Tampilkan postingan dengan label about ladies. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label about ladies. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 April 2014

Humanity Problem

Enjoy this post

Sepagian path saya diwarnai postingan yang agak sedikit beda dari biasaya yang biasanya cuma isian dumelan semerautnya jalanan ibu kota.  Sebelumnya saya mohon maaf kepada, ehem Mbak Dinda yang hari ini mulai populer dengan hujatan di sosial media.  Baiklah perlu diketahui tulisan ini bukan untuk ikutan menghakimi Mbak Dinda dan membela ibu hamil, apalagi untuk ikutan mendongkrak "kepopuleritasan" Mbak Dinda (hahahah gak banget lah yah), ini cuma sekelumit pendapat pribada saya, si ANKER (Anak Kereta) yang kurang lebih 4 tahun menjadi pengguna sekaligus pengamat perkeretaapian di ibu kota (tsaaaah gayak).

Kurang lebih 4 tahun saya memilih Commuter Line (CL) yang dinaungi oleh PT KAI (Kereta Api Indonesia) sebagai sarana transportasi untuk pulang pergi Rumah-Kampus (Bekasi-Depok), mulai dari kereta ketek (kereta ekonomi) yang harganya 2000 perak, sampai kereta Pakuan yang harganya 16.000, terus kereta ketek mulai ditiadakan, dan harga CL melambung bak harga cabai sampe akhirnya turun lagi kaya harga cabe-cabean, semuanya sudah saya alamin, ya istilahnya pait, getir, manis, naik CL udah saya telen lah.

Mbak Dinda mungkin bukan cuma 1 dari 1.000.000 pengguna CL yang "ngedumel" tentang gak enaknya naik CL apalagi sampai ada tragedi rebut-rebutan bangku.  Saya juga kadang jengkel sama orang yang asal nyerobot aja tempat duduk yang udah lama saya incar, paitnya ya gitu kalo yang ngincer justru orang-orang yang berstatus PRIORITAS (Anak kecil, Ibu hamil, Lansia, dan Orang Berkebutuhan Khusus) yang gak kebagian tempat duduk karna emang nasip udah gak kebagian, atau karna hak mereka di rebut sama orang yang "MAU BANGET" diprioritasin.  Kadang orang Indonesia juga susah dibilangin, banyak banget yang duduk di kursi prioritas padahal tandanya udah segede gajah hamil, malah saya pernah sengaja ngejambak mas-mas yang dengan pulesnya tidur disini.  Ya kalo udah ada tanda tolong banget sih pengertiannya mau kereta penuh atau kosong ya jangan dipake, sadar diri aja kalo kita bukan termasuk golongan prioritas.

Oke buat yang gak tau suasana di CL saat pergi dan pulang kantor, saya bakal bantu mendeskripsikannya.  Satu rangkaian CL terdiri dari 8 gerbong, 2 gerbong khusus wanita yang ada di setiap ujung rangkaian, dan sisanya gerbong campuran.  Kapasitasnya sekitar 120-170 orang dimana terdiri dari 16 untuk duduk di kursi prioritas dan 28-30 untuk duduk di kursi non prioritas sisanya ngatung.  Tapi itu normalnya, gak normalnya di mulai saat jam sibuk dimana buat goyangin panta* aja gak bisa, aroma ketek dari yang asem kecut, asem seger, bau kambing dan lain-lain juga bakal dengan sangat mudah terendus.  Sekedar informasi dulu jamannya tiket CL masih 8500 rupiah untuk Jakarta-Bekasi, kereta Bekasi gak separah kereta tujuan Bogor, tapi karna semakin murah akhirnya ya gak ada bedanya.

Oke balik lagi ke Mbak Dinda.

Mbak, saya, bahkan jutaan pengguna lainnya punya masalah yang sama, "Kelelahan dan Kestressan" yang berbeda hanyalah kadarnya.  Tapi perlu dipahami bahwa ibu hamil punya tingkat kelelahan dan kesetressan yang jauh lebih tinggi dari wanita normal pada umumnya.  Kadang saya juga heran sama ibu hamil yang masih maksain diri naik ke gerbong yang jangankan untuk perut datar atau buncit karna kekanyangan aja susah naik tapi masih maksa naik.   Ini sebenernya bagian dari dilema saya juga saat nanti saya menikah dan dipercaya untuk hamil (aamiin), disisi lain saya harus tetap bekerja, tapi disisi lain keselamatan saya dan calon bayi di rahim terancam.  Mau naik kendaraan roda dua atau roda empat milik pribadi atau angkutan umum juga gak ngejamin bakal bebas dari kelelahan dan kesetresan, pasalnya di kota urban seperti Jakarta dan Bekasi CL masih menjadi saran transportasi pilihan. (Pleassee jadiin saya orang kaya melebihi Syahrini biar ke Emol di Jakarta aja bisa naik Jet, oke labai).

Saya juga kadang sedih kalau lagi ada di gerbong khusus wanita.  Wanita semua loh isinya, kadang dengan egoisnya ada aja penumpang yang pura-pura tidur, pura-pura gak denger karna jedak jeduk musik di headsetnya.  Pernah ada bahkan sering kejadian seorang ibu yang lagi hamil muda saking dia takut mau minta haknya di kursi prioritas dengan keadaan hamil tapi perut belum melembung, sampai akhirnya ibu itu pingsan.  Atau kadang ada nenek-nenek yang emang sih keliatannya masih gagah tapi pas diperhatiin 10-15 menit beliau berdiri mukannya udah pucet.

