Sabtu, 01 Februari 2014

Imajinasi, Korelasi dan Intuisi

Enjoy this post

Zonk !!! Jam menunjukan pukul 1 pagi lewat 52 menit atau sama saja arrinya dengan pukul 2 pagi, tapi saya masih terjaga disini.  Well daripada saya grasak grusuk gak karuan, lebih baik saya kesini menulis apa yang bisa saya tulis.

Sepersekian menit yang lalu tiba-tiba saya mengingat kembali masa kecil tepatnya saat SD. Menyadari kekurangan saya di bidang seni terutama melukis, saya jadi teringat lukisan apa yang sering saya buat kalau pelajaran KTK (sekarang seni rupa) sedang memasuki zona menggambar.

Gunung, dengan matahari di tengah, sedikit aksen perspektif sawah dengan jalan berhias pohon atau tiang listrik dan di sampingnya ada rumah gubuk kecil.  Ya mungkin anda akan menjawab itu, karna hampir 100% anak-anak akan menggambar itu untuk tugas melukisnya, tapi sayang sekali lagi darah seni saya sangat langka mengalir di tubuh ini.

Lalu apa yang saya gambar?

Saya lebih senang menggambar sebuah kapal yang sebenarnya lebih tepat disebut perahu.  Saya sangat suka menggambar sebuah kapal lengkap dengan tumpukan deknya, lalu dengan tiang pancang untuk menyematkan bendera Belanda, lalu di antara garis gelombang sebagai perwujudan ombak saya selipkan sketsa beberapa ekor ikan yang sedang berenang, lalu tak lupa matahari dan burung saya sematkan di bagian atas gambar.

Cukup sederhana bukan imajinasi saya?

Entah mengapa saya sangat suka menggambar kapal dengan bendera Belandanya.  Kalau dulu mungkin jawabannya simpel, karna gambar kapal satu-satunya gambar simpel yang bisa saya buat, dan bendera Belanda karna saya suka warna benderannya, biru merah dan putih.

Lantas apa korelasi antara imajinasi saya dengan intuisi saya saat ini ???

Saya sangat percaya firman Allah SWT "Bahwa tidak ada yang kebetulan di dunia ini, selain atas izin-Nya".  Mungkin dulu imajinasi saya hanya bentuk dari penyelamatan diri agar saya bisa segera terbebas dari tugas menggambar yang memang tidak pernah saya sukai, dan pilihan bendera Belanda karna alasan sederhana bahwa mata saya sangat suka memandangi unsur warna yang menyusun bendera teraebut.  Tapi sekarang intuisi saya seolah-olah berjalan, bukan ingin kurang ajar karna terkesan kepedean dan mendahului takdir-Nya tapi saya hanya ingin membuat pengandaian dan memberikan fakta bahwa memang tidak ada yang kebutulan di dunia ini.

Kok muter-muter gini?

Oke to the point !

Saya merasa imajinasi saya di masa lalu berimbas pada bagaimana saya saat ini.  Saya yabg suka menggambar kapal sekarang malah dipertemukan dengan orang yang juga suka menggamar kapal, tentu gambar dia bukan imajinasi semata tapi lebih rinci dengan detail ukperhitungan yang hanya dia dan manusia kapal lainnya yang mengerti.  Ya dia seorang calon sarjana teknik perkapalan yang masih menjadi intuisi saya tentang jodoh.  Dan bendera Belanda menjadi salah satu mimpi besar saya untuk bisa kuliah disana selain di Australia.

Sekali lagi, tidak ada yang kebetulan di dunia ini, semua berjalan berdasarkan kehendak-Nya. Tidak ada yang berjalan sendiri antar ceritanya, semua saling berkorelasi sampai pada akhirnya kita menyadari bahwa seluruh rangkain yang ada memang terjadi atas dasar saling menjawab satu sama lain, termasuk menjawab keyakinan kita bahwa "Tidak ada kebetulan di dunia ini".

0 comments:

Poskan Komentar

Please leave a comment if you have critics for me

 

Template by Best Web Hosting