru dari kejauhan mulai memasuki jalurnya.  Saya langsung bergegas mengambil telpon genggam di dalam saku jaket, saya telpon ayah dan ibu untuk memberitahukan bahwa beberapa saat lagi saya akan berangkat, menitipkan segala rindu untuk mereka di Bekasi untuk sejenak membuang penat di timurnya Pulau Jawa.

Perjalanan ini masih sangat lama, 16 jam menulusuri 3 zona sepanjang Pulau Jawa.  Dan seluruh petualangan yang ada akan saya tuangkan disini, di dunia dalam kata yang sejak 2007 sudah saya buat untuk tempat sampah saat saya merasa penat dengan sekeliling.

- Wisata Alam
- Wisata Kuliner
- Wisata Spiritual

Semua wisata yang merubah kehidupan saya untuk lebih bersyukur dengan-Nya akan saya tuangkan disini .

To be continue . . . 

Lovelill

0 comments:

Poskan Komentar

Please leave a comment if you have critics for me

 

Template by Best Web Hosting