Buat siapa pun yang menggunakan transportasi massal, mau itu kereta, bus, andong, dokar dll ini bukan prihal siapa yang lebih lelah, siapa yang kuat, dan siapa yang lebih dulu dateng tapi ini masalah solidaritas, kemanusiaan.  Anggep ajalah kita nabung kebaikan buat orang lain, nih contoh deh cowok anak muda kalau ada ibu-ibu yang tolong diangkat badannya, kasih duduk, ya bukan masalah gender juga tapi udah masalah kemanusiawian dan etika.  Kita bermain peran lah, coba bayangin kalau kita hamil rasanya gimana, kalau ibu atau nenek kita diacuhin saat mereka lagi di kereta.  Yuk belajar untu menjadi pribadi yang lebih sensitif terhadap kesusahan orang lain, dan saling menghargai hak orang lain.  Ibu hamil kalau keadaan gerbong udah gak memungkinkan untuk dinaikin (dengan indikasi pintu sudah gak bisa ditutup dengan mudah) yuk bersabar tunggu yang lebih memungkinkan, ada hak anak yang mesti kita jaga sekalipun dia belum lahir.  Yang bukan termasuk golangan penumpang prioritas, ada baiknya kita mengalah kalau yang termasuk golongan prioritas ini tidak mendapatkan haknya secara langsung, tapi kita bisa jadi perantara rizkinya sekalipun hanya sekecil memberi tempat duduk.

Sekali lagi tulisan ini hanya pendapat sederhana saya saja sesuai pengalaman kurang lebih 4 tahun menjadi anak kereta, mohon maaf kalau ada perbedaan perspesi antara saya dan para pembaca.

Lovelill2014






Minggu, 08 April 2012

10 Kriteria Wanita Idaman

Enjoy this post

Hai kali ini saya mau berbagi tips 10 Kriteria Wanita Idaman.  Data ini saya peroleh iseng-iseng survey nanya-nanya keberbagai macam lelaki, mulai dari kakak-kakak,abang-abang, om-om, mas-mas, ladies boy alias cowok KW, sampai bapak-bapak juga saya tanya.  Hahah  berlebihan!!

Kriteria wanita idaman disini jauh dari urusan ranjang yah melainkan lebih mengarah kepada pribadinya.  Emmm cantik juga gak sih, karena menurut saya dan beberapa cowok yang telah tersurvey memandang bahwa cantik itu relatif.  So, bagaimana kriteria wanita idaman kaum adam??? Yuk kita cari tahu :

1. Keibuan

Em Kaum Adam cenderung mencari sosok wanita yang keibuan.  Why ??? Sosok ibu bagi seorang lelaki itu jauh lebih berharga ketimbang sosok ayah, pasalnya berlaku hukum alam kalo anak lelaki akan cenderung dekat ke ibu.  Nah, sosok wanita keibuan ini yang cenderung dicari lelaki, bukan berarti tampang dan gayanya harus kaya ibu-ibu yah!! Keibuan maksudnya si wanita bisa mengayomi si lelaki layaknya dia bersama ibunya, terlebih kalo si lelaki sudah lama kehilangan sosok ibunya untuk selama-lamanya.

2. Hemat

Weeeeh, gak nyangka kan kalo hemat jadi kriteria kedua yang dicari lelaki.  Emang sih gak bisa menutupi kalo wanita itu terlahir dengan wibawa matrealistis.  Matrealistis itu penting jaman sekarang, tapi bisa menghemat itu juga jauh lebih penting.  Emmm, coba deh renungin buat kita para wanita yang masa mudanya hobi belanja, ke salon, nongkrong mesen minuman & makanan yang super wah, sedikit banyak lelaki pasti mikir buat ngejadiin kita pasangannya kalo gaya hidup kita masih kaya gitu.

3. Bisa Masak

Bisa Masak gak harus jago masak loh.  Buat saya pribadi sih seharusnya ini ada diurutan nomor satu.  Why??? Di jaman serba jung food gini, kita sebagai wanita harus pintar mensiasati pola makanan agar tidak terjangkit penyakit yang aneh-aneh, kan gak lucu kalo suami kita nanti selingkuh cuma gara-gara kita gak bisa masak!!! ihhh gak deh !! Kan ada pembantu??? No!!! Tetep gak ngejamin suami kita bisa sayang sama kita kalo kita gak bisa masak.

4. Mandiri

Haduuuh wanita kan kodratnya manja, masa disuruh mandiri.  SALAH.  Manja itu ada batasnya, toh saya saja yang terlahir sebagai anak tunggal tau kapan saya harus mandiri dan kapan saya harus manja.  Lelaki menyenangi karakter wanita mandiri apalagi buat kita calon-calon istri yang bakal punya suami sering dinas di luar kota, emmm siap-siap aja ribut terus kalo gak bisa mandiri.

5. Agamis

Wiih kok malah ada diperingkat ke-5 yah???  Begini begini, masalah agama sebenernya nomor 1, tapi terkadang lelaki masih bisa memakluminya, Uwwaaay??? Karena wanita bakal lebih bisa dibimbing dari segi agama oleh suaminya nanti.

