Selasa, 07 September 2010

Surat Cinta Untuk Ramadhan

Assalammualaikum wr, wb

Entahlah mengapa hatiku begitu tergetar menyibakkan kekagumanku pada dirimu.  Aku tak tahu wujudmu seperti apa, yang aku tahu aku selalu merindukan kehadiranmu, bukan karena surga menanti orang yang merindumu tetapi karena engkau telah menyibakan kesujukan tiap kali engkau datang.

Wahai cinta pembawa getaran-getaran qolbu

Aku menanti di setiap ujung rembulan, saat rembulan mengadah itulah saat yang aku tunggu.  Aku punya banyak kisah selama kehadiranmu, punya banyak pengharapan selama penantianku padamu, dan ada kisah dibalik perjalanan panjang menantimu kembali.  Pilu, kesal, senang, gundah, gulana, perasaan yang selalu membayang di ubun-ubun yang berhasil merasuk melalui perdaran darahku.  Ada keangkuhan, kekhilafan, kesesatan, tapi tak ada kemurtadan untuku menantimu.

Wahai cinta pemilik kedamaian,

Kerangka yang kaku untuk menjalani segala amal kebaikan perahan melemas manakala kau hadir.  Tersibak tanya bius macam apa yang merasuki sarafku, sungguh indah kehadiranmu, sungguh engkau yang paling indah dari keseluruhan waktu yang Allah berikan selama jagat raya ini berputar, menyusuri poros demi poros.

Wahai cinta  penganugerah kebahagian,

Senyum di ujung pelupuk mata bergoreskan titik di ujung bibir yang kau ciptakan bak etalase keindahan di tengah kepenatan.  Aku melihat senyum ikhlasku manakala menyambutmu, senyum ikhlas orang-orang yang selalu gusar akan kesedihan, dan senyum orang-orang yang selalu engkau anugerahi kebahagian dalam hadirmu.

Wahai cinta yang selalu dirindukan,

Aku mengiringi kehadiranmu dalam sujud yang tiada henti pada Sang Pencipta yang memberikan mu padaku pada semua orang yang mencintaimu.  Aku menyanjungmu tiada henti dalam balutan ayat-ayat suci yang mungkin jarang aku ucap, dan Aku mengantarkan kepergianmu pada kefitrian yang ku beri untuk saudara-saudarku yang juga mencintaimu.


Pergilah Ramadhan,
Hempaskan kepergianmu dengan keindahan, keagungan, dan kerinduan pada kami yang tak terhingga,
Pergilah Ramadhan,
Katakan Pada Allah bahwa kami selalu merindumu,
Pergilah Ramadhan
Tebarkanah doa bagi kami kelak kami bisa berjumpa denganmu kembali,
Pergilah Ramadhan,
Sampaikan salam rindu kami pada saudara-saudara kami yang selalu mengiring kami tiada henti di surga
dan Pergilah Ramadhan,
Berikanlah tempat untuk menopangkan seonggo keikhlasan untuk melapasmu,

Bekasi, 7 September 2010
wassalam dariku sang fakir cinta


0 comments:

Poskan Komentar

Please leave a comment if you have critics for me

 

Template by Best Web Hosting