Senin, 19 Juli 2010

MASAK ITU KEBUTUHAN BUAT WANITA

selamat membaca

Siapa bilang wanita zaman sekarang tidak harus bisa masak ??

Yang bilang seperti itu mereka SALAH BESAR !!  Jadi ingat ucapan ibu ketika saya masih SMP, saat itu boro-boro saya bisa masak, bisa pake rok selain rok sekolah saja sudah bersyukur.  Saat saya SMP setiap akhir pekan saat ayah sedang ada di rumah tugas memasak di ambil alih oleh ayah.  Mungkin karena terbiasa mandiri ayah juga terbiasa untuk masak, tapi ayah kebanyakan masakan menu seafood, mungkin terbiasa hidup di negeri samurai yang mayoritas penduduknya penggemar seafood.  Saat itu ibu berkata pada saya, masak itu kebutuhan buat wanita bukan kewajiban.

Saya bingung maksud ibu bahwa masak itu kebutuhan bukan kewajiban.  Saat itu ayah sambil membuatkan kami menu udang bakar pedas manis, menjelaskan maksudnya.  Wanita itu membutuhkan keahlian untuk memasak, secara otomatis jika sudah menjadi kebutuhan maka akan menjadi kewajiban juga untuk wanita bisa masak.  Mungkin saat kamu menjadi seorang ibu nanti zaman sudah berubah, semua serba praktis termasuk masalah makanan.  Tapi yag harus kamu lakukan kamu harus prihatin masalah keuangan, tidak semua wanita akan mendapatkan lelaki kaya untuk dijadikan suaminya, dan secara tidak langsung tidak semua wanita nanti bisa makan enak di luar.

Saat itu saya hanya mengangguk tanda mengacuh, tapi saya perlahan berpikir betul juga kata ayah.  Menjadi istri baik yang bisa membuat betah suami bukan hanya masalah ranjang, atau kecantikan.  Semua wanita kecantikannya perlahan akan memudar jika sudah berumahtangga, begitu juga dengan pria.  Masak itu suatu kebutuhan memang buat wantia, terlebih jika menjadi ibu nanti.  Selama ada anggota keluarga yang hidup selama itu juga memasak dibutuhkan guna memenuhi hasrat untuk makan.  Apalagi jika sudah memiliki anak, trik unik untuk mengahadapi anak yang terkadang memiliki kecenderungan lebih suka makan di luar perlu di antisipasi, caranya yah dengan masak seenak mungkin dan menyajikannya seunik mungkin.

Sejak saat itu saya mulai suka memasak, meski dulu saya sangat takut dengan bawang merah, tapi berkat kerja keras saya melawan rasa takut dan kecintaan saya memasak semua jadi hilang.  Pertama saya mencoba menu yang paling mudah, saya membuat nasi goreng.  Awalnya kegosonganlah, keasinanlah dan berbagai macam rasa yang tidak jelas juntrungannya.  Tapi saya terus mencoba memasak beberapa masakan, Alhamdulillah saya bisa masak beberapa masakan yang dianggap sulit.  Semua bisa saya lakukan karena ada niat dan kesadaran.  Setiap ibu saya masak, terlebih menu baru saya yang paling bawel nanya ini itu seputar masakan.  Dan saya juga saat ini menjadi koki untuk teman-teman kos saya saat mereka lapar, dan bosan dengan menu ala anak kost, atau sesekali menjadi penasehat kuliner untuk teman-teman saya yang ingin mencoba belajar memasakan satu menu untuk pacarnya.

Tidak hanya makanan, saya juga mulai bereksperimen membuat beberapa minuman, saya juga senang berwisata kuliner.  Ternyata selain kebutuhan, memasak itu juga bisa jadi hiburan paling nikmat.  Bayangkan setelah memasak kita bisa langsung mencoba sendiri, selain hiburan memasak juga bisa loh dibuat untuk mata pencarian.  Buktinya ibu saya hidup dari keluarganya yang seorang penjual sate dan sop betawi yang sudah lumayan terkenal di daerah Bekasi.  Cita-cita untuk membuka usaha makanan pun saat ini menjadi obsesi besar saya, selama manusia membutuhkan makanan selama itu pula masak sangat dibutuhkan.

Jadi buat kalian para wanita jangan takut unuk menjamah dapur, jangan takut kulit kalian rusak karena terkena minyak ketika memasak, asal kita tahu trik dalam memasak setiapa masakan itu semua akan berjalan lancar dan aman.  Jadi buat apa pikir panjang untuk mencoba memasak?? Ingat hampi 80% lelaki menyukai wanita yang jago memasak, yah itung-itung mengambil hati CALON MERTUA.

0 comments:

Poskan Komentar

Please leave a comment if you have critics for me

 

Template by Best Web Hosting