6.  Bukan Perokok Aktif

Nah loh, kok muncul masalah rokok sih kan mayoritas lelaki perokok??? Nih yang perlu kita ketahui bahwa sekalipun lelaki itu perokok tetep aja dia gak mau punya pendamping yang perokok.  Bukan karena saya sensitifan sama perokok tapi ini FAKTA.  Kalo gak percaya coba deh tanya lelaki-lelaki di sekeliling kalian mau gak punya pasangan nanti seorang perokok, kalo saya sih gak masalah lah wanita ngerokok kan emansipasi.

7. Gak Emosional

"Iiiiiih cewek gue kalo lagi PMS galaknya kaya harimau!!!"  weeh sering dong denger kaum Adam ngomong kaya gitu???  Mungkin kalo tingkat emosional seorang wanita naik saat PMS sih wajar, lah kalo tiap hari emosionalan???? Beeeuuuh bisa dicincang-cincang kali yah anaknya.  Ini dia alasan lelaki gak suka wanita emosional, supaya telaten ngurus anaknya.

8.  Pandai Mencuri Perhatian

Aiiiiisss, jangan mikir macem-macem dulu Sob, maksud pandai mencuri perhatian disini adalah mencuri perhatian ibu mertua.  Banyak loh rumah tangga yang gagal karena si istri gak akrab sama mertuanya, istilahnya sih gak bisa curi perhatian orangtua.

9.  Penurut

Penurut disini bukan berarti bisa dijadiin babu.  Artinya bisa diatur sebagai seorang makmum di rumah, gak mungkin kan suami udah di rumah si istri masih clubbingan tengah malam???

10. Cerdas

Laaaah kenapa cerdas jadi kriteria terakhir????  Iya saya juga bingung kenapa lelaki menempatkan cerdas diurutan terakhir, ehhh tapi tenang udah nemuin deh jawabannya hehe. Jawabanya karena mayoritas lelaki itu takut wanita cerdas.  Takut tersaingi, takut harga dirinya diinjak-injak (secara lelaki kan gengsinya gede).  Coba aja lihat wanita dengan pendidikan yang mapan mereka cenderung susah dapet jodoh.  Gak percaya???? emmmmmmmm mau saya ceritain gak salah satu contohnya??? Ahhhh gak jadi ah entar saya dituntut lagi.


Nah gimana 10 kriteria wanita idamannya??? Adakah di diri kalian???  Kalo saya sih masih 20 % -,-" so, saya harus banyak belajar supaya 10 kriteria tersebut terpenuhi.  Selamat berbenah diri Ladiiiee!

Selasa, 27 Maret 2012

Pasangan Posesif

Enjoy this post

Pasangan anda Posesif? Ini dia solusinya, ramuan racun tikus yang di campus jus buah kesukaan pasangan anda, dijamin halal dan 100% membunuh sifat posesif pasangan anda. hahahah

Well, berbicara mengenai posesif siapa yang merasa pernah atau bahkan sampai sekarang masih posesif sama pasangannya?  Saya, saya, saya, saya. Hahaha, oke saya mengakui saya juga pernah posesif sama pasangan saya.

Emm, kalo menurut hasil pengamatan saya, pasangan yang posesif mayoritas cewek ke cowoknya walhasil kita  sering dengar istilah SSTI (Suami-Suami Takut Istri), ayok cowok ngaku siapa yang kayak gitu? Idiiiih jaman ciiin haha.  Menurut survey saya, cowok juga ada sih yang kayak gitu, tapi jarang.  Terus kenapa ciin kok banyakan cewek posesif daripada cowok posesif??

Alasannya mungkin karena cewek jauh lebih sensitif perasaannya, takut kehilangan pasangannya, atau mungkin tuh cewek baru laku, yaa bisa juga tuh cewek baru pernah punya pasangan yang bagus di mata dia dan orang lain.

Kalo dulu alasan saya posesif karena pasangan saya banyak yang naksir, meski jelek (menurut saya dan yang lain) tapi karena karisma & kebaikannya dia jadi banyak yang naksir.  Setelah dipikir-pikir bodoh yah bersikap posesif.  Padahal jelas-jelas pasangan saya yang satu itu setia banget, boro-boro seligkuh mungkin kepikiran selingkuh aja enggak.

Saya pernah ketawa ngakak oleh pasangan teman-teman cowok saya yang jelas-jelas udah dari lama kita berlebel "SAHABAT" dari MUP (Majelis Ulama Persahabatan).  Gak sekali dua kali saya dilabrak, bahkan mungkin jadi trending topic di kalangan dia dan teman-temannya kali yah, padahal saya dan pacarnya di belakang malah  ngetawain sifat posesifnya hahaha.

Gak ada salahnya sih emang kita menjaga pasangan kita dari ancaman predator-predator luar yang naksir, kesemsem, atau bahkan terobsesi sama pasangan kita.  Tapi Ha to the LO, kita udah dewasa, begitu juga dengan pasangan kita.  Alasan apa pun mau itu alasan cinta, sayang, materi, fisik bra and bra kita dan pasangan kita tuh udah sama-sama DEWASA udang bukan BOCAH KORENGAN yang harus dijagain, kalo orangtua kita aja udah nganggep kita dewasa, bisa jaga diri, dan gak perlu dijagain 24 jam, kenapa kita masih mau digituin sama pasangan kita yang belum SAH. 

