Kamis, 28 Oktober 2010

Enjoy this post


Ya mungkin semua ingat kalo hari ini adalah hari sumpah pemuda, namun masihkah ingat dibenak kami untuk memaknai hari sumpah pemuda sepanjang hayat dalam dekapan perbedaan Nusantara??
Teringat sumpah pemuda teringat kembali beberapa waktu lalu ketika saya hendak pergi ke salah satu toko buku di pinggir peron stasiun kereta yang letaknya tak jauh dari kampus saya.  Toko buku itu sudah usang, seusang penjualnya.  Bagi saya dan beberapa mahasiswa sekitar, keberadaan toko buku ini amat membantu kami para mahasiswa yang dengan uang pas-pasan dituntut untuk membeli beberapa buku pegangan.

Tak sengaja mendengar percakapan antara si empunya toko buku dengan salah satu pembeli yang nampaknya seorang pengajar, entah pengajar dari kampus saya belajar atau pengajar dari instansi pendidikan lainnya.

Pembeli:”Saya lagi nyari buku Pramoedia Ananta Toer, tapi bukan yang edisi baru.  Ada gak pak?”

Penjual :”Wah, udah gak ada Pak, jarang yang minat sih!! Apalagi mahasiswa jaman sekarang!!”

Pembeli:”Iya juga sih Pak, abis saya nyari cetakan lama gak ada sih Pak!”

Penjual:”Anak jaman sekarang mana suka Pak baca buku kaya gitu, apalagi cetakan jadul! Liat mahasiswa sekarang alamamater doang Universitas ********* , yang dipegang kalo gak Hape, apalagi.  Jarang bawa-bawa buku, bawa sih bawa paling cuma ditenteng-tenteng doang!”

Saya melihat dari kejauhan bapak pembeli itu tersenyum kecil, entah apa maksud dibalik senyum itu.

Pembeli :” Iya jaman udah canggih Pak, mungkin mereka lebih milih baca buku lewat internet.”
lalu si penjual tersebut menjawab :

Penjual:” Iya bisa juga sih pak, tapi sikap mereka ituloh gak ngeggambarin Indonesia banget.  Ngomong sok-sok Inggris, padahal Inggrisnya aja asala campur.  Ya gimana yang tua gak mau sesumpah terus sama yang muda, wong yang tua aja gak pernanh dianggap ada.  Sama sumpah pemuda aja mereka lupa kali yah pak”

Percakapan itu pun hanya berakhir pada tawa kecil tanpa makna, tapi buat saya perkataan si empunya toko cukup bermakna, kita harus menghargai semangat leluluhur kita dalam mempersatukan Indonesia dari ancaman perbedaan yang saat ini mulai menjadi pemicu konflik SARA, karena bagaimana pun juga Indonesia tetap “SATU NUSA SATU BANGSA SATU BAHASA”

0 comments:

Poskan Komentar

Please leave a comment if you have critics for me

 

Template by Best Web Hosting