Hal lain yang membuat saya berpikir keras untuk gak posesif lagi ke pasangan saya adalah saya melihat banyak suami (inget suami loh udah statusnya) yang selingkuh karena istri yang terlalu posesif.  Nahloh, suami aja yang udah sah bisa selingkuh, apalagi yang masih pacaran duuuh ngeri deh.  Saya gak seneng di posesifin jadi saya juga gak mau jadi posesif ke pasangan saya.

Intinya adalah kita boleh berekspektasi dengan hubungan kita dan pasangan kita, tapi jangan terlalu jauh sampai-sampai kita posesif dengan kehidupan dia.  Dia mau bergaul sama cewek, cowok, atau banci sekali pun kalo emang dasarnya pasangan kita sudah bilang "SAYANG, SETIA, SELAMANYA" dia pasti komit keomongannya.   Mungkin sekarang pasangan yang kalian posesifin masih bisa mentolerir sifat posesif anda, tapi ya yang namanya manusia normal gak tahan lah yah boo kalo digituin, secakep, sebaik, dan setajir apa pun kalian.

Posesif sama pasangan juga gak baik loh untuk kehidupan sosial kalian.  Gak percaya??? Saya dulu gak disukain sama orang-orang terdekat pasangan saya karena sifat posesif saya, tapi setelah berubah mereka akhirnya baik seiring dengan perubahan sikap saya.

Yaaah, tulisan ini sih cuma buat mengingatkan saya saja jika suatu saat nanti saya kembali bersifat posesif, jika ada pihak-pihak yang tersendiri, wiiiih sorry broooh gak maksud, tapi seharusnya kalian bersukur itu artinya kalian merasa diri kalian harus berubah biar gak posesif lagi.


Salam Damai Selalu,
Lovelill
Bekasi, 27 Maret 2012
2.22pm









Kamis, 28 Oktober 2010

seribu satu alasan kenapa nikah muda itu enak.. hahaha

Enjoy this post


Tujuan kehidupan seseorang khususnya dalam percintaan adalah MENIKAH. Gak ada yang bisa ngungkirin kalo nikah itu kebutuhan yang penting, meski ada beberapa minoritas orang yang lebih memilih untuk tidak menikah. Kapan dan sama siapa kita akan menikah itu memang sudah ada yang mengatur, namun meski seperti itu sebagai manusia kita masih bisa berencana dan mencari yang terbaik untuk kita. 


Umur saya belum genap tujuh belas tahun, namun berjuta rencana dalam hidup saya sudah tersusun rapih, bagaimana dan kapan semua rencana itu harus saya wujudkan sudah terfikirkan dengan matang di ubun-ubun saya. Termasuk rencana “MENIKAH”. Entahlah naluri, atau sekedar meneruskan tradisi nikah muda di dalam keluarga saya . 



Eitzz, jangan kalian fakir no reason I want it. Ada bebeapa alasan mengapa saya mengininkan nikah muda. Tapi sebelumnya yang harus kalian saya tahu rencana pernikahan saya harus terlaksana pada saat umur saya menginjak usia 22 tahun, ya.. paling tua 23 tahun. Yang terpenting sebelum saya menikah, saya harus menyelesaikan study S2 aya dan sudah memiliki bekal keungan secara baik. Artinya setelah lulus S1 saya harus “Kuliah sambil kerja, bukan kerja sambil kuliah.” Amin!!


Dibawah ini alasan mengapa saya sangat meginginkan menikah muda, tentunya tanpa hal-hal negative seperti Married by accident… 



1. keturunan nikah muda 


MySpace

Di keluarga ibu saya nikah muda bukan menjadi hal yang asing, bahkan sesuatu yang wajib terlaksana manakala sudah memiliki pacar (khusus perempuan). Mengapa demikian? Abi saya (kakek), sangat melarang anaknya bahkan cucunya untuk memiliki kekasih alias pacar alias bokin sebelum menyelesaikan pendidikan yang ia tempuh.oleh karena itu, setiap anaknya yang sudah lulus SMA selalu mendaat pertanyaan yang sama dengan syarat yang sama dai beliau “ Mau kuliah, dengan syarat focus ke kuliah sampai lulus, atau mau bekerja dengan keringanan boleh menikah kapan pun asal sudah siap lahir batin ?” 


Ketika sang anak menjawab kuliah, tentu memiliki kontrak untuk tetap memegang teguh perjanjian yang telah dibuat “TIDAK BOLEH PACARAN”, namun apabila anak tersebut memilih untuk bekerja dan memiliki pacar, pernikahan harus segera dilaksanakan secepatnya agar tidak terjadi fitnah bahkan perzinahan yang lebih dalam. 



MySpace2. ibu saya pun menikah di usia 16 tahun menuju 17 tahun….. 



Iibu saya tidak bodoh, tidak juga kecentilan seperti teman-teman sebayanya. Ya.. cinta memang tidak bisa dipaksa. Ibu saya terlalu dini mengenal cintanya. Ibu saya ermasuk anak cerdas yang dapat menyelesaikan SMA nyadi usia 16 tahun. Namun cinta itu keburu merenggut impian ibu saya untuk menjadi seorang Filsuf terdidik(melanjutkan kuliah di juruasan ilmu filsafat). Ibu saya pacaransaat meginjak SMA kelas dua, pacaran dengan sangat menjaga harga dirinya sebagi perempuan, dan sangat menjaga hatinya. Disaat semua perempuan sudah dicium pacarnya, atau bahkan gontaganti pacar, ibu saya tetap pada prinsip dan menjaga hatinya (kata sahabat deket ibu). abi yang mengetahui hal itu lansung menikahkan ibu saya, tanpa bertanya kembali mau kuliah atau tidak setelah lulusnya pada lelaki pilihannya. Terus nongol deh saya…. Ibu sangat menyesal, dan ibu melarang saya berpacaran sebelum gelar S1 saya dapatkan (tapi saya gak ikutin.. hehe.. maaf yah Mom) 



MySpace3. mau jadi ibu-ibu GAOEL…. 



Ini dia gak enaknya punya ibu yang masih muda, hahaha. Tapi kalo kita yang jadi ibu-ibu pasti enak. Kenapa bisa jadi ibu-ibu gaul? Karena jarak usia ketika anak kita remaja tidak terlalu jauh. Kita masih bisa tahu perkembangan anak muda pada saat itu, pkoknya bisa lebih friendly sama anak, dan anak gaka akan jauh dari kita karena anak cenderung malu punya ibu yang udah tua. Tapi itu buat anak yang kurang terimakasih aja. 

Haaha…….. 



MySpace4. saat anak kita masih sangat membutuhkan kita, kita masih produtif 



Ini dia alasan kuat kenapa saya sangat ingin nikah muda. Usia 22 atau 23 tahun adalah usia yang tepat untuk melahirkan, tulang belakang kita pun sudah cukup kuat untuk menopang bayi pada saat dia lahir. 



Usia yang masih produktif pada saat anak kita masih membutuhkan kita menjadi pertimbangan saya. Katakalah saya menikah 22 tahun anak saya berumur 17 tahun, itu berarti usia saya pada saat itu masih 39 tahun. Usia yang masih relative muda untuk ada di sisi anak tidak hanya sebagai orangtua, melaikan sahabat bahkan guru. Pada saat anak kta sudah punya anak, kita tidak terlalu lelah untk bercanda dengan cucu. 



Hahaa, panjang banget yah penjabarannya. Saya hanya bisa berharap dan berdoa apa yang saya inginkan bisa tercapai. Amin.. buat para adam yang menginginkan saya, sebisa mungkin kedepan saya tidak mencari pacar, melainkan CALON SUAMI.MySpace 



Minggu, 15 Agustus 2010

Terkadang JABLAY itu lebih tinggi derajatnya

selamat membaca


LOMBA BLOG DEPOK 17 Juli-17 September 2010

Istilah Jablay MySpace sebenarnya istilah yang lebih halus ketimbang Perek, tetapi tidak lebih halus dari PSK.  Beberapa hari lalu sekedar iseng melintasi daerah Jatinegara saya dan sepupu saya mencoba bereksperimen menyewa seorang Jablay sebut saja dia MySpace BUNGA.

Bunga ternyata masih berumur sama dengan saya hanya beda beberapa hari, wow dunia yang terlalu rumit untuk anak seumuran kita.  Sudah hampir tiga tahun Bunga ngejablay.  Menerjang dinginnya angin malam di sepanjang kawasan Jatiegara, membiarkan tubuh semoknya terurai dengan busana yang tak berisai, bahkan  mempertaruhkan agama.  Tidak tanpa alasan Bunga menjadi seorang jablay.  Awalnya dari sebuah kebutuhan yang disebut MySpace KEBUTUHAN EKONOMI.

Lahir dari keluarga yang tidak mampu, Bunga merantau dari kota kelahirannya di ujung Jawa Barat.  Mengadu nasib untuk mendapatkan hal baik, malah justru terbalik.  Bunga saat itu bingung, dia mencoba peruntungannya dari pabrik ke pabrik, tapi tidak ada satupun yang mau menerimanya.  Sampai akhirnya Bunga memilih untuk menerima tawaran temannya untuk menjadi JABLAY. Swit swit prikitiw ala lelaki idung belang MySpace yang minta digoyang diajak kasur sudah menjadi hal yang lazim bagi dirinya.

Tidak banyak memang rupiah demi rupiah yang dia dapat, rasa sakit bekas "DIJAJALIN" terkadang lebih banyak ketimbang upah yang dia peroleh MySpace.  Dalam waktu semalam dia bisa melayani 5 orang lelaki sekaligus. Awal dari sekedar jajal lama-lama nmenjadi nagih, ternyata hubungan sex itu bisa menjadi kebutuhan bagi orang yang sudah terbiasa melakukannya MySpace (wah wah wah).  Bunga ingin lepas dari hidupnya, rasa takut akan HIV AIDS terus menjalar di seluruh cabang saraf pemikirannya.

Mungkin dia heran dengan saya yang tengah malam keluar dengan seorang lelaki, dia tidak tahu bahwa lelaki yang bersama saya adalah kakak sepupu saya.  Nyeletuk agak nyeleneh tapi berbobot memberikan pelajaran yang cukup menampar bagi saya MySpace Bunga berkata

"Kamu ngapain malem-malem berkerudung lagi berduan sama lelaki? Aneh saya, terkadang orang yang berpendidikan bahkan beragama sekalipun mau saja ditipu dengan muslihat lelaki, bilang sih sayang pacaran tapi dibelay-belay mau aja.  Mereka gak pernah tahu sih rasanya jadi kami gimana, liat deh cewek-cewek kaya yang orantuanya banyak duit, mereka bukan bersyukur manfaatin duitnya malah secara gak langsung udah kayak jablay, clubbing lah, mesum di mobil lah, jalan-jalan sana sini grepean segala macem, bahkan yang mirisnya kalo liat cewek berkerudung tapi mesra banget sama cowoknya.  Mending saya deh jablay tapi saya tahu cara sopan santun sama orangtua.  Jablay sih tetep jablay, tapi di luar profesi saya, saya tetep menjaga harga diri saya.  Saya punya pacar tapi saya gak pernah mau pacar saya macem-macemin saya, nyium kening saya saja tidak saya izinkan.  Saya mau dia mencintai saya apa adanya MySpace, kalo masalah dia nantinya tahu saya jablay yah itu urusan belakangan."

Aduuuh MySpace bener juga yah kata si Bunga, jujur saya malu, malu semalu malunya saya punya urat malu. Dari kat-kata Bunga saya bisa merasakan sakitnya dia berada diposisinya sekarang, dan saya juga tahu betul bahwa Bunga adalah wanita yang sebenarnya menjunjung tiggi cinta dan drajatnya.  Saya sudah punya pandangan rendah tentang Bunga dan profesinya, sebenarnya tidak ada yang salah dengan JABLAY, yang salah mungkin karena mereka tidak seberuntung kita yang diberi kekayaan hati untuk tetap bejalan lurus sekalipun susah.  Bener juga lagunya eyang Titiek Puspa, tidak ada yang salah dari seorang "KUPU-KUPU MALAM"

Ada yang benci dirinya
Ada yang butuh dirinya
Ada yang berlutut mencintanya
Ada pula yang kejam menyiksa dirinya

Ini hidup wanita si kupu-kupu malam
Bekerja bertaruh seluruh jiwa raga
Bibir senyum kata halus merayu memanja
Kepada setiap mereka yang datang

Dosakah yang dia kerjakan
Sucikah mereka yang datang
Kadang dia tersenyum dalam tangis
Kadang dia menangis di dalam senyuman

Oh .. apa yang terjadi terjadilah
Yang dia tau Tuhan penyayang umatnya
Oh .. apa yang terjadi terjadilah
Yang dia tau hanyalah menyambung nyawa

Senin, 19 Juli 2010

MASAK ITU KEBUTUHAN BUAT WANITA

selamat membaca

Siapa bilang wanita zaman sekarang tidak harus bisa masak ??

Yang bilang seperti itu mereka SALAH BESAR !!  Jadi ingat ucapan ibu ketika saya masih SMP, saat itu boro-boro saya bisa masak, bisa pake rok selain rok sekolah saja sudah bersyukur.  Saat saya SMP setiap akhir pekan saat ayah sedang ada di rumah tugas memasak di ambil alih oleh ayah.  Mungkin karena terbiasa mandiri ayah juga terbiasa untuk masak, tapi ayah kebanyakan masakan menu seafood, mungkin terbiasa hidup di negeri samurai yang mayoritas penduduknya penggemar seafood.  Saat itu ibu berkata pada saya, masak itu kebutuhan buat wanita bukan kewajiban.

Saya bingung maksud ibu bahwa masak itu kebutuhan bukan kewajiban.  Saat itu ayah sambil membuatkan kami menu udang bakar pedas manis, menjelaskan maksudnya.  Wanita itu membutuhkan keahlian untuk memasak, secara otomatis jika sudah menjadi kebutuhan maka akan menjadi kewajiban juga untuk wanita bisa masak.  Mungkin saat kamu menjadi seorang ibu nanti zaman sudah berubah, semua serba praktis termasuk masalah makanan.  Tapi yag harus kamu lakukan kamu harus prihatin masalah keuangan, tidak semua wanita akan mendapatkan lelaki kaya untuk dijadikan suaminya, dan secara tidak langsung tidak semua wanita nanti bisa makan enak di luar.

Saat itu saya hanya mengangguk tanda mengacuh, tapi saya perlahan berpikir betul juga kata ayah.  Menjadi istri baik yang bisa membuat betah suami bukan hanya masalah ranjang, atau kecantikan.  Semua wanita kecantikannya perlahan akan memudar jika sudah berumahtangga, begitu juga dengan pria.  Masak itu suatu kebutuhan memang buat wantia, terlebih jika menjadi ibu nanti.  Selama ada anggota keluarga yang hidup selama itu juga memasak dibutuhkan guna memenuhi hasrat untuk makan.  Apalagi jika sudah memiliki anak, trik unik untuk mengahadapi anak yang terkadang memiliki kecenderungan lebih suka makan di luar perlu di antisipasi, caranya yah dengan masak seenak mungkin dan menyajikannya seunik mungkin.

Sejak saat itu saya mulai suka memasak, meski dulu saya sangat takut dengan bawang merah, tapi berkat kerja keras saya melawan rasa takut dan kecintaan saya memasak semua jadi hilang.  Pertama saya mencoba menu yang paling mudah, saya membuat nasi goreng.  Awalnya kegosonganlah, keasinanlah dan berbagai macam rasa yang tidak jelas juntrungannya.  Tapi saya terus mencoba memasak beberapa masakan, Alhamdulillah saya bisa masak beberapa masakan yang dianggap sulit.  Semua bisa saya lakukan karena ada niat dan kesadaran.  Setiap ibu saya masak, terlebih menu baru saya yang paling bawel nanya ini itu seputar masakan.  Dan saya juga saat ini menjadi koki untuk teman-teman kos saya saat mereka lapar, dan bosan dengan menu ala anak kost, atau sesekali menjadi penasehat kuliner untuk teman-teman saya yang ingin mencoba belajar memasakan satu menu untuk pacarnya.

Tidak hanya makanan, saya juga mulai bereksperimen membuat beberapa minuman, saya juga senang berwisata kuliner.  Ternyata selain kebutuhan, memasak itu juga bisa jadi hiburan paling nikmat.  Bayangkan setelah memasak kita bisa langsung mencoba sendiri, selain hiburan memasak juga bisa loh dibuat untuk mata pencarian.  Buktinya ibu saya hidup dari keluarganya yang seorang penjual sate dan sop betawi yang sudah lumayan terkenal di daerah Bekasi.  Cita-cita untuk membuka usaha makanan pun saat ini menjadi obsesi besar saya, selama manusia membutuhkan makanan selama itu pula masak sangat dibutuhkan.

Jadi buat kalian para wanita jangan takut unuk menjamah dapur, jangan takut kulit kalian rusak karena terkena minyak ketika memasak, asal kita tahu trik dalam memasak setiapa masakan itu semua akan berjalan lancar dan aman.  Jadi buat apa pikir panjang untuk mencoba memasak?? Ingat hampi 80% lelaki menyukai wanita yang jago memasak, yah itung-itung mengambil hati CALON MERTUA.

STOP PELECEHAN SEXUAL TERHADAP WANITA!!

selamat membaca

LOMBA BLOG DEPOK 17 Juli-17 September 2010

Wanita lagi-lagi wanita. Yah mengapa harus wanita yang dijadikan korban keabnormalan lelaki jail yang melecehkan harga diri wanita secara sexual, ada apa dengan wanita sehingga wanita terus menjadi sasaran empuk lelaki yang tiak bertanggungjawab. Belakangan ini kasus pelecehan sexual terhadap wanita gencar diberitakan di beberapa media masa di Tanah Air. Wanita yang seharusnya mendapat posisi yang tinggi, yamg seharusnya dilindungi justru sering disakiti.



Menurut penilitian bahwa ada sekitar ratusan lelaki di Indonesia yang mengalami gangguan sex berlebih atau yang sering dikenal dengan Hypersexual, banyak penyebab yang mendasari mengapa lelaki cenderung memiliki gejala gangguan sexual seperti itu. Yang perlu diingat gangguan seperti itu berbeda dangan kelebihan libido, namun tulisan ini tentu tidak akan membahas mengapa kelainan ini bisa terjadi.



Entah orang gila atau orang yang seperti apa lelaki yang tega melakukan tindakan pelecehan sexual terhadap wanita. Mirisnya, tindakan ini sering terjadi pada wanita terhadap pasangannya atau yang biasa kita kenal dengan sebutan Pacar. Hal yang sudah tidak tabu untuk kita dengar, tapi pahamilah ketika sex telah membumbui hubungan kita, secara tidaklangsung kita sebagai wanita adalah korban akibat ketololan diri kita sendiri. Cinta bukan sekedar sex yang membumbuinya, percaya atau tdak bahwa ketika anda sudah memulai sex di usia yang belum matang suatu saat nanti aka nada imbas yang negative dari dalam diri anda.



Masih jaman pacaran pake sex? Istilah cupang, cipokan, nyipong, coli bukanlah hal yang asing di kalangan lelaki. Sadar atau tidak sadar pada saat anda melakukan sex before married anda sedang menabung untuk penurunan harga diri anda sebagai manusia. Bukan maksud menjudge atau tidak, bahwa kembalilah buka mata hati bahwa umur kita bukan sekedar untuk sex di masa muda.



Perhatikan kasus video panas Luna-Ariel-Tari. Saat kedua wanita itu sudah sangat tegar dan besar hati mengakui bahwa itu dalah mereka, apa yang dilakukakn si lelaki? Lelakinya justru tidak mau mengakuinya. Jelas kalo sudah seperti ini siapa yang dirugukan? Ayo para wanita,buka mata hati kalian agar otak kalian mau berjalan, yang sejati itu adalah lelaki yang mau menerima kalian apa adanya, mau menjaga kalian bukan secara perlahan merusak diri kalian, dengan menjadaikan kalian alat pemuas nafsu mereka.



Jika dengan menutup aurat saja perempuan masih bisa dilecehkan maka bagaimana caranya? Ingat kucing tidak akan bertindak jika tidak dipancing, begitupula dengan lelaki. Bagi kalian yang belum menggunakan jilbab, hendaklah berpakaian sopan dan rapih. Saya teringat perkataan ayah saya bahwa beliau memang tidak mewajibkan saya menggunakan jilbab, karena jilbab butuh kesadaran dari dalam hati, yang beliau wajibkan adalah menutup lekukan tubuh yang dapat merangsang nafsu lelaki. Dimanapun kita berada, asal kita bisa menutup segala apa yang kita miliki yang biasa dijadikan obyek sex lelaki binal, Insya Allah kita bisa terhindari.



Untuk para lelaki, berpikirlah bahwa kalian memiliki seorang ibu yang juga memiliki naluri yang sama dengan semua wanita untuk menjaga kehormatannya. Memang keperjakaan kalian tidak bisa dilihat oleh semua orang, berbeda dengan wanita, tapi paling tidak pengakuan atas keperjakaan anda untuk diri sendiri jauh lebih baik.



Tulisan ini bukan untuk menyindir atau merasa saya benar, tapi tulisan ini karena saya ingin belajar menjadi orang yang benar, dan ingin mengajak semua wanita untuk berpikir cerdas bahwa sex bukan satu kunci utama dalam sebuah hubungan yang belum resmi, dan menyadarkan bahwa derajat wanita sangatlah tinggi, bukankah islam telah membela hak atas wanita untuk dimuliyakan? Lantas mengapa kita sendiri tidak ingin memuliakan diri kita ?

Jumat, 16 Juli 2010

Siapa bilang wanita gak boleh punya pendidikan yang tinggi?

selamat membaca
Ada pepatah kuno yang mengatakan bahwa “Untuk apa wanita sekolah tinggi-tinggi kalo akhirnya dia pasti di dapur.” Pepatah itu sering saya dengar, bahkan terkadang saya mendengar itu dari mulut ibu saya sendiri. Beliau mempunyai pandangan yang berbeda dengan ayah, yang memang menyarankan saya untuk menyelesaikan pendidikan saya sampai gelar master atau setara dengan S2.

Pepatah itu pun ternyata sering saya dengar dari mulut beberapa orang yang saya rasa itu hak mereka untu menilai suatu kasus. Saya adalah satu dari sekian banyak orang yang menentang pepatah kuno tersebut. Bukan tanpa alasan saya berbicara seperti itu, dan bukan karena mimpi saya pula yang mengantarkan saya pada satu persepsi yang berbeda dengan pepatah di atas.

Saat ini saya memang terlalu dini untuk berbicara masalah keinginan saya untuk menyelesaikan pendidikan saya sampai S2, karena saat ini saya pun masih duduk di salah satu politeknik negeri dan baru memasuki semester tiga, waktu yang masih sangat lama untuk memikirkan jenjang pendidikan berikutnya karena masih ada enam semester lagi yang harus saya hadapi untuk menyelesaikan DVI saya. Saya selalu berpegang pada prinsip saya bahwa mimpi saya hari ini harus saya wujudkan dengan semangat dan kerja keras untuk meraihnya, bisa atau tidak itu urusan belakangan yang terpenting saya sudah merancang semua mimpi saya.

Kembali lagi pada permasalahan bahwa wanita tidak seharusnya mengambil pendidikan yang terlalu tinggi, karena ujung-ujungnya pasti di dapur. Di era globalisasi yang sudah sangat menjunjung tinggi terhadap emansipasi wanita, wanita justru dituntut untuk lebih cerdas dan memiliki pendidikan yang lebih tinggi dari wanita di era sebelumnya. Terlebih Indonesia yang sudah bergabung untunk meyetujui kebijakan AFTA (Asean Free Trade Area) , jelas wanita cerdas dan berwawasan dituntut karena pasti sedikit banyak memiliki kekuatan untuk menghargai dirinya serta dihargai dalam persaingan tersebut.

Kedua adalah perihal menuntut ilmu bukan perihal dunia semata. Dalam agama manapun pasti mengajarkan umatnya untuk menuntut ilmu setinggi-tingginya sampai ajal tiba. Orang dengan pendidikan tinggi belum tentu bahagia di dunia, belum tentu mendapatkan harta yang berlimpah di dunia. Pahamilah bahwa jalan hidup seseorang sudah tercipta jauh sebelum dia lahir, kekayaan di dunia hanyalah sebuah peruntungan nasip, tapi percaya bahwa peruntungan di akhirat akan terselamatkan dengan ilmu yang bermanfaat.

Ketiga adalah wanita akan cenderung lebih dekat dengan anak kelak dia menjadi seorang ibu rumah tangga, sesibuk apa pun itu seorang wanita kodratnya adalah akan lebih dibutuhkan oleh seorang anak. Ingatkan kembali memori anda sewaktu anda kecil dulu, pernahkah kalian bertanya tentang satu pertanyaan kepada ibu anda, dan ibu anda tidak dapat menjawabnya, apa yang saat itu terlintas di pikiran anda? Pasti jujur dalam hati anda, anda akan berkata “Huh payah nih ibu, masa gak bisa jawab.” Sadarkah anda bahwa di usia anda yang masih terbilang kecil anda sudah dapat menilai bahwa ilmu itu penting khusus untuk perempuan, sebagai perempuan masihkah anda mau menjadi seorang ibu yang dianggap payah oleh anaknya karena tidak bisa membantu mereka menjawab pertanyaan mereka?.

Yah, tulisan ini hanya opini saya, hanya untuk sekedar mengungkapkan kejenuhan saya terhadap orang-orang yang menganggap lemah wanita dari sisi pendidikan. Mau atau tidak anda meraih pendidikan yang lebih tinggi, itu adalah pilihan. Yang terpenting lakukan yang terbaik di sisa unmur anda, yang terbaik adalah dengan beriibadah dengan cara belajar apa pun itu.
 

Template by Best Web Hosting